Benjolan Dikira Kanker, Ternyata Telur Cacing Pita

Reporter : Sugiono
Rabu, 12 Juni 2019 08:13
Benjolan Dikira Kanker, Ternyata Telur Cacing Pita
Benholan yang tumbuh mirip telur burung puyuh di otak kiri bagian depan itu awalnya dikira kanker. Namun setelah tengkorak diangkat ternyata telur cacing pita.

Dream - Seorang wanita Amerika tidak menyangka, benjolan di otak yang awalnya dikira tumor ternyata telur cacing pita.

Dokter di Mount Sinai Hospital menyampaikan kabar sedih kepada Rachel Palma perihal benjolan di otaknya.

Benjolan yang tumbuh di otak kiri bagian depan itu awalnya didiagnosis sebagai tumor. Pemindaian bahkan memperlihatkan bahwa itu adalah kanker.

Palma, seorang pengantin yang baru menjalani kehidupan rumah tangga, mengaku syok mendengar kabar tersebut.

Dia awalnya bahkan tidak percaya bahwa benjolan di otaknya itu adalah kanker yang akan menggerogoti hidupnya.

1 dari 5 halaman

Menjalani Operasi Pengangkatan Tumor

Pada bulan September 2018 lalu, Palma menjalani operasi pengangkatan tumor yang tumbuh di dalam otaknya.

Saat itu, dokter Jonathan Rasouli membedah tengkorak Palma di Mount Sinai Hospital di New York City.

Namun kepala ruang bedah saraf di Mount Sinai itu terkejut saat memeriksa tumor di otak Palma.

Dokter Rasouli melihat itu bukan tumor, tapi semacam benda padat tertutup mirip telur burung puyuh.

" Saat itu, kami semua bilang, 'benda apa ini?'. Sangat aneh, kami semua heran," kenang Dokter Rasouli.

2 dari 5 halaman

Diangkat dan Dibelah.. Ternyata

Para dokter kemudian mengangkat benjolan mirip telur burung puyuh itu. Setelah itu menaruhnya di bawah mikroskop.

Mereka membelah benda itu dan menemukan seekor bayi cacing pita di dalamnya.

Palma, dari Middletown, mengatakan merasa tidak nyaman dengan kondisinya.

" Tentu saja aku merasa jijik," kata wanita 42 tahun itu. Dia tidak menduga ada cacing pita bertelur di dalam otaknya.

" Tapi aku merasa lega sekarang. Aku tidak perlu menjalani perawatan lebih jauh lagi," katanya.

3 dari 5 halaman

Awalnya Mengalami Insomnia

Palma mengatakan awalnya di mengalami insomnia yang berkepanjangan. Ketika bisa tidur, dia sering mimpi buruk.

Dia juga sering mengalami halusinasi, membayangkan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Bulan Januari 2018, kondisinya semakin buruk. Dia juga mulai mengalami kesulitan memegang benda, termasuk gelas kopinya.

Dia juga mulai susah mengetik pesan di ponsel sehingga lebih sering menggunakan panggilan telepon.

Palma juga mengalami kebingungan. Dia pernah ke kantor tidak memakai seragam atau terkunci dari luar rumahnya.

Yang paling parah adalah dia pernah meninggalkan pesan di mesin penjawab otomatis kepada orang tuanya yang sudah meninggal.

4 dari 5 halaman

Infeksi Cacing Pita dari Daging Babi

Karena kondisinya makin parah, Palma memeriksakan dirinya ke Mount Sinai Hospital.

Dokter Rasouli yang memeriksanya memberitahu bahwa ada tumor di dalam otaknya. Bahkan, hasil pemindaian MRI menyebutkan bahwa Palma menderita kanker otak.

Namun setelah dibedah, Dokter Rasouli menyebut bahwa Palma menderita infeksi parasit di otak yang disebabkan oleh cacing pita jenis Taenia solium.

Bobbi Pritt, direktur Clinical Parasitology Laboratory di Department of Laboratory Medicine and Pathology di Mayo Clinic, mengatakan Taenia solium tidak umum di AS.

" Tetapi, ketika seseorang terinfeksi, parasit tersebut hadir dalam dua bentuk berbeda. Bentuk yang paling umum adalah cacing pita dewasa, yang bersumber dari daging babi yang kurang matang dan hidup di usus," kata Pritt.

5 dari 5 halaman

Cara Cacing Pita Menginfeksi Korbannya

Cacing pita dewasa biasanya bertelur di dalam tinja manusia. Jika tidak mencuci tangan dengan bersih dan benar, telur cacing pita bisa pindah orang lain.

Setelah masuk, telur itu kemudian melakukan perjalanan ke usus kecil, menetas menjadi larva. Kemudian, telur menembus dinding usus dan masuk ke aliran darah.

Dari sinilah telulr tersebut dapat bermigrasi ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam otak.

" Larva cacing pita awalnya akan muncul dalam bentuk kista berisi cairan," kata Pritt.

Pritt menambahkan cacing pita dewasa bisa diobati dengan obat antiparasit. Tetapi yang masih dalam bentuk larva pengobatannya bisa sangat kompleks dan tergantung pada lokasi dan tahap infeksi.

(Ism, sumber: ScienceAlert.com)

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham