Siapkan Mental Hadapi 'Mom Shaming', Jangan Sampai Stres

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Senin, 7 Maret 2022 06:36
Siapkan Mental Hadapi 'Mom Shaming', Jangan Sampai Stres
Ubah stigma, sesama ibu harus saling mendukung

Dream - Menjadi ibu kerap dituntut jadi sosok yang sempurna. Terutama dalam hal pengasuhan anak. Kita pun bakal menghadapi beragam komentar dari orang sekitar, bukan hanya yang positif tapi juga negatif dan merendahkan.

Komentar pedas dan merendahkan peran ibu ini kerap disebut mom shaming. Biasanya, komentar mencela dan menghakimi tindakan ibu dalam mengasuh buah hatinya.

Mom shaming ini sangat disayangkan terjadi diantara sesama ibu dan wanita. Padahal tanpa disadari, tindakan ini dapat membuat ibu sedih, menyakiti hati bahkan memicu depresi pada ibu.

Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Mom shaming sesuatu yang dilontarkan ke kita, mempermalukan seorang ibu yang buat ibu jadi cemas dan gak percaya diri,” ujar Grace Eugenia Samave, seorang psikolog profesional pada virtual gathering Hansaplast Plester Bekas Luka, Jumat 4 Maret 2022.

Grace membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan para ibu untuk menghadapi mom shaming ataupun menahan diri agar kritikan itu tidak dilontarkan kepada ibu lainnya.

 

1 dari 5 halaman

Pertimbangkan Perkataan Orang Lain

Sebenarnya tidak semua kritik itu membangun. Jadi harus dipilah kritik mana yang harus dipertimbangkan untuk dipikirkan dan kritik mana yang tidak penting untuk dipikirkan.

“ Sebelum menerima komentar langsung pertimbangkan apakah pernyataan ini perlu di cek kembali dan penting untuk diambil hati,” kata Grace.

 

2 dari 5 halaman

Terbuka dan Katakan Tidak Nyaman

Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Terkadang orang lain tidak akan mengetahui perasaan seorang ibu jika tidak dijelaskan. Jika terjadi mom shaming yang membuat tak nyaman, sebaiknya langsung katakan agar hal itu tidak terulang lagi.

“ Kalo merasa tidak nyaman harus menyatakan, bisa terbuka dengan orang lain. Tidak apa apa kalau tidak nyaman, jangan dipendam dalam hatu nanti jadi bom waktu untuk kita,” kata Grace.

 

3 dari 5 halaman

Pilah Konten

Terkadang banyaknya informasi yang belum pasti yang membingungkan bagi para ibu. Apalagi informasi ini kadang membuat ibu membandingkan anaknya dengan anak lain di media sosial.

Misalnya melihat video anak usia tertentu sudah lancar berbicara dan berjalan sedangkan anaknya belum.

" Kita lihat di Instagram anak canggih canggih banget kok anak kita engga. Baiknya kita batasi waktu scrolling instagram jangan terlalu terganggu hal-hal ini. Dan baiknya konsultasikan dengan dokter anak,” ujar Grace.

 

4 dari 5 halaman

Mom Shaming yang Terjadi Pada Ibu Caesar

Proses melahirkan dengan operasi caesar kerap terjadi. Hal ini pun bisa memancing komentar miring. Padahal melahirkan dengan proses apa saja tidak mengurangi peran sebagai ibu.

Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Memilih operasi caesar bukanlah hal yang perlu dihakimi karena ibu punya pertimbangan atas kesehatan sendiri dan juga memikirkan kondisi keluarganya karena justru memikirkan keluarga ini adalah esensi seorang ibu yang sesungguhnya,” kata Brand Manager Hansaplast, Alanna Alia Hannantyas pada kesempatan yang sama.

Untuk mendukung para ibu yang melahirkan caesar, Hansaplast menghadirkan Hansaplast Plester Bekas Luka yang terbukti secara klinis membantu menyamarkan, mencerahkan dan menghaluskan tampilan bekas luka dalam 8 minggu.

Bersamaan dengan peluncuran Hansaplast Plester Bekas Luka, Hansaplast mengadakan kampanye #SetiapLukaPunyaCerita untuk mengajak para wanita khususnya para ibu untuk membangun kasih sayang antara ibu dan support system-nya dengan menghilangkan stigma mengenai operasi caesar, yang seringkali berujung kepada mom-shaming.

“ Kami berharap melalui kampanye edukasi #SetiapLukaPunyaCerita, Hansaplast bisa turut memudarkan stigma ibu yang melakukan operasi caesar bukanlah ibu yang seutuhnya,” ujar Alana.

 

5 dari 5 halaman

Jangan Lakukan Mom Shaming ke Ibu Lain

Berpikir sebelum berbicara memang penting dilakukan. Apalagi jika ini menyangkut buah hati tercinta.

Sebaiknya jangan lontarkan kritik kepada ibu yang baru melahirkan atau sedang mengurus anak pertamanya.

Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Kalau kita komunikasi dengan mama baru lebih baik filter kembali pertanyaan, karena orang tua pertama pasti punya hal yang baru dan jadi banyak jadi pertanyaan,”  pesan Grace. (mut)

Beri Komentar