'Fogging' Tak Berantas Semua Jenis Nyamuk

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 31 Mei 2017 14:44
'Fogging' Tak Berantas Semua Jenis Nyamuk
Di musim panas, nyamuk biasa tak henti menganggu aktivitas seharian.

Dream - Musim apapun, nyamuk tak pernah absen menggigit manusia. Di musim penghujan, nyamuk aedes aegypti menjadi penyebar virus dengue atau demam berdarah. Virus zika ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus yang aktif di siang hari.

Di musim panas, nyamuk biasa tak henti menganggu aktivitas seharian. Virus Japanese Encephalitis (JE), virus West Nile, dan virus flavivirus (demam kuning) ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Pengasapan atau fogging sering kali digelar untuk mencegah berkembangnya nyamuk. Namun ternyata, tak semua nyamuk lari, apalagi mati, setelah diasapi. Penelitian dari Singapore Medical Journal pada 2005 menemukan jika nyamuk kini `makin kebal`.

Penelitian oleh KB Chua dan tim tersebut dilakukan pada lingkungan perkotaan di Malaysia. Hasil pengujian menemukan fakta bahwa bahan kimia fogging di lingkungan alam yang terbuka tidak efektif dalam memutus siklus reproduksi dan menghilangkan nyamuk Aedes aegypti betina yang hamil.

 Shutterstock© dream.co.id

Dalam penelitian lain di Amerika terungkap bahwa upaya penyemprotan untuk mengusir nyamuk hanya efektif dalam dua hingga empat jam, lalu nyamuk kembali. Namun bukan nyamuk yang mati, melainkan kupu-kupu dan serangga lainnya.

Di sisi lain, fogging juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Fogging menggunakan bahan kimia yang bisa memicu kanker. Dilansir dari Time, dichlorovinyl dimethyl phosfate (DDVP) yang ada dalam obat nyamuk, termasuk bahan pengasapan, dapat menimbulkan kerusakan pada sistem saraf dan memicu kanker bila terpapar dalam jangka waktu yang lama.

Zat kimia aktif diethyltoluamide (DEET) dalam obat nyamuk juga berbahaya karena dapat menyebabkan alergi kulit, iritasi, eritema (kemerahan kulit) dan bahkan kanker kulit apabila penggunaan DEET di atas 30 persen. DDVP dalam fogging bisa meningkatkan risiko leukemia (kanker darah) atau limfoma (kanker getah bening).

 Shutterstock© dream.co.id

Sahabat Dream, menghadapi nyamuk sebetulnya tak hanya lewat fogging. Sejumlah cara alami seperti menggunakan minyak berbahan dasar tanaman pilihan telah terbukti ampuh mengusir nyamuk.

Namun, alasan kepraktisan sering kali menjadi penyebab minyak ini tidak digunakan.

Kini telah hadir BabyGo Slap Mosquito Repellent Bracelet yang efektif mengusir nyamuk dengan bahan minyak alami tanpa kandungan berbahaya.

BabyGo Slap Mosquito Repellent Bracelet yang efektif mengusir nyamuk tanpa kandungan berbahaya. Berbentuk gelang, BabyGo bisa digunakan saat tidur atau kegiatan lainnya tanpa menganggu aktivitas sehari-hari. Mempunyai warna yang menarik, anak-anak pasti suka memakainya.

BabyGo secara perlahan akan mengeluarkan aroma dari minyak alami tumbuh-tumbuhan pengusir nyamuk yang dipadatkan dan dibentuk menjadi polymer khusus. Dengan bahan silicon yang food grade dan menggunakan 100 persen minyak alami, BabyGo Slap Mosquito Repellent Bracelet sangat aman bagi ibu hamil dan balita.

Satu polymer isi ulang bisa bertahan 15 hari. Kemasan sudah termasuk dua pcs isi ulang untuk 30 hari perlindungan.

Ayo! Hindari fogging berbahaya dengan pengusir nyamuk alami BabyGo Slap Mosquito Repellent Bracelet.

 BabyGo© dream.co.id

Beri Komentar