6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Kabar buruk menimpa beberapa perusahaan air minum kemasan terkenal yang dipasarkan secara luas di sembilan negara, termasuk Indonesia.
Menurut penelitian terbaru, air dalam botol itu diduga terkontaminasi plastik mikro selama proses produksi.
Temuan itu diungkapkan dalam laporan penelitian yang dipimpin oleh pakar plastik mikro Sherri Mason dari State University of New York, di Fredonia.
Laporan penelitian tersebut dirilis oleh Orb Media, sebuah perkumpulan media non-profit yang berbasis di Amerika Serikat.
Para peneliti menguji 250 botol air minum kemasan di Brasil, China, India, Indonesia, Kenya, Lebanon, Meksiko, Thailand, dan Amerika Serikat.
Hasilnya sungguh mengejutkan. Para peneliti menemukan plastik di hampir 93 persen sampel yang digunakan dalam pengujian.
Sampel yang digunakan dalam pengujian itu diambil dari merek-merek terkenal, beberapa di antaranya dijual di Indonesia.
Butiran halus yang mencemari air minum di dalam kemasan botol termasuk dalam jenis polypropylene, nilon, dan polyethylene terephthalate (PET).
Menurut penelitian, ketiganya umumnya digunakan untuk membuat tutup botol air kemasan.
" Dalam penelitian ini, 65 persen partikel yang kami temukan dalam bentuk fragmen dan bukan serat," kata Mason, dikutip dari AsiaOne, Kamis 15 Maret 2018.
" Saya kira partikel tersebut dihasilkan melalui proses pembotolan air. Awalnya saya pikir sebagian besar plastik itu berasal dari botol itu sendiri, tapi ternyata berasal dari tutupnya," tambah Mason.
© Dream
Menurut laporan penelitian, konsentrasi butiran plastik dalam air minum kemasan berkisar antara 0 hingga lebih dari 10.000 partikel plastik dalam satu botol.
Rata-rata, partikel plastik dalam kisaran ukuran 100 mikron (0,10 milimeter) dianggap plastik mikro.
Untuk kasus ini, penelitian menemukan plastik pada tingkat rata-rata 10,4 partikel plastik per liter.
Bahkan yang paling umum dijumpai adalah partikel plastik berukuran lebih kecil yang mencapai rata-rata 325 partikel plastik per liter.
Namun para ahli mengatakan bahwa tingkat risiko terhadap kesehatan manusia yang ditimbulkan oleh kontaminasi tersebut masih belum jelas.
" Ada hubungannya dengan peningkatan jenis kanker tertentu hingga menurunkan jumlah sperma serta meningkatkan risiko gangguan konsentrasi, hiperaktivitas dan autisme," kata Mason.
(Sumber: asiaone.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
