Kelebihan dan Kekurangan Serta Risiko Melahirkan Normal atau Sesar

Reporter : Sugiono
Kamis, 26 September 2019 17:48
Kelebihan dan Kekurangan Serta Risiko Melahirkan Normal atau Sesar
Agar Sahabat Dream lebih mantap dalam memilih, berikut kami sajikan kelebihan dan kekurangan atau risiko melahirkan normal dan melahirkan sesar.

Dream - Usaha untuk melahirkan normal telah dilakukan tapi tak berjalan baik. Maka melahirkan sesar atau caesar kerap kali jadi pilihan terakhir para ibu untuk menjalani proses persalinan.

Sebenarnya proses melahirkan normal dan melahirkan sesar sama-sama baik dan aman bagi setiap persalinan. Namun ada beberapa pertimbangan ibu hamil memilih melahirkan normal dan melahirkan sesar.

Memang, melahirkan normal dan melahirkan sesar memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, kelebihan dan kekurangan atau risiko melahirkan normal dan melahirkan sesar tidak boleh menyurutkan seorang ibu hamil untuk menjalani persalinan.

Pilihan melahirkan normal atau melahirkan sesar semuanya tergantung pada kondisi ibu dan janin yang ada di dalam kandungan.

Melahirkan normal biasa dilakukan apabila ibu dan janin di dalam kandungan dalam keadaan sehat serta tak memiliki penyakit.

Namun lain ceritanya jika ada kondisi tertentu yang tidak memungkinkan, sehingga dokter menyarankan ibu hamil melahirkan sesar.

Sebenarnya masih banyak orang yang menilai melahirkan sesar bukan persalinan yang ideal dan dianggap sebelah mata.

Faktanya, tak ada yang namanya persalinan ideal. Yang ada adalah dokter berusaha semaksimal mungkin menjaga kondisi kesehatan ibu dan janin.

Nah, agar Sahabat Dream lebih mantap dalam memilih, berikut kami sajikan kelebihan dan kekurangan atau risiko melahirkan normal dan melahirkan sesar.

Kelebihan dan Kekurangan atau Risiko Melahirkan Normal dan Melahirkan Sesar

Lama Proses Melahirkan Normal

 Lama Proses Melahirkan Normal

Melahirkan normal merupakan cara alami melahirkan bayi. Pada proses melahirkan normal tidak memerlukan prosedur pembedahan ataupun intervensi lainnya. Karenanya, melahirkan normal dianggap sebagai cara yang paling baik dalam proses persalinan.

Untuk lama proses melahirkan normal sebenarnya tergantung pada kondisi ibu dan janin. Lama proses melahirkan normal ibu yang pertama kali menjalani persalinan dengan kandungan yang sehat, rata-rata adalah 14 jam. Namun lama proses melahirkan normal tersebut bukan patokan yang pasti, karena bisa lebih lama atau jauh lebih singkat.

Sementara bagi ibu yang sudah pernah melahirkan normal sebelumnya, prosesnya bisa lebih cepat. Rata-rata proses melahirkan normal bagi ibu yang pernah menjalani persalinan berlangsung sekitar 8 jam.

1 dari 5 halaman

Kelebihan atau Manfaat Melahirkan Normal

Melahirkan secara normal adalah proses panjang yang mengharuskan seorang ibu bekerja keras mendorong bayi agar keluar dari dalam kandungan.

 Kelebihan Melahirkan Normal

Hal ini pasti akan membuat si ibu mengalami kelelahan secara fisik. Akan tetapi, kelebihan atau manfaat melahirkan normal juga sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah:

1. Mendapat Pengalaman Melahirkan Secara Alami

Kelebihan atau manfaat melahirkan normal bagi seorang ibu hamil adalah mendapat pengalaman luar biasa yang tak mungkin tergantikan. Dengan melahirkan normal, ibu hamil bisa merasakan bagaimana perjuangan ibunya saat melahirkannya dahulu. Dia bisa merasakan bagaimana melahirkan yang sesungguhnya. Mulai dari merasakan kontraksi dan bukaan, hingga mengejan kuat agar bayi bisa keluar.

2. Memicu Produksi Kolostrum

Manfaat melahirkan secara normal berikutnya adalah memicu produksi kolostrum. Secara biologis, hal ini sangat menguntungkan bagi bayi. Proses melahirkan normal akan memicu kelenjar susu memproduksi kolostrum (cairan pertama ASI) yang sangat bermanfaat bagi bayi.

3. Daya Tahan Tubuh Bayi Lebih Kuat

Melahirkan normal akan membuat bayi memiliki daya tahan tubuh lebih tinggi, dan risiko mengidap penyakit asma dan alergi menjadi lebih rendah. Selama proses melahirkan secara normal, sebagian besar otot pada bayi terlibat untuk memompa keluar cairan di dalam paru-paru. Karenanya si bayi akan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami masalah pada pernapasan.

4. Waktu Pemulihan Lebih Cepat

Kelebihan melahirkan normal bagi ibu hamil lainnya adalah proses pemulihan yang cepat. Ibu yang melahirkan normal hanya sedikit mengalami rasa sakit setelah melahirkan daripada mereka yang melahirkan melalui operasi sesar. Meskipun bergantung pada keadaan ibu dan bayi, namun pada umumnya jika si ibu dinilai sudah cukup sehat dalam waktu 24 sampai 48 jam, maka si ibu dapat meninggalkan rumah sakit.

5. Ibu Bisa Langsung Berinteraksi dengan Bayinya

Salah satu kelebihan atau manfaat melahirkan normal adalah si ibu bisa langsung berinteraksi dengan bayinya. Kelebihan lain dari melahirkan secara normal adalah si ibu dapat langsung memberikan ASI eksklusif secepatnya setelah melahirkan.

6. Terhindar dari Risiko Operasi Sesar

Kelebihan berikutnya dari melahirkan secara normal adalah terhindar dari risiko operasi sesar. Wanita yang melahirkan secara normal terhindar dari berbagai risiko dan komplikasi akibat operasi sesar. Beberapa di antaranya adalah perdarahan, infeksi, reaksi terhadap anestesi, dan efek sakit yang berkepanjangan. Selain itu, ibu hamil yang melahirkan normal akan terhindar dari risiko terjadinya penggumpalan darah dan mengalami kerusakan organ dalam.

2 dari 5 halaman

Kekurangan atau Risiko Melahirkan Normal

 Kekurangan atau Risiko Melahirkan Secara Normal

Selain banyak kelebihannya, ada juga kekurangan atau risiko melahirkan normal yang perlu Sahabat Dream ketahui. Berikut ini kekurangan atau risiko melahirkan normal bagi ibu hamil.

1. Mengalami Rasa Sakit

Kekurangan atau risiko melahirkan normal yang pertama adalah mengalami apa yang dinamakan dengan perineu. Setelah melahirkan secara normal, ibu hamil mungkin akan mengalami sakit yang berkepanjangan di area antara vagina dan anus atau perineum.

2. Mengalami Kerusakan Kulit dan Jaringan

Selama proses melahirkan normal, ada risiko kulit dan jaringan sekitar vagina melar hingga akhirnya robek saat bayi melewati Miss V. Jika parah, kondisi tersebut bisa mengakibatkan otot pinggul melemah atau bahkan cedera. Hal ini berbahaya karena otot pinggul berfungsi untuk mengontrol air seni dan isi perut pada manusia.

Selain itu, terkadang ibu melahirkan memerlukan episiotomi atau penyayatan sebagian area vagina di dekat anus jika bayi susah keluar. Namun episiotomi ini akan berdampak pada elastisitas Miss V saat berhubungan menjadi berkurang. Ada kemungkinan, ibu akan mengalami kesulitan duduk dan berdiri selama seminggu sebelum luka jahitan benar-benar sembuh.

3. Cedera Saat Melahirkan

Kekurangan atau risiko melahirkan normal lainnya adalah mengalami cedera. Hal ini terjadi jika ukuran bayi terlalu besar. Ibu kemungkinan akan mengalami cedera, seperti memar pada kulit atau retak tulang.

4. Stres

Stres bisa menjadi kekurangan atau risiko bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan secara normal. Stres ini bisa dipicu oleh ketakutan dan kegelisahan, selain rasa sakit yang kadang tak tertahankan. Belum lagi proses melahirkan normal yang memakan waktu berjam-jam, akan makin membuat si ibu tambah tertekan dan stres.

5. Risiko pada Bayi

Sebagian besar melahirkan normal aman bagi bayi. Namun dalam beberapa kasus, ada risiko melahirkan normal yang tidak terhindarkan. Bayi berisiko kekurangan oksigen akibat tekanan pada tali pusar atau komplikasi lainnya selama persalinan. Selain itu, bayi juga bisa mengalami trauma tambahan saat melewati jalan lahir.

3 dari 5 halaman

Kelebihan dan Kekurangan atau Risiko Melahirkan Sesar (Caesar)

Melahirkan secara sesar atau caesar kerap menjadi pilihan para ibu untuk menjalani proses persalinan. Melahirkan sesar umumnya sudah direncanakan.

 Kelebihan dan Kekurangan atau Risiko Melahirkan Sesar (Caesar)

Biasanya melahirkan sesar atau caesar ini dilakukan karena alasan medis tertentu agar persalinan lebih aman bagi sang ibu dan juga jabang bayi.

Melahirkan dengan operasi caesar juga diperlukan saat ukuran bayi terlalu besar. Tidak itu saja, melahirkan sesar juga dibutuhkan jika bayi terlalu lama di dalam kandungan atau bayi dalam kondisi 'sungsang'.

Operasi caesar terkadang sangat diperlukan tanpa perencanaan terlebih dahulu jika terjadi kondisi darurat yang mengancam keselamatan ibu dan janin.

Tetapi melahirkan sesar juga bisa dilakukan tanpa alasan medis, seperti keinginan agar anak bisa lahir di tanggal tertentu.

Terlepas dari semua itu, tidak banyak kelebihan yang diperoleh dari melahirkan sesar ini. Meski begitu ada beberapa kelebihan melahirkan sesar atau caesar yang perlu diketahui.

4 dari 5 halaman

Kelebihan atau Manfaat Melahirkan Sesar (Caesar)

 Kelebihan atau Manfaat Melahirkan Sesar (Caesar)

1. Perasaan Nyaman

Kelebihan utama dari melahirkan sesar atau caesar adalah mendapatkan perasaan nyaman. Melahirkan sesar akan mengurangi lamanya waktu proses persalinan yang bisa sampai berjam-jam seperti jika melahirkan secara normal.

2. Kelahiran Bisa Dijadwalkan

Kelebihan atau manfaat melahirkan sesar berikutnya adalah tanggal kelahiran yang bisa dijadwalkan di awal. Dengan membuat jadwal, maka proses persalinan bisa lebih mudah diprediksi dan efisien dibandingkan melahirkan normal yang bisa muncul dadakan. Selain itu, ibu hamil bisa membuat persiapan dan perencanaan secara nyaman.

3. Tidak Perlu Mengejan

Tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra atau mengejan ketika melahirkan adalah salah satu kelebihan atau manfaat melahirkan sesar. Tidak seperti melahirkan normal yang butuh tenaga luar biasa untuk mengejan, maka melahirkan sesar tidak perlu.

4. Terhindar dari Risiko Melahirkan Normal

Kelebihan atau manfaat melahirkan sesar berikutnya adalah terhindar dari risiko melahirkan normal. Karena tidak perlu mengejan dalam proses melahirkan sesar, maka risiko pada proses melahirkan normal tidak ada. Ibu yang melahirkan sesar akan terhindar dari otot pinggul melemah atau bahkan cedera. Selain itu, mereka juga tidak perlu menjalani episiotomi yang akan berdampak pada elastisitas Miss V saat berhubungan menjadi berkurang.

5. Sebagai Jalan Alternatif

Manfaat melahirkan melalui operasi caesar berikutnya adalah sebagai jalan alternatif bagi persalinan yang berisiko. Dalam kasus bayi kembar, melahirkan sesar terkadang dibutuhkan. Melahirkan sesar bisa jadi alternatif yang lebih sehat dan aman untuk melahirkan kembar agar terhindar dari kemungkinan komplikasi.

6. Mengurangi Risiko Infeksi pada Bayi

Kelebihan melahirkan sesar selanjutnya adalah mengurangi risiko infeksi pada bayi. Kelebihan melahirkan operasi caesar dapat mengurangi risiko menularkan infeksi pada bayi. Jika ibu memiliki penyakit menular, seperti HIV atau infeksi saluran reproduksi, lebih baik melahirkan melalui operasi sesar.

5 dari 5 halaman

Kekurangan atau Risiko Melahirkan Sesar (Caesar)

 Kekurangan atau Risiko Melahirkan Sesar (Caesar)

1. Masa Pemulihan Yang Lebih Lama

Salah satu kekurangan atau risiko melahirkan sesar adalah masa pemulihan yang lebih lama dari persalinan normal. Rasa nyeri yang timbul setelah operasi caesar jauh lebih menyakitkan ketimbang melahirkan normal. Ibu yang melahirkan normal biasanya akan pulih dalam waktu 3 hingga 7 hari.

Sementara ibu yang menjalani operasi akan memiliki luka bekas operasi atau luka parut. Selain itu, proses pemulihan untuk sembuh bisa memakan waktu 4 hingga 6 minggu. Bahkan untuk sembuh total bisa memakan waktu mencapai 12 minggu atau 3 bulan. Ini artinya, ibu yang melahirkan sesar harus tinggal lebih lama di rumah sakit.

2. Kemungkinan Terjadi Perdarahan dan Infeksi

Operasi caesar makin meningkatkan kemungkinan akan kehilangan banyak darah atau perdarahan. Selain itu, ada juga kemungkinan terjadinya penggumpalan darah. Operasi caesar juga dapat meningkatkan risiko infeksi akibat cedera pada usus besar atau kantung kemih. Ini semua karena melahirkan sesar sebetulnya adalah termasuk operasi bedah.

Jika pasca operasi bedah semua kondisi tersebut tidak segera membaik, maka potensi keselamatan ibu dan bayi menjadi terancam akibat mengalami komplikasi.

3. Tidak Bisa Langsung Ketemu dengan Bayi

Kekurangan atau risiko melahirkan sesar adalah tidak bisa langsung berinteraksi atau ketemu dengan bayi. Beberapa studi menyatakan bahwa wanita yang melahirkan secara caesar kecil kemungkinan untuk langsung bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayi.

4. Rasa Sakit Luar Biasa 18 Jam Pasca Operasi

Kekurangan atau risiko melahirkan melalui prosedur caesar selanjutnya adalah rasa sakit luar biasa pasca operasi. Umumnya 18 jam setelah persalinan, obat bius sudah tak bekerja sehingga muncul rasa nyeri yang mencapai puncaknya.

5. Perasaan Tidak Nyaman di Perut

Kondisi lambung setelah operasi juga akan terasa sangat tidak nyaman, seperti kembung dan susah BAB. Selama satu minggu, pergerakan usus memang cenderung tidak normal, karena efek anastesi.

6. Risiko Kerusakan Pada Uterus dan Plasenta

Kekurangan atau risiko melahirkan sesar yang lainnya adalah terjadinya kerusakan pada uterus dan plasenta. Ibu hamil yang telah menjalani operasi caesar memiliki risiko akan mengalami komplikasi di kehamilan selanjutnya. Komplikasi tersebut di antaranya robeknya uterus yang terluka akibat operasi bedah dan abnormalnya plasenta.

7. Kemungkinan Mengulang Operasi Sesar

Wanita yang sebelumnya melahirkan secara sesar, kemungkinan akan membutuhkan persalinan yang sama di kehamilan berikutnya. Belum lagi jaringan luka parut bekas persalinan sebelumnya akan menimbulkan masalah saat operasi caesar selanjutnya.

8. Risiko Yang Muncul Pada Bayi

Bayi yang lahir melalui operasi caesar berpotensi mengidap masalah pernapasan, seperti penyakit asma, selama proses melahirkan atau selama masa kanak-kanaknya. Selain itu, beberapa studi menyebutkan bahwa melahirkan sesar mungkin dapat menyebabkan obesitas pada anak di masa kanak-kanaknya atau bahkan sampai dewasa. Namun belum ada penelitian yang benar-benar bisa membuktikan hal ini.

Demikian tadi kelebihan dan kekurangan atau risiko melahirkan normal dan melahirkan sesar yang sebaiknya diketahui oleh para ibu muda yang mungkin saat ini sedang menantikan kelahiran sang buah hati. Semoga bermanfaat.

Dirangkum dari berbagai sumber.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone