Mengetahui Tanda-Tanda Gagal Ginjal dan Cara Pengobatannya

Reporter : Arini Saadah
Minggu, 29 November 2020 11:00
Mengetahui Tanda-Tanda Gagal Ginjal dan Cara Pengobatannya
Gejala awal gagal ginjal sulit untuk dideteksi sehingga kerap terlambat ditangani.

Dream – Gagal ginjal sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Ginjal tak mampu menyaring limbah dan kotoran darah untuk dibuang bersama air. Jika sudah akut, gagal ginjal bisa menyebabkan kerusakan organ hingga kematian.

Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui tanda-tanda gagal ginjal supaya penyakit ini bisa dicegah sedini mungkin. Sebab gagal ginjal dalam kondisi darurat dapat mengarah pada kematian.

Tetapi jika kondisi tubuh kuat dan gagal ginjal segera ditangani, masih ada kemungkinan fungsi ginjal bisa kembali mendekati normal.

Gejala awal gagal ginjal sulit untuk dideteksi sehingga kerap terlambat ditangani. Seiring berjalannya waktu, ginjal yang tidak berfungsi dengan baik akan menunjukkan penurunan fungsinya. Bahkan bisa menyebabkan ketidakmampuan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.

Selain itu juga tidak bisa membersihkan limbah di dalam tubuh, serta tidak mampu membantu memproduksi sel darah merah. Dilansir dari laman SehatQ, berikut tanda-tanda gagal ginjal beserta cara mengobatinya.

1 dari 4 halaman

Tanda-Tanda Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah kondisi ginjal tidak mampu menyaring limbah di dalam darah. Sehingga tumpukan kotoran tersebut akan terakumulasi dalam tubuh kita. Tentu saja hal ini akan menyebabkan ketidakseimbangan kandungan biokimia darah.

Penderitanya mungkin hanya akan mengalami satu, dua atau beberapa gejala saja. Bahkan ada orang yang tidak menyadari tanda-tanda gagal ginjal itu. Biasanya penderita baru tahu saat melakukan tes laboratorium.

Berikut tanda-tanda gagal ginjal yang mungkin muncul dan perlu diwaspadai:

  • Frekuensi dan volume urine menurun, meskipun kadang urine yang keluar tetap normal.
  • Retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan di tungkai, pergelangan, atau telapak kaki.
  • Sesak napas.
  • Tubuh merasa kekelahan yang hebat.
  • Tubuh mudah lesu.
  • Sering mengalami kebingungan.
  • Perut mual.
  • Tubuh merasa lemah.
  • Kelemahan karena anemia.
  • Kehilangan selera makan.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Nyeri pada dada.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Asidosis Metabolik.
  • Hiperkalemia atau kondisi tingginya kadar kalium dalam darah.
  • Meningkatnya kadar urea dalam darah yang bisa menyebabkan ensefalopati otak, perokarditis (radang selaput jantung), atau kadar kalsium daah rendah (hipokalsemia).
  • Kejang atau koma pada kasus yang sudah akut.
2 dari 4 halaman

Cara Pengobatan Gagal Ginjal

Ilustrasi© freepik.com

Gagal ginjal bisa ditangani dengan pengobatan medis oleh dokter. Biasanya dokter akan melakukan diagnosis terhadap hasil pemeriksaan yang menunjukkan tanda-tanda gagal ginjal. Pemeriksaan yang dilakukan dokter adalah:

  • Memeriksa riwayat kesehatan pasien yang berisiko tinggi mengalami gagal ginjal, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • Melakukan tes darah untuk memeriksa fungsi ginjal, seperti ureum dan kreatinin. 
  • Melakukan tes urine untuk mengukur kadar protein, sel abnormal, serta konsentrasi elektrolit yang dapat menunjukkan tanda-tanda gagal ginjal.
  • USG perut untuk melihat kondisi ginjal melalui pencitraan.
  • Biopsi ginjal yaitu pengambilan contoh jaringan ginjal apabila diperlukan. 
3 dari 4 halaman

Jenis Perawatan Medis

Ilustrasi© freepik.com

Jika sudah dilakukan pemeriksaan, penderita gagal ginjal harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Dokter akan menyarankan perawatan untuk mengatasi tanda-tanda gagal ginjal itu. Jenis perawatannya berbeda-beda sesuai kondisi pasien.

Kemudian demi mencegah terjadinya komplikasi, dokter akan melakukan beberapa tindakan di bawah ini:

  1. Perawatan untuk menyeimbangkan cairan dalam darah.
  2. Pengobatan untuk mengontrol kalium dalam darah.
  3. Pengobatan untuk mengembalikan kadar kalsium dalam darah.
  4. Hemodialisis sementara yaitu proses cuci darah untuk membuang racun dalam darah.
4 dari 4 halaman

Saran Asupan Penderita

Ilustrasi© freepik.com

Jika kondisi semakin parah, maka penderita akan mengalami gagal ginjal kronis hingga bisa gagal ginjal permanen. Kondisi kronis akan mengharuskan penderita melakukan hemodialisis seumur hidup atau transplantasi ginjal.

Pengobatan dan perawatan bagi setiap pasien akan disesuaikan dengan penyebabnya, tanda-tanda gagal ginjal, dan tingkat keparahannya.

Dokter akan menyarankan pengaturan asupan makanan dan gaya hidup untuk menunjang kesehatan ginjal sebagai berikut:

  1. Memilih asupan makanan rendah kalium, seperti apel, kembang kol, paprika, anggur dan stroberi.
  2. Jaga asupan makanan rendah garam. Hindari makanan dengan tambahan garam, seperti makanan ringan kemasan, makanan beku, kalengan dan fast food.
  3. Batasi asupan fosfors. Terlalu banyak kadar fosfor dalam darah akan membuat tulang menjadi rapuh dan menyebabkan gatal pada kulit.
Beri Komentar