Tes Embus Napas Buatan UGM Bisa Deteksi Covid-19, Keakuratan Diklaim 97%

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 15 September 2020 08:12
Tes Embus Napas Buatan UGM Bisa Deteksi Covid-19, Keakuratan Diklaim 97%
Tak perlu melakukan swab test, cukup dengan mengembuskan napas.

Dream - Tes usap atau swab test selama ini dijadikan diagnosis utama untuk mendeteksi Covid-19 dalam tubuh seseorang. Lendir atau mukosa diambil menggunakan alat utuk kemudian sampelnya diperiksa di laboratorium khusus.

Proses ini memakan waktu lama, tergantung kemampuan laboratorium. Sebuah teroboson dibuat oleh tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang membuat “ GeNose”, yaitu alat yang mampu mendeteksi dan mendiagnosis Covid-19 hanya dengan embusan napas.

Dikutip dari UGM.ac.id, GeNose bekerja secara cepat dan akurat mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas seseorang.

 

1 dari 6 halaman

Pemeriksaan Melalui Sensor

Napas nantinya diambil melalui sensor-sensor dan kemudian diolah datanya dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan. Selain unsur kecepatan dan keakurasian, “ GeNose” didesain sangat handy sehingga dapat dioperasikan oleh seseorang secara mandiri dan efisien.

GeNose© UGM.ac.id

“ GeNose” merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian Covid-19 melalui hembusan napas yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

Alat ini diklaim juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan dan pemantauan penyebaran pandemi secara aktual.

 

2 dari 6 halaman

Keakuratannya 97 Persen

Uji profiling (kalibrasi) GeNose sudah dilakukan dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen. Selanjutnya, GeNose memasuki tahap uji diagnostik (uji klinis) yang akan dilakukan secara bertahap dan tersebar di sejumlah rumah sakit di Indonesia.

GeNose© UGM.ac.id

Keandalan alat, keakurasian data, dan kesahihan metoda yang diterapkan diharapkan bisa meningkatkan keyakinan pengguna akhir untuk segera mengadopsi aplikasi “ GeNose” bagi kepentingan masyarakat luas.

 

3 dari 6 halaman

Dibuat Tim Lintas Ilmu

Inovasi GeNose dikerjakan oleh tim ahli lintas bidang ilmu di UGM. Mereka adalah Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si (FMIPA); dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, Sp.A, M.Sc., Ph.D. (FKKMK); Dr. Ahmad Kusumaatmaja (FMIPA); dr. Mohamad Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D (FKKMK) dan para mitra industri strategik yang berkomitmen dalam penghiliran hasil riset dan inovasi kampus.

GeNose© UGM.ac.id

Diharapkan inovasi GeNose dapat segera bisa dimanfaatkan untuk membantu penanganan Covid-19 sebelum akhir 2020.

Sumber: UGM

4 dari 6 halaman

Jokowi Target Produksi Massal Vaksin Merah Putih Triwulan IV 2021

Dream - Presiden Joko Widodo menerima Tim Vaksin Merah Putih yang dipimpin Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brojonegoro, di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 9 September 2020 pagi tadi.

Melalui pertemuan tersebut, Tim Vaksin Merah Putih memberikan laporan tentang perkembangan vaksin hasil produksi anak bangsa.

Dari kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan dirinya berharap besar terhadap perkembangan vaksin Merah Putih. Dengan dikembangkannya vaksin Merah Putih ini, sebagai pembuktian kepada dunia bahwa Indonesia juga mampu mandiri dalam bidang kesehatan.

" Saya menaruh harapan besar bagi pengembangan vaksin Merah Putih tersebut, selain untuk masyarakat, juga untuk menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia untuk mengembangkan vaksin tersebut," kata Presiden Jokowi melalui akun Instagramnya @jokowi, Rabu 9 September 2020.

5 dari 6 halaman

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menjelaskan, Lembaga Biologi Molekur Eijkman telah memulai upaya pengembangan vaksin Merah Putih dengan menggunakan isolat virus yang bereda di Indonesia.

Saat ini kata Bambang, secara keseluruhan proses telah mencapai 50 persen dengan target uji coba pada hewan hingga akhir tahun 2020.

Selanjutnya, sekitar awal tahun 2021, Tim Vaksin Merah Putih menargetkan agar bibit vaksin tersebut sudah dapat diserahkan kepada PT Bio Farma, untuk dilakukan formulasi dan produksi dalam rangka uji klinis dari tahap satu hingga tiga.

Setelah uji klinis selesai dan BPOM menyatakan vaksin Merah Putih aman digunakan, cocok untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap Covid-19, makan akan dilakukan produksi massal oleh PT Bio Farma.

" Jika semua berjalan lancar, produksi massal vaksin Merah Putih oleh PT Bio Farma dan perusahaan farmasi lain, dilaksanakan pada triwulan keempat 2021. Vaksin ini akan melengkapi vaksin COVID-19 hasil kerja sama dengan pihak luar," ujar mantan Gubernur DKI itu.

6 dari 6 halaman

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga mengatakan kepada tim untuk selalu mematuhi dan mengikuti segalara prosedur yang ada.

Ia mengingatkan bahwa vaksin harus bersifat aman, tidak ada efek samping yang berbahaya bagi manusia, dan tentu harus berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh dalam menghadapi virus Covid-19.

      View this post on Instagram    

Selamat siang. Saya menerima Tim Vaksin Merah Putih di Istana Bogor pagi ini, untuk mengetahui perkembangan dari vaksin yang tengah dikembangkan di dalam negeri. Saya menaruh harapan besar bagi pengembangan vaksin Merah Putih tersebut, selain untuk masyarakat, juga untuk menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia untuk mengembangkan vaksin sendiri. Ketua Tim tadi menyampaikan bahwa Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah memulai upaya pengembangan vaksin Merah Putih dengan menggunakan isolat virus yang beredar di Indonesia. Selanjutnya, sekitar awal tahun depan, bibit vaksin ditargetkan dapat diserahkan kepada Bio Farma untuk formulasi dan produksi, dalam rangka uji klinis tahap satu hingga tiga. Jika semua berjalan lancar, produksi massal vaksin Merah Putih oleh PT Bio Farma dan perusahaan farmasi lain, dilaksanakan pada triwulan keempat 2021. Vaksin ini akan melengkapi vaksin Covid-19 hasil kerja sama dengan pihak luar. Saya mengingatkan tim ini untuk mengikuti segala prosedur karena vaksin itu harus aman, tanpa efek samping yang membahayakan, dan berkhasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh kita menghadapi virus Covid-19.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on 

 

Beri Komentar