Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama, Lukman Haki Saifuddin Dan Jemaah Haji (MCH)
Dream – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, berkunjung ke sejumlah pemondokan jemaah haji di Mekah, Arab Saudi. Dalam kunjungan itu Lukman mendapatkan apresiasi dan masukan dari jemaah haji.
Jemaah asal Kuningan, Jawa Barat, yang tergabung dalam kloter JKS-56, Dadang Suwarga, mengatakan terdapat masukan terutama mengenai layanan transportasi jemaah haji. Dadang merasa proses keberangkatan dari Embarkasi Jakarta-Bekasi ke Bandara Soekarno-Hatta cukup lama.
" Nunggu agak lama di bus, saat keberangkatan," ujar Dadang yang tinggal di Hotel Tarawat Al Khalil, Misfalah, Mekah, Senin 13 Agustus 2018.
Sementara itu, jemaah asal Bekasi, Yudi, yang tinggal di Hotel As Syisyah meminta Lukman aktif dalam pembaruan informasi di aplikasi haji pintar. Saran ini dia lontarkan karena pengalamannya mencari tahu informasi penerbangan dan keberangkatan yang akan digunakan untuk ke Tanah Suci.
" Haji pintar harus memuat informasi yang aktif," ucap Yudi.
Sementara itu, jemaah haji lain yang tinggal di hotel ini, Asep, juga meminta Lukman membuat tim pengantar yang tanggap pada jemaah. Asep menyebut, rekan jemaah dalam rombongannya yang tersasar perlu waktu hingga dua jam hingga sampai ke pemondokan. " Jemaah harus dijemput oleh kita," ujar dia.
Sementara itu, masukan lain sampaikan jemaah asal kloter JKS-51 Muhammad Thaif. Dia menyarankan, katering yang sudah bagus diselingi makanan non-kolesterol. " Kalau bisa variasi menu, jangan banyak daging, bisa lebih banyak sayurnya," ujar Thaif.
Mendengar masukan jemaah itu, Lukman berterima kasih. Menurut dia, penambahan kuota sepuluh ribu jemaah memang tidak sebanding dengan jumlah petugasnya.
" Jadi, selaku Amirul Hajj, penanggung jawab keseluruhan, saya memohon maaf bila ada ketidaknyaman pada jemaah haji kita, tapi ini masukan yang sangat baik, akan kita bicarakan dengan petugas sektor agar tak membebani jemaah," ujar Lukman.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya