Jemaah Haji Indonesia (MCH)
Dream - Pemerintah Arab Saudi memperketat pengecekan imigrasi jelang pelaksanaan ibadah haji. Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, M. Hery Saripuddin, mengatakan, pengecekan biasanya dilakukan menjelang 1 Dzulhijah.
" Biasanya tiga lapis pemeriksaan," kata Hery, melalui sambungan telepon dengan Dream, Senin 30 Juli 2018.
Menurut Hery, pengetatan imigrasi itu tak lain demi kenyamanan proses haji saat di Mina. " Kan crowded tuh," ujar dia.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi perizinan jemaah dan para sopir yang membawa calon haji. Kealpaan izin akan membuat jemaah dan sopir akan dikenai denda besar.
" Selain denda dan penyitaan mobil, akan dipenjara. Jika ekspratriat akan dideportasi dan di-blacklist," ujar dia.
Hery mengimbau, baik mukimin dan jemaah haji perlu menaati aturan yang berlaku ini. " Jangan sampai enggak punya izin," ujar dia.
Sebelumnya, Saudi Gazette memberitakan imbauan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Arab Saudi atau Jawazat mengenai sanksi dan pembentukan tim pengawas izin haji. Para sopir yang kedapatan membawa jemaah haji tanpa izin akan dikenai sanksi tegas.
Berikut aturan yang diterapkan Arab Saudi:
1. Sanksi bagi pelanggar untuk kali pertama:
2. Sanksi bagi pelanggar untuk kali ke dua:
3. Sanksi bagi pelanggar untuk kali ke tiga:
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci