Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Rusanah Binti Tengku Badai (Kemenag.go.id)
Dream - Mungkin banyak orang menganggap mahal biaya haji tahun ini. Namun bagi jemaah haji asal Aceh, Rusanah binti Tengku Badai, ongkos haji tahun ini cukup murah.
Bagi nenek asal Kampung Tungkop, Indra Jaya – Caleu, Aceh, ini ongkos haji Rp50 juta tergolong murah. Tahun sebelumnya, ongkos haji atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji dipatok Rp39,8 juta.
Tahun ini adalah kali keduanya berangkat ke Tanah Suci. Sebelumnya, nenek 80 tahun ini menunaikan haji pada tahun 2002, atau dua tahun sebelum sebelum tsunami Aceh.
Wanita yang akrab disapa Hajjah Rusanah ini bercerita, ongkos naik hajinya yang pertama setara 330 gram emas. Saat itu, dia menjual beberapa petak sawah.
Pada 21 tahun lalu, ia mengaku tidur di atas lantai saat menunaikan ibadah haji. Sementara tahun ini disediakan kasur untuk tiap jemaah.
“ Saat itu, langsung di atas lantai tidurnya. Sekarang di hotel kasih kasur satu orang satu. Kamarnya dibersihkan oleh petugas kebersihan dari banglades,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga harus membawa beras yang dimasukkan ke dalam tas besar. Dia membeli kompor di Tanah Suci untuk memasak.
“ Tahun ini murah sekali ongkosnya. Karena saya dilayani sejak dari Sigli sampai Banda Aceh, sampai Madinah, sampai ke pulang lagi ke sini (Makkah),” ceritanya.
“ (Bayar) Rp50 juta masih murah karena semua kebutuhan kami dapat, dikasih makanan, nasi dan buah-buahan juga. Tidur pun kami nyaman di sini, tidak seperi di kampung. Seprei pun diganti hampir setiap hari,” sambungnya.

Menurutnya, dengan ongkos tersebut jemaah mendapatkan fasilitas yang sesuai. Misalnya selalu diberikan makanan.
“ Ongkos Rp50 juta belum apa-apa, masih lumayan lah. Selalu dikasih makanan. Kalau (ongkos) sekarang setara 66 gram emas semuanya, sudahlah memadai,” katanya lagi.
Meski begitu, ia mengaku bahwa mendaftar hajinya yang pertama di tahun 2002 masih lebih mudah dan tidak harus mengantri lama seperti saat ini. Namun, Rusanah tetap merasa puas dengan pelayanan haji yang dahulu maupun sekarang.
“ Masa haji dulu juga puas saya. Untuk haji sekarang ini, lebih puas lagi saya. Sangat menyenangkan ibadah haji saat ini, begitu juga pada masa dulu,” tandasnya.
sumber: Kemenag.go.id.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha