Fanoos: Ramadan Penuh Lentera di Negeri Cleopatra

Reporter : Puri Yuanita
Senin, 22 Juni 2015 12:00
Fanoos: Ramadan Penuh Lentera di Negeri Cleopatra
Ratusan lentera dengan beragam rupa dan warna bertebaran menghiasi hampir seluruh bangunan dan sudut jalan.

Dream - Beragam cara dilakukan umat Islam di berbagai belahan dunia untuk merayakan hadirnya bulan suci Ramadan. Di Mesir misalnya. Masyarakat Mesir punya tradisi unik yang hanya bisa ditemukan selama bulan Ramadan.

Tradisi unik ini bernama Fanoos, yang dalam bahasa Indonesia berarti lentera Ramadan. Fanoos merupakan sebuah festival lentera yang digelar sebagai simbol rasa syukur masyarakat Mesir atas datangnya bulan Ramadan yang penuh rahmat.

Seperti dilansir Dream dari laman Culture Everyday, Senin 22 Juni 2015, kala Festival Fanoos berlangsung, berbagai kota di Mesir akan dipenuhi oleh temaram cahaya lentera.

Ratusan lentera dengan beragam rupa dan warna bertebaran menghiasi hampir seluruh bangunan dan sudut jalan. Tampak sangat indah, terutama jika disaksikan saat malam hari.

Biasanya, sepekan sebelum Ramadan tiba, para pengrajin Fanoos sudah mulai bekerja membuat lentera. Saat itu, seluruh jalanan kota di negeri asal Cleopatra itu akan diramaikan oleh para pembuat Fanoos. Kebanyakan dari para pengrajin tersebut membuka lapak-lapak kecil di tepi jalan.

Tak ada yang tahu pasti dari mana dan sejak kapan tradisi Fanoos ini muncul. Beberapa pendapat mengatakan bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman Firaun. Konon pada masa itu tradisi ini dilakukan sebagai sebuah perayaan atas kelahiran Dewa Osiris atau dewa maut Mesir kuno. Namun, versi lain menyebutkan bahwa tradisi Fanoos dahulunya dilakukan untuk menyambut kedatangan Sultan kembali ke Kairo.

Adapula satu legenda populer di sana yang menyebutkan bahwa asal-usul Fanoos berawal ketika seorang penguasa Mesir bernama Al Hakim Bi Amrillah pada abad ke 10 memerintahkan semua imam di Kairo untuk menerangi jalanan selama Ramadan.

Terlepas dari berbagai versi asal-usulnya, Fanoos menjadi tradisi unik yang hingga kini masih terus dijalankan oleh masyarakat Mesir. Festival ini bahkan menjadi ajang bagi anak-anak di sana untuk berbagi kebahagiaan.

Selama festival berlangsung, setiap malam harinya akan ada banyak anak-anak Mesir berkumpul dan berlari-larian di sepanjang jalan sambil membawa lentera cantik berwarna-warni.

Beri Komentar