Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Desain House Of One (Mirror.co.uk)
Dream - Desain rumah ibadah bersama bagi tiga agama (Islam, Kristen, dan Yahudi) yang diberi nama House of One telah rampung. Sang perancang, Wilfried Kuehn mengaku tak terlalu menemui kesulitan untuk menyelesaikannya.
Selama penelitian menentukan desain rumah ibadah '3 in 1', Kuehn dan timnya ternyata menemukan banyak kesamanan desain antara Gereja, Masjid dan Sinagog.
" Yang menarik dalam penelitian kami soal tipe rumah ibadah Muslim, Kristen dan Yahudi ternyata mereka ini berbagi banyak kesamaan dalam hal tipologi arsitekturalnya. Tak terlalu jauh beda," kata arsitek asal Jerman itu dikutip dari laman BBC, Rabu 24 Juni 2014.
Berdasarkan penelitian timnya, kata Kuehn, sebuah masjid itu ternyata tak harus punya menara. Selain itu, bangunan gereja juga tak perlu menara. " Jadi desain tim kami ini kembali ke asal saat ketiga agama tersebut dekat dan berbagi banyak hal secara arsitektural," ujarnya.
Desain House of One secara garis besar berbentuk bangunan tinggi berbahan batu bata dengan sebuah menara persegi panjang di tengahnya. Dalam bangunan akan dibagi empat ruangan, yakni bangunan A yang terletak di tengah dipakai untuk tempat pertemuan semua warga (apapun agama mereka), termasuk atheis.
Sementara bangunan B untuk masjid yang dilengkapi fasilitas wudhu. Lalu, bangunan C untuk gereja akan dilengkapi dengan piano. Terakhir bangunan D untuk sinagog. Khusus untuk masjid dan sinagog, bangunan terdiri dari dua tingkat dan untuk gereja, hanya satu tingkat.
Dibutuhkan dana sekitar 43,5 juta euro setara Rp703 miliar untuk membangun rumah ibadah ini. Siapa saja bisa memberikan sumbangan. Nilai sumbangan terendah adalah seharga satu batu bata.
Bangunan ini bakal menjadi daya tarik tersendiri, karena terletak di sebelah Museum Island, Berlin, Jerman. Gagasan membangun House of One muncul saat arkeolog menggali tanah di bawah Museum Island, 2009 silam. Mereka menemukan sisa-sisa gereja awal Berlin, yaitu Petrikirche dan sekolah latih. Keduanya diperkirakan dibangun 1350.
Dari situ kemudian disepakati sesuatu yang visioner harus dibangun di situs pendiri Berlin, yang dikenal sebagai kota multi-kultur dan multi-iman. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya