Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketupat (merdeka.com)
Dream - Beragam tradisi dan keunikan warga dalam merayakan bulan suci Ramadan banyak dijalankan di berbagai daerah. Mulai dari festival dan segala macamnya, bahkan kuliner pun turut meramaikan meriahnya bulan suci ini. Salah satunya di Binjai Sumatera Utara, ada tradisi kenduri ketupatan melewati 15 hari Ramadan.
" Ya ada kenduri ketupatan setelah 15 hari Ramadan dijalankan," kata salah seorang warga Kelurahan Sumber Karya Kota Binjai Mahruzar, di Binjai, seperti dilansir Merdeka.com.
Uniknya, kenduri yang dilaksanakan warga ini hanya menghidangkan ketupat sebagai menu utama yang disantap usai melaksanakan doa syukuran. " Ini dilakukan setiap melewati hari ke 15 puasa Ramadan, di mana hampir seluruh warga lingkungan membuat sarang ketupat di rumah masing-masing," katanya.
Sarang ketupat yang dibuat ini bukan untuk dijual sebagai pertanda menyambut datangnya lebaran, namun sarang ketupat yang dibuat dari daun kelapa muda atau yang dikenal dengan sebutan janur ini sengaja dibuat warga dan diisi dengan beras ketan dan diolah hingga masak.
Kemudian ketupat yang sudah jadi ini akan dibawa ke masjid dan dikumpulkan dengan ketupat buatan warga lainnya. Lalu menjadi menu utama saat digelarnya acara kenduri ketupatan usai sholat Taraweh malam harinya. " Ini sudah menjadi tradisi warga di sini, di mana setiap tahunnya mereka melaksanakannya," katanya.
Hampir seluruh warga di sini ikut melaksanakan tradisi ini, karena di sini bermukim warga dari etnis Banten. Ketupat sendiri melambangkan bahwa mereka telah melaksanakan puasa Ramadan selama 15 hari atau setengah bulan, dan akan terus melaksanakan ibadah puasa hingga memasuki lebaran nanti.
" " Makanya sebelum warga memakan ketupat yang telah dihidangkan dan dikumpulkan dari seluruh warga, para warga yang hadir mulai membacakan doa syukur dan bermohon kesehatan kepada Allah Taala, agar para warga bisa terus melaksanakan puasa hingga usai," ungkapnya.
Dia juga berharap kenduri ketupatan yang merupakan tradisi leluhur mereka ini, nantinya bisa dilanjutkan oleh anak cucunya. Sehingga tradisi nenek moyang etnis Banten yang pertama kali berdomisili di lingkungan ini bisa tetap terjaga dan berkembang. " Ini merupakan tradisi saja, bukan ada hal lain," tegasnya.
Selain merupakan wujud syukur atas nikmat kesehatan diberikan Allah, warga juga berharap bisa melaksanakan ibadah puasa hingga berakhirnya bulan Ramadan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya