Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tradisi Musahirati (www.electronicintifada.net)
Dream - Muslim Palestina di Kota Tua Jerusalem terus berusaha menghidupkan kembali tradisi Musahirati. Sebuah tradisi membangunkan warga menjelang makan sahur saat Ramadan. Tradisi itu semakin hari semakin ditinggalkan oleh warga Palestina, terutama kaum muda. Padahal, berpuluh-puluh tahun silam, para pemuda paling antusias melakukan tradisi kuno ini.
Dalam tradisi ini, kelompok pemuda Palestina mengenakan pakaian tradisional setempat. Mereka berjalan menyusuri jalan-jalan kota, masuk ke gang-gang kecil di sudut-sudut permukiman warga. Tak sekedar jalan, mereka berteriak-teriak membangunkan kaum muslim untuk makan sahur.
Tak hanya itu, para pemuda itu juga membunyikan tetabuhan bising. Kaleng, besi, ember, dan alat-alat lain yang bisa mengeluarkan suara keras jika dipukul pasti dibawa. Kebisingan suara itulah yang diharapkan bisa membangunkan kaum muslim untuk makan sahur sebelum menjalani puasa pagi harinya.
" Mereka berkeliling lingkungan dan jalanan di Kota Tua. Mereka membangunkan warga dengan kata-kata bersahabat dan drum, sehingga anak-anak bangun dan memiliki kenangan menyenangkan dalam bulan ini," tutur Abed al-Mueti al-Natsheh, warga yang tinggal di Kota Tua Jerusalem, dikutip dari Al Arabiya, Rabu 16 Juli 2014.

Tradisi Musahirati. Sumber: Al Arabiya
Tak hanya di Kota Tua Jerusalem. Pemuda muslim yang tinggal di Hebron juga mulai menghidupkan kembali tradisi yang mulai punah ini. Setidaknya ada duabelas pemuda yang juga anggota Bulan Sabit Merah--sebuah organisasi kemanusiaan--di Hebron, getol menghidupkan kembali tradisi warisan leluhur mereka ini.
" Ide Musahirati di Bulan Sabit Merah merupakan inisiatif dari para pemuda yang telah terjadi enam tahun ini. Idenya datang dari pemuda untuk menghidupkan kembali tradisi Musahirati Palestina, sebuah tradisi yang telah lama dilupakan," tutur Jawdat al-Muhtasib, salah satu anggota Bulan Sabit Merah Hebron.
Menurut Al-Muhtasib, Musahirati yang saat ini dihidupkan kembali merupakan warisan dari leluhur mereka. Para pemuda dengan suka rela berjalan dari blok satu ke blok lainnya untuk membangunkan warga. Meskipun ini membuat mereka mengantuk saat mulai bekerja pada pagi hari.
Relawan Bulan Sabit Merah lainnya, Osama Abu Subayh, menambahkan tradisi kuno ini telah berubah selama beratus-ratus tahun silam, namun bunyi drum dan tetabuhan bising itu telah banyak membantu warga di sana untuk bangun di tengah malam saat Ramadan.
" Musahirati merupakan tradisi kuno. Nabi Muhammad telah menganjurkan dalam hadis. Pada waktu lampau ini dilakukan dalam bentuk yang berbeda. Menjalankan tradisi ini dalam zaman modern, relawan Bulan Sabit Merah berjalan menyusuri jalanan dan lingkungan di Hebron," tambah Abu Subayh.
Di tahun-tahun sebelumnya, tradisi ini mati sama sekali. Selain karena tak menarik minat pemuda, tradisi ini dilarang olah Israel yang menduduki Kota Tua Jerusalem. Banyak pemuda yang menjalankan tradisi ini ditangkap tentara Zionis. Namun sekarang, pemuda Palestina banyak yang berani menghidupkannya lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya