Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Zunera Ishaq, Muslimah Kanada Yang Memperjuangkan Pemakaian Cadar (independent.co.uk)
Dream - Berkat perjuangan Muslimah bernama Zunera Ishaq, Mahkamah Agung Kanada pada pertengahan bulan lalu mencabut kebijakan larangan pemakaian niqab atau cadar.
Dengan keputusan tersebut, seorang Muslimah masih diperbolehkan tetap menutup wajahnya saat dilantik sebagai warga negara Kanada yang baru.
Namun keputusan pengadilan tertinggi Kanada itu belum diterima iklas pemerintah. Buktinya, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper melalui Partai Konservatif yang dipimpinnya menyatakan banding terhadap keputusan tersebut.
Harper memastikan akan mengupayakan segala cara untuk menghentikan guru kelahiran Pakistan itu tetap memakai cadarnya saat mengikuti upacara pengucapan sumpah sebagai warga negara Kanada.
Seperti diketahui, Pemerintah Kanada telah memberlakukan larangan Muslimah memakai cadar sejak tahun 2011. Namun peraturan tersebut ditentang oleh Ishaq yang kemudian dengan keberaniannya mengajukan perkara tersebut ke pengadilan.
Setelah melalui proses panjang, Ishaq akhirnya memenangkan gugatannya dan Mahkamah Agung Kanada mencabut peraturan yang melarang Muslimah memakai cadar sejak 2011 pada 15 September lalu.
Ishaq adalah Muslimah kelahiran Pakistan yang pindah ke Kanada pada 2008 untuk mengikuti suaminya, Mohammed, yang sudah lebih dahulu menjadi warga Kanada. Sejak berusia 15 tahun, Ishaq sudah memakai niqab.
"Saya berasal dari keluarga yang bisa dibilang liberal di Lahore dan saya memutuskan memakai niqab dari usia yang masih sangat muda, 15 tahun," kata Ishaq kepada Independent.
Menurut Ishaq, Harper menggunakan isu cadar untuk meraup suara sebelum dilakukan pemilihan umum yang akan digelar pada 19 Oktober mendatang.
Sebelumnya, beberapa surat kabar di Kanada menduga Mohammed memaksa istrinya untuk memakai niqab. Namun dari wawancara yang dilakukan Independent sudah jelas bahwa wanita 29 tahun ini sudah bercadar sejak masih remaja.
Ishaq mengatakan dia mengakui bahwa suami dan mertuanya lebih suka dia tinggal di rumah daripada menjadi guru. Namun mereka menerima keputusannya untuk menjadi guru.
"Kami memutuskan bersama bahwa saya akan melanjutkan karier saya dan melanjutkan kuliah di sini." (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?