Nyorog, Tradisi Jelang Ramadan yang Terkikis Zaman

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 18 Juni 2015 10:02
Nyorog, Tradisi Jelang Ramadan yang Terkikis Zaman
Tradisi asli Betawi ini mulai ditinggalkan. Padahal kaya makna.

Dream - Di Betawi, dikenal tradisi nyorog atau membagi-bagikan bingkisan kepada anggota keluarga atau tetangga. Kebiasaan ini dilakukan sebelum datangnya bulan Ramadan.

Sekarang, istilah nyorog barangkali hampir punah karena tradisi ini sudah mulai menghilang. Tetapi, tradisi nyorog berganti dengan tradisi mengirim bingkisan kepada sanak saudara. Bingkisan itu biasanya berisi sembako, sirup, hingga kue-kue.

Dalam tradisi ini, sanak keluarga tidak jarang membawa makanan khas Betawi. Makanan itu adalah sayur gabus pucung. Sayur gabus pucung berbahan dasar ikan gabus yang digoreng dan kemudian dimasak menggunakan berbagai rempah seperti kemiri, cabai merah, jahe, dan kunyit.

Tradisi nyorog biasanya dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada yang usianya lebih tua. Biasanya ada ucapan meminta restu dan memohon agar diberi kelancaran menjalankan ibadah puasa.

Nyorog juga dipercaya masyarakat sebagai tanda untuk saling mengingatkan jika bulan suci Ramadan akan segera datang. Selain itu, tradisi ini dapat mempererat tali silaturahi antar tetangga atau keluarga.

Beri Komentar