Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Komunitas Muslim di Malawi tengah memerangi perceraian dengan mengajarkan nilai-nilai Alquran. Mereka berharap nilai-nilai yang diajarkan Kitab Suci itu bisa menyelamatkan keluarga Muslim di negara Afrika bagian selatan itu dari perceraian yang angkanya terus meningkat.
“ Islam menganggap pernikahan sebagai landasan iman. Dan di dalam salah satu hadis, Nabi (Muhammad SAW) meninggikan pernikahan sebagai salah satu perintah bagi seorang Muslim,” tutur Sheikh Muhammad Uthuman, seorang konselor pernikahan pada Asosiasi Muslim Malawi, sebagaimana dikutip Dream dari On Islam, Sabtu 27 Desemebr 2014.
Uthuman menambahkan, tingkat perceraian di negaranya telah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Sehingga, komunitas Muslim harus menghormati kesucian pernikahan sebagaimana diajarkan dalam Alquran. Dengan ajaran Kitab Suci itu, diharapkan ikatan pernikahan di antara Muslim Malawi menjadi semakin kokoh.
“ Ini akan menggugah kami agar semakin mengintensifkan upaya kami untuk memperkuat pernikahan,” kata dia.
Menurut Uthuman, sebuah keluarga ibaratnya seperti sebuah blok bangunan untuk masyarakat yang sukses. Jika tingkat perceraian dibiarkan tetap setinggi, maka masyarakat tidak akan memiliki nilai yang bisa dibanggakan. Struktur masyarakat kita akan hancur.
“ Kita tidak bisa mengklaim sebagai masyarakat religius jika kita tidak menghormati kesucian pernikahan. Kita harus menyelamatkan nilai-nilai keluarga yang stabil untuk masyarakat,” tutur Uthuman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya