Tarim, Kisah Kota Paling Diberkati di Muka Bumi

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 14 Juni 2021 08:02
Tarim, Kisah Kota Paling Diberkati di Muka Bumi
Namun ternyata selain kedua kota suci tersebut, adapula kota lain yang diberkahi Allah dengan berbagai keistimewaan.

Dream - Mekah dan Madinah diyakini sebagai kota paling diberkahi di muka bumi. Keistimewaan kedua kota itu bahkan dijelaskan dalam Al-Quran. Namun ternyata selain kedua kota suci tersebut, adapula kota lain yang diberkahi Allah dengan berbagai keistimewaan. Kota itu adalah Tarim.

Tarim adalah sebuah kota bersejarah yang terletak di Hadhramaut, Yaman. Kota ini dianggap sebagai salah satu negeri yang paling diberkahi karena merupakan pusat berkumpulnya wali-wali Allah.

Keistimewaan lain dari kota ini adalah terdapatnya banyak masjid, jumlahnya mencapai 360 buah, sesuai dengan jumlah hari dalam 1 tahun. Tarim juga dikenal sebagai pusat menuntut ilmu para alim ulama.

Kota Tarim kerap dijuluki sebagai Al-Ghanna, yang berarti suatu tempat yang sangat subur. Meski berada di tengah kawasan gurun tandus berpasir, kota ini diberkahi dengan pohon-pohon besar nan rimbun serta sumber-sumber air bersih.

1 dari 6 halaman

Tarim dikenal pula dengan sebutan Madina As-Shiddiq. Sebab, di kota inilah sahabat Nabi Abubakar Ash-Shiddiq meminta sumpah setia penguasa Tarim pada masa itu, yang bernama Ziyad bin Lubaid Al-Anshori beserta penduduknya.

Di antara sekian banyak kelebihan kota ini, satu yang paling membuatnya istimewa adalah di sini banyak tersebar anak cucu keturunan Ahlul Bait Rasulullah SAW. Masyarakat di kota ini dirahmati dengan kebaikan dan perilaku yang mulia karena masih memiliki darah keturunan nabi.

Nabi Muhammad SAW bahkan pernah memuji kota ini dalam sabdanya, " Sesungguhnya aku benar-benar mencium harumnya karunia Tuhan yang Maha Pemurah dari Yaman. Berapa banyak mata air kemurahan dan hikmah yang terpancar dari sana."

2 dari 6 halaman

Karena begitu istimewanya Kota Tarim, sampai sekarang banyak orang datang ke sana untuk mengambil barokah, menuntut ilmu hingga berziarah ke makam wali-wali Allah. Meskipun kondisi negara Yaman saat ini masih tak kondusif untuk dikunjungi.

Kini Tarim menjelma menjadi sebuah kota kecil yang hening. Tak ada klakson kendaraan, gedung pencakar langit atau jenis kemewahan lain layaknya di kota-kota metropolitan. Tarim hanya kota mungil berpenduduk seratus ribu jiwa.

Di sini pemukiman penduduk masih didominasi oleh rumah-rumah yang terbuat dari tanah liat kering. Kota ini menawarkan suasana klasik yang kental. Jika kebanyakan kota-kota di kawasan Timur Tengah berhawa panas, maka tidak berlaku di tempat ini. Pepohonan rimbun yang tumbuh di sepanjang jalan membuat kota ini teduh.

Di kota ini juga masih terdapat banyak bangunan tua peninggalan peradaban Islam masa lalu. Mulai dari masjid-masjid tua, madrasah ulama, makam para wali dan orang saleh serta jejak-jejak peninggalan sahabat Nabi. Karena menyimpan jutaan sejarah, sejak tahun 2010 Tarim dinobatkan sebagai Ibukota Kebudayaan Islam. Subhanallah. (Ism)

3 dari 6 halaman

Haqf, Negeri Para Penyembah Berhala yang Dibinasakan Tuhan

Dream - Mayoritas umat Muslim tentu pernah mendengar kisah umat Nabi Hud AS, kaum 'Aad, yang ditimpa azab Allah SWT. Dikisahkan kaum 'Aad merupakan kaum yang durhaka kepada Allah dengan menjadi kaum yang pertama kali menyembah berhala setelah peristiwa banjir besar dan luluhlantaknya umat manusia kafir pada masa Nabi Nuh AS.

Kisah tentang kaum 'Aad ini bahkan tertuang jelas dalam Al-Quran antara lain surat Al-A'raaf dan surat Hud. Dalam Quran diceritakan, Nabi Hud AS sengaja diutus Allah untuk menyelamatkan kaum 'Aad dari kebodohan dan kesesatan.

Namun sekeras apapun usaha Nabi Hud AS, mereka tetap tidak mau mengakui Allah sebagai Tuhan. Kaum 'Aad bahkan 'menantang' Allah untuk segera mendatangkan azab pada mereka.

Hingga akhirnya, 'tantangan' tersebut terjawab. Dalam Quran surat Al-Haqqah dijelaskan, Allah mendatangkan azab yang dahsyat pada kaum 'Aad. Azab tersebut berupa angin yang sangat kencang. Saking kencangnya, angin tersebut lalu memutar kepala-kepala mereka hingga putus dan yang tersisa hanya jasad-jasad tanpa kepala.

4 dari 6 halaman

Beberapa dari mereka lari mengungsi ke gua-gua dan gunung-gunung karena rumah-rumahnya telah hancur. Namun kemudian Allah mengutus angin Al-Aqim, yakni angin panas yang disertai nyala api untuk membinasakan mereka. Alhasil tak ada bentuk kehidupan yang tersisa. Negeri kaum 'Aad musnah seketika.

Namun setelah berabad-abad lamanya, jejak peristiwa maha dahsyat itu ternyata dapat ditelusuri kembali. Sejumlah ulama, ahli tafsir hingga ahli geografi melakukan penelitian dan mendapati bahwa dahulu kaum 'Aad tinggal di sebuah wilayah bernama Haqf. Haqf berarti 'pasir yang miring'. Kini, wilayah tersebut bernama Zhaafar dan merupakan bagian dari negara Yaman yang berbatasan langsung dengan Oman.

Adapun peninggalan-peninggalan kaum 'Aad memang telah musnah tertimbun pasir. Namun adanya penggalian dan penelitian arkeologi sejak tahun 1980-an hingga 2000-an berhasil menemukan sisa-sisa bangunan yang dianggap peninggalan kaum 'Aad.

Bangunan ini ditemukan terkubur di padang pasir ar-Rub'u al-Khali di wilayah Zhaafar, 150 km sebelah utara Kota Shalabah, selatan kerajaan Oman. Penemuan tersebut membuktikan kebenaran kisah kaum 'Aad dalam Al-Quran.

5 dari 6 halaman

Ini Temuan Jejak Kota Sodom di Tepi Laut Mati

Dream - Umat muslim tentu pernah mendengar kisah kehancuran umat Nabi Luth AS di Kota Sodom. Masyarakat Kota Sodom dikenal dengan perzinahan dan penyimpangan seksualnya. Karena itu pula Tuhan mendatangkan azab berupa kehancuran melalui sebuah gempa bumi maha dahsyat.

Kisah ini bahkan tertuang jelas dalam Al Quran surat Huud ayat 82. "  Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi." Dalam ayat tersebut dijelaskan, Allah 'menjungkirbalikkan' Kota Sodom hingga luluh lantah tak tersisa.

Meski telah lenyap berabad-abad yang lalu, jejak Kota Sodom ternyata masih dapat ditelusuri. Penelitian arkeologis mendapati, Kota Sodom terletak di tepi Laut Mati (dahulunya merupakan Danau Luth). Kota ini memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania.

Temuan arkeolog ini diperkuat oleh penelitian seorang geolog asal Inggris bernama Graham Harris. Graham dan timnya menemukan bahwa Sodom dibangun di pesisir Laut Mati dan penduduknya berdagang aspal yang tersedia di wilayah tersebut. Daerah pemukiman warga Sodom berupa dataran yang mudah diguncang gempa.

 

6 dari 6 halaman

Di samping mendapati fakta Kota Sodom adalah zona gempa bumi, selama penggalian tim geolog menemukan banyak lapisan lahar dan batu basal bukti pernah terjadinya letusan gunung berapi dan gempa bumi maha dahsyat di pesisir Laut Mati.

Sementara peneliti lain asal Jerman, Werner Keller, mengungkap hasil temuan yang lebih detail. Penelitian Werner menghasilkan fakta bahwa Kota Sodom dahulunya terletak di wilayah yang kini bernama Lembah Siddim. Sedangkan gempa bumi maha dahsyat yang mengancurkan kaum Sodom diperkirakan dulunya terjadi dari tepi Gunung Taurus. Lalu memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba melintasi Laut Merah hingga mengguncang Afrika.

Werner menduga saat itu Lembah Siddim (Kota Sodom) terjerumus ke dalam jurang yang sangat dalam akibat guncangan gempa yang sangat hebat. Ia juga memperkirakan gempa tersebut disertai letusan, petir, keluarnya gas alam bahkan munculnya lautan api yang dahsyat.

Serangkaian penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah itu membuktikan bahwa kaum Luth memang pernah hidup pada masa lalu di sekitar wilayah Laut Mati yang kini berada di perbatasan negara Israel dan Yordania.

(Berbagai sumber)

Beri Komentar