Satu Klub Bola Ramai-ramai Masuk Islam

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 17 September 2014 10:45
Satu Klub Bola Ramai-ramai Masuk Islam
Dalam benak mereka, pergi ke Dubai hanya untuk pemusatan latihan dan mewakili kalangan tunawisma, anak yatim, dan pemuda miskin. Namun, di Dubai itu pula mereka terkesan dengan ajaran Islam.

Dream - Ini kisah rombongan tim sepakbola Kamerun di Dubai. Tim yang beranggotakan 23 pemuda itu semula berniat melakukan pemusatan latihan di negara Teluk itu. Namun, setelah melakoni program latihan selama dua bulan, para pemuda itu ramai-ramai masuk Islam.

" Ini sungguh mengagumkan di saat usia bermain, para pemuda ini mencari keyakinan dan pencerahan," kata Javeed Khateeb, penasihat agama dari Departemen Amal dan Urusan Islam di Dubai (IACAD), sebagaimana dikutip Dream dari On Islam, Rabu 17 September 2014.

Menurut dia, baru kali ini ada rombongan besar yang mengucap kalimat syahadat, untuk menjadi mualaf, secara bersama-sama dari satu kelompok yang sama. " Kami biasa mendapatkan kelompok besar, tapi biasanya dari latar belakang yang berbeda," tambah Khateeb.

Para pemuda itu memang sebelumnya tak pernah membayangkan akan masuk Islam di Dubai. Dalam benak mereka, pergi ke Dubai hanya untuk pemusatan latihan dan mewakili kalangan tunawisma, anak yatim, dan pemuda miskin.

Satu Klub Bola Ramai-ramai Masuk Islam© On Islam

Pemuda Kamerun masuk Islam. Sumber: On Islam

Namun, di Dubai itu pula mereka terkesan dengan ajaran Islam. Mereka menemukan kedamaian dan ketenangan dalam Islam. Ditambah lagi, mereka terkesan dengan kebaikan hati dari para pemain Muslim yang berlatih bersama mereka.

" Mereka sangat terkesan dengan sikap Muslim, tapi kebanyakan dari mereka terkesan oleh bebaikan dan penghormatan yang mereka terima," tutur Khateeb.

Karena terkesan itulah para pemuda, pelatih, dan pendamping tim belajar banyak tentang Islam di IACAD. Di sana, mereka banyak bertanya tentang ajaran Islam. Kebanyakan, mereka bertanya tentang konsep halal dan haram, minum alkohol, dan lain sebagainya.

" Dua di antara mereka tidak ingin masuk Islam, tapi mereka akan belajar banyak tentang Islam sebelum memutuskan apa yang akan mereka lakukan," tutur Khateeb. (Ism)

Beri Komentar