Terungkap! Kenapa Ada Lubang Kecil di Tiap Jendela Pesawat

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 27 November 2015 20:03
Terungkap! Kenapa Ada Lubang Kecil di Tiap Jendela Pesawat
Jangan anggap remeh karena lubang kecil yang terletak di bagian bawah kaca jendela itu adalah sebuah fitur keamanan yang sangat penting.

Dream - Anda pengguna moda transportasi pesawat terbang mungkin mengetahui hal ini. Jika diperhatikan secara cermat, setiap jendela pesawat umumnya memiliki sebuah lubang kecil di bagian bawahnya. Lantas apas sebenarnya fungsi lubang tersebut?

Rupanya, lubang kecil yang terletak di bagian bawah kaca jendela itu adalah sebuah fitur keamanan yang sangat penting.

Dilansir dari Travel and Leisure, lubang kecil tersebut disebut juga dengan 'lubang napas'. Lubang tersebut digunakan untuk mengatur jumlah tekanan yang lewat di antara panel dalam dan luar jendela itu.

Karena jika Anda perhatikan dengan jeli, kaca pesawat tidak hanya memiliki satu panel, melainkan ada dua hingga lebih sehingga membuat kaca semakin kuat.

Dengan kata lain, kegunaan lubang kecil ini adalah untuk memastikan saat terjadi suatu tekanan dari luar jendela, maka panel luarlah yang akan menanggung tekanan tersebut. Sehingga penumpang masih bisa bernapas dengan baik.

Selain itu, lubang tersebut juga memiliki fungsi untuk membantu kaca terhindar dari embun yang terjebak di antara panel kaca.

Meski jendela pesawat berlubang, Anda tak perlu khawatir. Sebab, lubang napas dengan ukuran kecil itu tidak akan membahayakan penumpang saat panel luar mengalami tekanan udara yang cukup besar.

Di samping itu, lubang tersebut juga tak akan menarik debu ke dalam pesawat karena jendela memiliki panel yang rapat. (Ism) 

1 dari 5 halaman

Terungkap! Ke Mana Perginya Kotoran Toilet Pesawat

Dream - Pernah menggunakan toilet dalam pesawat terbang? Jika pernah, kemana sebetulnya kotoran tersebut akan berakhir? Sebagian orang percaya jika kotoran manusia dari toilet pesawat akan dibuang saat pesawat sedang terbang di udara.

Keyakinan tersebut memang benar sampai ditemukannya sistem toilet modern yang diciptakan James Kemper. Toilet yang mengandalkan daya hisap dan sedikit air tersebut baru dipasang untuk pertama kalinya di pesawat Boeing pada 1982.

Sebelumnya, sistem toilet di dalam pesawat melibatkan sebuah ember atau wadah khusus yang dirancang sedemikian rupa.

Bagi penumpang pesawat di era Perang Dunia II, mungkin toilet ember yang dijuluki 'Elsan' adalah hal yang paling dibenci selama penerbangan.

Toilet Elsan rawan meluap dan memuntahkan 'isinya' keluar ke mana-mana, terlebih saat pesawat mengalami turbulensi atau pilot melakukan manuver ekstrem.

Kru pesawat kadang-kadang suka buang air kecil atau buang air besar ke dalam Elsan, sebelum melemparkannya keluar melalui jendela. Bahkan konon pilot tempur Inggris sering membuang toilet Elsan yang penuh dengan kotoran bersama dengan bom yang dijatuhkan ke tentara Jerman.

Setelah itu muncul toilet berbentuk kotak yang sulit digunakan yang diisi dengan cairan desinfektan berwarna biru bernama Skykem. Namun toilet ini juga rawan bocor.

Baru kemudian muncul toilet ala Kemper yang menggunakan sedikit air namun memiliki daya hisap kuat untuk menampung kotoran sementara sampai pesawat mendarat di bandara.

Sejak itu, teknologi pertoiletan pesawat tidak mengalami kemajuan yang berarti. Namun tetap ada variasi dari toilet James Kemper. Seperti yang digunakan di pesawat Boeing 787 yang punya penutup toilet otomatis.

" Tidak mungkin membuang kotoran dari toilet saat pesawat terbang," jelas Patrick Smith, seorang pilot dan penulis Cockpit Secret. " Baru saat pesawat mendarat di bandara tujuan, cairan biru dan kotoran di dalam toilet disedot oleh truk pengangkut kotoran dan dibuang di tempatnya."

Saat dipindahkan itu, semua kotoran itu sudah berwarna biru dan nyaris berbentuk cair seutuhnya. Pada beberapa kasus, suhu dingin di angkasa membuat cairan kotoran yang sudah tercampur desinfektan itu membeku sehingga disebut kristal biru.

Kendati demikian, meski jarang, ada juga 'kecelakaan kecil' ketika toilet bocor dan memuntahkan isinya keluar.

" Seorang pria di California memenangkan gugatan setelah potongan kristal biru jatuh dari pesawat dan menerjang perahu layarnya," tambah Kapten Smith.

" Dari toilet yang bocor, kotoran bercampur desinfektan membeku dan jatuh seperti bom es. Jika Anda pikir itu kejadian yang buruk, ada yang lebih buruk. Sebuah Boeing 727 mengalami kerusakan mesin setelah menelan sepotong kristal biru yang membeku ketika toiletnya bocor."

(Sumber: The Telegraph)

2 dari 5 halaman

Terungkap, Alasan Pilot Gunakan Kata `Mayday` Saat Darurat

Dream - Selama ini kita tahu, jika seorang pilot tengah berada dalam keadaan darurat di udara secara spontan akan diucapkan kata 'Mayday'. Kata ini berlaku bagi penerbangan di seluruh dunia tanpa terkecuali.

Lalu apa sebenarnya arti Mayday? Mengapa digunakan untuk situasi darurat di pesawat? Ternyata sejarahnya berawal pada tahun 1923 ketika seorang petugas radio senior, Frederick Stanley Mockford di Bandara Croydon, London ditugaskan untuk mencari kata yang mudah digunakan oleh semua pilot dan dimengerti oleh petugas di darat dalam keadaan darurat.

Karena saat itu komunikasi radio semakin sering digunakan, maka harus ada kata-kata yang menggambarkan keadaan darurat sebagai pengganti kode morse SOS.

Setelah dipikirkan, akhirnya di tengah dua bahasa yang digunakan Frederick, muncullah kata mayday yang didapatkan dari kata m'aider. Dalam bahasa Prancis m'aider berarti 'tolong aku'.

Empat tahun kemudian pada 1927, International Radiotelegraph Convention of Washington menetapkan mayday sebagai kata darurat resmi. Pengucapan mayday juga harus dilakukan tiga kali berturut-turut, agar dapat dibedakan dengan jelas dari kata lainnya terutama dalam keadaan berisik.

(Ism, Sumber: www.todayifoundout.com)

3 dari 5 halaman

Ini yang Terjadi jika Seorang Meninggal di Atas Pesawat

Dream - Dalam dunia penerbangan, jarang sekali seorang penumpang meninggal dunia di atas pesawat.

Namun karena kematian tak bisa dihindari, hal itu bisa saja terjadi. Lalu bagaimana awak pesawat ketika menemui kejadian seperti itu? Apakah jenazah penumpang dibiarkan duduk atau ditaruh di toilet agar tidak mengganggu penumpang lain?

Dalam latihan yang dijalani awak pesawat, penumpang yang meninggal 'sebisa mungkin dipisahkan dari penumpang lainnya'.

Kepada MailOnline dikutip Dream.co.id, Selasa 3 Maret 2015, seorang juru bicara British Airways mengatakan telah melatih awak pesawat untuk memperlakukan penumpang yang meninggal di atas pesawat secara terhormat dan bermartabat.

" Biasanya kami akan berusaha memindahkan orang itu sejauh mungkin dari penumpang lainnya."

Setelah itu, kru British Airways akan fokus dalam usaha menenangkan keluarga atau teman penumpang yang meninggal tersebut yang ikut dalam satu pesawat.

Namun, banyak pesawat penerbangan jarak jauh telah dilengkapi dengan kantong mayat. Bahkan ada yang memiliki fasilitas semacam 'lemari pendingin' yang dibuat khusus untuk menyimpan jenazah.

Jika tidak ada fasilitas seperti kantung mayat atau lemari jenazah, awak pesawat telah dilatih untuk mencari kursi yang terletak jauh dari penumpang lainnya.

Mereka kemudian menutupi jenazah itu dengan selimut sampai ke leher dan memasangkan sabuk pengaman pada jenazah tersebut.

4 dari 5 halaman

Terkuak! Rahasia Tersembunyi di Balik Kokpit Pesawat

Dream - Banyak pertanyaan seputar penerbangan yang tidak pernah terungkap, termasuk soal pekerjaan pilot di balik kokpit pesawat.

Hal ini kerap membuat orang penasaran. Banyak yang menganggap jika pilot kerap tertidur selama penerbangan. Benarkah seperti itu?

Dilansir dari Airtravel, John Greaves, seorang mantan pilot dari sebuah maskapai di Los Angeles membeberkan sejumlah fakta yang terjadi di balik kokpit pesawat.

John mengungkapkan, pesawat kini bisa diterbangkan secara autopilot sehingga sering menimbulkan pertanyaan, apa yang sebenarnya pilot kerjakan di kokpit? Benarkah pilot tidur selama penerbangan? Dan John pun mengiyakan hal tersebut.

" Apakah pilot tidur di kokpit? Pasti. Kadang-kadang hanya sepuluh menit, tetapi hal itu benar terjadi," ujar John.

Selain itu, hal lain yang kerap dirahasiakan pilot dari penumpang adalah soal kerusakan mesin pesawat.

Menurut John, satu hal yang biasanya tidak diberitahukan pilot kepada penumpang yaitu jika salah satu mesin pesawat rusak.

Sebagian besar jenis pesawat komersil masih dapat terbang dengan aman meski dengan satu mesin yang rusak.

" Kami tidak memberitahu penumpang karena dapat membuat mereka takut. Sehingga tidak mungkin pilot mengatakan kepada mereka melalui pengeras suara bila pesawat mengalami kegagalan mesin," katanya. (Ism) 

5 dari 5 halaman

Terungkap! Mengapa Pesawat Tidak Bisa Terbang Tanpa Asbak

Dream - Saat ini, jika ketahuan merokok di pesawat, penumpang akan berurusan dengan pihak maskapai atau bahkan pihak  yang berwajib.

Tapi, bagi penumpang pesawat kawakan, merokok adalah kebiasaan lama yang kini sudah dilarang. Larangan merokok diciptakan karena dulu penumpang bisa merokok di dalam pesawat.

Kendati demikian, maskapai penerbangan masih menyediakan asbak di toilet, menjaga jika ada penumpang yang ingin merokok. Penyediaan asbak ini merupakan persyaratan wajib di pesawat.

Maskapai takut perokok menjadi panik dan membuang rokok sembarangan, dengan menjatuhkannya di wastafel atau keranjang sampah kertas.

Daripada menimbulkan kebakaran atau membuat panik penumpang lain, lebih baik pesawat memiliki metode pembuangan puntung rokok yang aman.

Penerbangan domestik Amerika Serikat sudah melarang penumpang merokok sejak tahun 1988. Setelah itu sebagian besar penerbangan di seluruh dunia mengikutinya pada akhir tahun 1990-an.

Larangan merokok ini biasanya diberlakukan sangat ketat, dengan peringatan berulang-ulang pada speaker di atas kepala kita dan gambar tanda larangan merokok.

Kisah unik terkait merokok di pesawat terjadi pada 2009 lalu di Inggris. Penerbangan British Airways Boeing 747 ke Kota Meksiko sempat mendarat darurat setelah diketahui tidak ada asbak di dalam pesawat.

Penerbangan ini baru bisa melanjutkan perjalanannya setelah dipasang asbak yang diambil dari pesawat lain.

" Ini merupakan persyaratan wajib di bawah aturan penerbangan. Pesawat harus memiliki asbak karena merokok tidak diizinkan selama penerbangan. Jika ada orang yang merokok di dalam pesawat, maka harus ada tempat untuk mematikan rokok dengan aman," kata juru bicara British Airways kepada MailOnline waktu itu.

Penerbangan pesawat bebas asap rokok sudah berjalan sekitar 17 tahun. Larangan merokok dan penyediaan asbak di toilet lahir gara-gara puntung rokok menyebabkan kecelakaan pesawat pada 1973. Aturan tersebut dibuat untuk jaga-jaga ada penumpang yang nekat merokok dalam penerbangan.

Pada 1973, 123 orang tewas ketika sebuah pesawat dari Rio de Janeiro ke Paris harus melakukan pendaratan darurat karena ada asap di kabin.

Asap ini diduga disebabkan oleh rokok yang menyala yang dilemparkan ke dalam keranjang sampah kertas di toilet. Banyak penumpang yang sudah meninggal karena menghirup asap tersebut sebelum kecelakaan terjadi.

Kode Keamanan Federa AS menyatakan: Terlepas dari apakah merokok diperbolehkan di dalam pesawat, toilet harus memiliki asbak tersendiri yang bisa dilepas dan diletakkan di tempat yang mudah terlihat atau dekat pintu masuk toilet. Badan Keselamatan Penerbangan Eropa memiliki pedoman yang sama.

Peraturan ini merupakan bagian dari daftar keselamatan minimal utama dan menjadi syarat bagi setiap pesawat untuk bisa terbang.

Beri Komentar