4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kentang Kukus (Foto: Shutterstock)
Dream - Olahan kentang jadi salah satu menu favorit. Bisa direbus, digoreng, dipanggang atau dibuat menjadi mashed potato. Kentang jadi sumber karbohidrat yang sangat mengeyangkan.
Menu satu ini juga kerap dijadikan pengganti nasi. Dalam mengolahnya, butuh trik khusus. Pasalnya, setelah dikupas kentang sangat mudah berubah warna. Proses oksidasi membuat kentang yang semula berwarna kuning jadi kehitaman.
Tampilannya pun jadi kurang menarik. Nah, untuk menhindarinya ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat mengolah kentang. Pastikan melakukan hal berikut saat Sahabat Dream mengolah kentang.

Setelah mengupas kentang, segera masukkan ke dalam air yang sudah dicampur garam secukupnya. Gosok permukaannya sebentar untuk menghilangkan tanah yang tidak sengaja menempel, dan lanjutkan mengupas kentang lainnya.
Diamkan saja di dalam air sampai proses pengolahan selanjutnya. Rendaman air akan mencegah terjadinya proses oksidasi.
Jika tak ingin merendamnya di dalam air garam, bisa diganti dengan air lemon atau cuka. Tuang air lemon secukupnya ke dalam wadah air bersih dan langsung masukkan kentang yang sudah dikupas ke dalamnya.

Cukup direndam sebentar saja. Sesuaikan takarannya agar kentang tidak berubah asam setelah direndam.

Bisa juga menggunakan es untuk mencegah kentang jadi kehitaman. Jika menggunakan air biasa, perlu diganti ketika airnya keruh agar kentang lebih bersih, sedangkan jika menggunakan air es, kentang akan lebih tahan lama. Pastikan saja semua kentang terendam.
Merebus kentang selama kurang lebih 1-2 menit saja mampu menghancurkan enzim peroksidase dan katalase yang terkandung dalam kentang sehingga tidak akan mengalami oksidasi yang menyebabkan kentang mudah berubah warna saat terkena udara.

Kuncinya adalah langsung rendam kentang di dalam air segera setelah dikupas agar tidak berubah warna jika ingin dikupas dulu. Semoga bermanfaat.
Laporan Febi Anindya Kirana/ Sumber: Fimela.com
Dream - Salah satu 'insiden' yang sering terjadi saat memasak adalah terlalu banyak menaruh garam. Hasilnya, masakan menjadi sangat asin.
Banyak yang mengira, untuk mengoreksi rasa asin tersebut bisa dengan memasukkan potongan kentang atau wortel.

Harapannya, garam akan terserap oleh dua sayuran tersebut. Dikutip dari The Spruce Eat, ternyata trik ini kurang tepat. Wortel dan kentang tak bisa menyerap level garam dalam masakan.
Keduanya justru hanya menyerap kuah atau air dalam masakan. Jadi, rasa masakan tetap asin hanya saja kuah asinnya berkurang.
Untuk menyiasati hal ini sebenarnya, ada cara paling mudah, yaitu tambahkan saja air. Ini merupakan cara terbaik untuk memperbaiki saus atau sup yang terlalu asin.
Pastikan jangan coba menguranginya dengan mendidihkan air lebih lama. Hal tersebut hanya akan menguapkan air yang ditambahkan dan akhirnya masakan kembali asin.
(ism, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
