Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Purple Tea/ Foto: Shutterstock
Dream - Bosan minum teh hijau atau hitam biasa? Mungkin saatnya Sahabat Dream coba meminum teh jenis lain yang cukup unik. Teh ini cukup populer di kalangan pecinta teh.
Bahan dan perpaduannya cukup unik. Begitu pula rasanya. Tak semua kedai teh menjualnya, tapi jika menemukannya dijual online atau ada yang menjualnya langsung, cobalah untuk menyeduh dan nikmati tiap tegukannya.
Apa saja teh jenis tersebut?
Kukicha

Kukicha sebenarnya merupakan produk sampingan dari produksi teh. Tidak seperti produk sampingan lain yang kebanyakan berakhir di kantong teh, kukicha adalah daun teh dari kualitas premium. Bisa dibuat dari daun teh bancha, sencha, kabusecha, gyokuro dan matcha, bisa juga berwarna hijau atau dipanggang bahkan dicampur dengan bubuk teh matcha. Kukicha mengandung batang dan tangkai, dan mungkin memiliki beberapa partikel daun yang lebih kecil juga.
Purple tea adalah jenis teh khusus yang diproduksi oleh sejumlah kecil perkebunan teh, kebanyakan di Kenya. Meskipun unik, ini bukanlah kategori terpisah. Ungu menggambarkan tanaman teh, bukan jenis teh yang akan dibuatnya. Oleh karena itu, ada teh ungu hitam, hijau atau oolong. Tidak hanya Kenya yang menghasilkan teh ungu; Cina, Jepang, dan India juga memiliki teh ungu mereka sendiri, tetapi Kenya masih menjadi produsen utama jenis ini.

Hal yang membuatnya istimewa adalah rasanya, daun teh mentah yang indah dengan rona keunguan, dan konon, beberapa manfaat kesehatan tambahan dibandingkan dengan teh hijau biasa. Teh ungu mengandung pigmen yang disebut antosianin yang dapat memberikan manfaat antioksidan, imunostimulan, dan antikanker. Antosianin juga bermanfaat dalam melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif.

Teh rooibos merah mungkin sering ditemui. Ada juga jenis teh rooibos hijau yang rasanya lebih lembut, lebih ringan, halus dan manis dan tidak pahit. Tidak seperti rooibos merah, rooibos hijau tidak difermentasi. Keduanya diproduksi secara eksklusif di Afrika Selatan. Rooibos hijau memiliki lebih banyak antioksidan] daripada yang merah, dan juga bebas kafein.
Sumber: simplelooseleaf
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya