3 Kebiasaan Orang Indonesia Yang Sering Bikin Panas Dalam

Reporter : Glugut Hari Pamungkas
Minggu, 18 Juni 2017 07:02
3 Kebiasaan Orang Indonesia Yang Sering Bikin Panas Dalam
Apa aja sih? Cari tahu selengkapnya di sini, yuk!

Dream - Panas dalam mungkin menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang, terutama saat cuaca panas dan sedang menjalani ibadah puasa. Gangguan kesehatan ini merupakan kondisi tubuh yang mengalami panas berlebihan, terutama di saluran pencernaan. Akibatnya, muncul bau mulut, sakit tenggorokan, bibir pecah-pecah, sembelit, dan tubuh yang kurang fit.

Tahukah kamu Sahabat Dream, ternyata penyakit ini bisa dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, lho. Apa aja sih? Cari tahu selengkapnya di sini, yuk!

Harus Ada Sambal dan Gorengan

Bagi sebagian besar orang Indonesia, makan tanpa sambal dan gorengan akan terasa hambar. Nasi hangat paling lezat jika disantap dengan kedua sajian pendamping tersebut. Sambal yang berbahan utama cabai memang mengandung vitamin C dan capsaicin yang dapat menangkal radikal bebas. Tapi terlalu banyak mengonsumsinya, dapat meningkatkan asam lambung yang mengganggu pencernaan dan mengakibatkan panas dalam.

Begitu juga dengan gorengan yang dimakan dalam jumlah berlebihan saat sahur maupun berbuka. Selain dapat memicu iritasi pada tenggorokan, kandungan minyak di dalamnya juga menyebabkan munculnya gejala panas dalam, terutama sakit tenggorokan.

Kurang Makan Buah dan Sayur

Orang Indonesia memang sering menyajikan sayuran dalam bentuk makanan berkuah, tumisan, lalapan, atau urap. Tapi porsinya sangat sedikit dibandingkan makanan yang mengandung santan dan lemak tinggi. Padahal dalam sehari disarankan untuk mengonsumsi 5 porsi buah dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan cairan tubuh.

Kurang makan sayur dan buah juga memicu terjadinya panas dalam, akibat daya tahan tubuh yang sedang turun. Selain itu juga menyebabkan sembelit, karena kurangnya serat dan cairan dalam tubuh yang mendorong keluarnya kotoran dari dalam tubuh. Yuk, miliki pola makan sehat dan seimbang dengan menyertakan aneka sayur dan buah-buahan.

Jarang berolahraga

Ngaku deh, puasa sering dijadikan alasan untuk tidur dan bermalas-malasan. Tidak heran jika tubuh jadi kurang fit dan rentan mengalami gangguan kesehatan. Rutin berolahraga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, tubuh juga jadi jarang merasa lelah dan lemas, walau tetap beraktifitas selama berlangsungnya bulan puasa. Luangkan waktu minimal 30 menit sehari untuk berjalan, berlari, bersepeda, atau aerobik.

Kebiasaan buruk yang dimiliki orang Indonesia ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya panas dalam. Jika sudah terlanjur terkena bibir pecah-pecah, bau mulut, sariawan, sembelit, tubuh kurang fit, dan sakit tenggorokan, segera atasi dengan Larutan Penyegar Cap Badak.

Larutan Penyegar Cap Badak

Facebook.com/larutanpenyegar

Produk andalan Sinde yang sudah dipercaya dari generasi ke generasi ini terbuat dari bahan alami. Komposisi Gybsum Fibrosum dan Galcareus Spar diproses dengan teknologi modern, sehingga terjamin halal dan aman dikonsumsi untuk semua usia. Tersedia dalam bentuk botol, kaleng, dan sachet yang praktis dibawa ke mana saja, juga memiliki varian rasa dari yang original hingga rasa buah-buahan. Minum saat sahur dan berbuka puasa untuk mencegah gejala panas dalam sekaligus menyegarkan tubuh.

Ubah kebiasaan yang dapat memicu panas dalam dan jalani puasa dengan sebaik-baiknya.

Beri Komentar