Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

3 Masalah Kesehatan Jika Anak Terlalu Sering Pakai Gadget

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 30 Juni 2017 08:14
3 Masalah Kesehatan Jika Anak Terlalu Sering Pakai Gadget
Gadget dan internet memang mempermudah segalanya. Tapi efek yang harus diwaspadai dari penggunaannya adalah masalah kesehatan.

Dream - Balita, remaja hingga orang dewasa sangat suka gagdet dan internet. Lihat saja sekarang, hiburan bisa didapatkan dalam genggaman hanya dengan menyentuh layar ponsel. Begitu juga dalam menyelesaikan pekerjaan kantor atau tugas sekolah.

Gadget dan internet memang mempermudah segalanya. Tapi efek yang harus diwaspadai dari penggunaannya adalah masalah kesehatan. Anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget berisiko mengalami keluhan fisik yang harus diwaspadai orangtua. Ingin tahu apa saja?

Repetitive stress injuries
Banyak sekolah yang kini menjadikan laptop sebagai alat belajar. Penggunaannya di sekolah, lalu dilanjutkan memakai ponsel atau tablet di rumah akan membuat sederet keluhan. Antara lain carpal tunnel syndrome. Nyeri di bagian jari, tangan, bahu hingga sakit kepala. Penanganannya dibutuhkan terapi khusus hingga operasi. Panggunaan track pad, ponsel serta tablet ini akan menimbulkan repetitive stress injuries yang keluhannya bisa muncul menahun.

Nyeri punggung
Duduk terlalu lama bermain game di laptop atau bermain di ponsel dan tablet, tentu saja akan membuat anak-anak mengalami pegal dan nyeri punggung. Apalagi, jika mereka jarang sekali melakukan permainan fisik dan olahraga. Duduk berjam-jam depan akan membuat anak cenderung membungkuk. Hal ini bisa terbawa dan membuat postur tubuhnya jadi tidak baik dan sangat berisiko mengalami nyeri punggung.

Keluhan mata
Mulai dari anak balita bahkan bayi saat ini sudah terbiasa menatap layar cukup lama. Begitu juga anak-anak usia sekolah. Mata yang terlalu lama menatap layar ponsel, tablet maupun laptop akan sangat berisiko mengalami mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala, hingga rabun jauh. Keluhan-keluhan tersebut juga sering dikategorikan sebagai computer vision syndrome.

 

Sumber: The Spruce

 

 

Beri Komentar