Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mobil BMW Ini Mangkrak Di Monas Selama Empat Tahun. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Sejumlah mobil yang terparkir di kawasan Monumen Nasional (Monas) belakangan menjadi sorotan. Sebab, mobl-mobil tersebut sudah lama tak diambil oleh pemiliknya.
“ Yang BMW dan yang warna biru itu sudah empat tahun, dari saya masuk sudah ada,” kata Dinas Perhubungan DKI Jakarta, K. Wattimena, dikutip dari Merdeka.com, Senin 11 November 2019.
Wattimena mengatakan mobil ini ditinggal pemiliknya begitu saja di lapangan parkir Monas, sehingga menghalangi mobil lain yang ingin parkir. Oleh karena itu, mobil-mobil ini diderek dan ditempatkan dipojokan.
" Awalnya mobil-mobil ini ditinggal gitu aja oleh pemiliknya di lapangan dan mengganggu tidak diambil-ambil oleh pemiliknya, jadi kita derek ke pojok sana," kata dia.
Selain mobil BMW, ada juga mobil angkot dan satu unit Daihatsu Taruna. Dua mobil ini terparkir di Monas sekitar enam bulan yang lalu. Ada satu mobil yang saat itu sedang digunakan istirahat tidur siang oleh juru parkir di Monas.
" Iya kalau siang dibuat istirahat karena panas," kata dia.
Menurut Wattimena, bila pemilik mobil tersebut ingin mengambil kembali mobilnya, tidak dikenakan biaya parkir, tapi hanya membayar biaya derek.
" Tidak dikenakan biaya parkir, tapi ada biaya penarikan mobil derek setengah tahun sehari buat derek Rp500 ribu," kata dia.
Dream - Bukannya senang, Edi Hartono malah terlihat sedih saat namanya tercatat sebagai pemilik tiga mobil mewah di kantor Samsat.
Bagaimana tidak bingung dan stres? Edi hanyalah seorang tukang penjual sepatu keliling di sekitar Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut data di Samsat, nama Edi dipakai untuk membeli tiga mobil mewah. Masing-masing adalah Mercedes-Benz 220, Mercedes-Benz 190, dan supercar Ferrari Dino.
Edi memang patut kaget karena saat mengurus pemblokiran STNK di Samsat, namanya tercatat sebagai pemilik tiga mobil mewah tersebut.
Padahal, Edi mengaku hanya punya satu motor atas namanya sendiri. Dia ke Samsat untuk memblokir STNK karena motornya sudah dia jual.
" Saya awalnya punya motor tiga, tapi udah saya jual dua, dan tinggal satu, lalu saya ke Samsat sana untuk blokir motor dua yang saya udah jual, cuma saya gak baca bahwa disitu tertulis ada roda empat ada mobil satu Ferrari, dan dua mobil Mercedes Benz," kata Edi dikutip Dream dari Merdeka.com
Edi mengaku tidak habis pikir kenapa namanya bisa terdata sebagai pemilik tiga mobil mewah di Samsat.
Tetapi, ketiga kendaraan mewah itu benar-benar memang atas namanya. Tidak itu saja, mulai dari alamat hingga tanggal lahir juga atas nama Edi Hartono.
" Ya pokoknya semua yang ada di KTP saya," katanya setelah melihat data yang dibeberkan oleh petugas Samsat.
Edi kemudian menceritakan bahwa pada tanggal 29 Oktober, dia mendapat pemberitahuan dari sekolah anaknya di SMPN 265 Kebon Baru.
Pihak sekolah memberitahukan bahwa Kartu Jakarta Pintar (KJP) anaknya bermasalah. Karena namanya tercatat memiliki banyak mobil mewah.
" KJP itu kan buat orang tidak mampu. Kalau orang tuanya punya lebih kendaraan ya anak tidak bisa dapat KJP," kata Edi.
Karena cemas anaknya tidak dapat subsidi pemerintah, Edi cepat-cepat mengurus KJP anaknya.
Edi masih belum tahu apakah subsidi pendidikan untuk anaknya sudah diberhentikan atau belum.
Menurut Edi, KJP biasanya akan cair tepat pada saat tanggal 20 atau sebelumnya.
(Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya