Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© Pexels.com/Luis Angel Velasquez De La Rosa
DREAM.CO.ID - Pernah merasakan setir mobil tiba-tiba menjadi berat ketika hendak berbelok? Kondisi ini bukan sekadar membuat berkendara terasa tidak nyaman. Pada mobil yang menggunakan power steering, setir yang sulit diputar dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem kemudi, mulai dari berkurangnya cairan power steering hingga gangguan pada komponen yang membantu sistem tersebut bekerja.
Sebagian besar mobil modern dilengkapi power steering untuk membuat pengemudi lebih mudah mengendalikan arah kendaraan. Namun, seiring bertambahnya usia kendaraan, sistem tersebut dapat mengalami keausan. Masalah pada penyelarasan roda atau pompa power steering juga dapat menyebabkan sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Jika setir terasa lebih berat dari biasanya, ada beberapa pemeriksaan awal yang dapat dilakukan sebelum membawa mobil ke bengkel.
Salah satu hal pertama yang dapat diperiksa adalah level cairan power steering. Kekurangan cairan dapat membuat setir terasa berat ketika diputar. Buka tutup reservoir atau wadah cairan power steering dan periksa ketinggiannya. Jika volumenya berada di bawah batas yang seharusnya, cairan dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Jika Anda harus berulang kali menambahkan cairan power steering, masalahnya mungkin bukan sekadar kekurangan cairan. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya kebocoran pada sistem kemudi.
Kebocoran juga dapat menyebabkan volume cairan power steering berkurang sehingga bantuan tenaga pada sistem kemudi melemah. Pemeriksaan dapat dimulai dengan melihat selang dan saluran di sekitar pompa power steering. Jika memungkinkan, bagian bawah kendaraan juga perlu diperiksa untuk mencari tanda kebocoran pada seal rack and pinion.
Pada mobil yang lebih tua, sistem kemudi mungkin menggunakan recirculating ball unit sehingga komponen tersebut juga perlu diperiksa. Karena pemeriksaan bagian bawah mobil dapat membutuhkan pengangkatan kendaraan, sebaiknya jangan mengambil risiko jika tidak memiliki peralatan dan pengalaman yang memadai.
Suara yang muncul ketika setir diputar juga dapat memberikan petunjuk mengenai masalah pada power steering. Dengan bantuan orang lain, mesin dapat dinyalakan sementara orang tersebut memutar setir. Perhatikan apakah terdengar suara keras atau suara melengking dari area pompa power steering.
Suara melengking yang keras dapat menjadi tanda bahwa sabuk power steering mengalami kelonggaran dan perlu disetel. Pada kendaraan yang menggunakan drive belt atau serpentine belt, sabuk tersebut berfungsi menggerakkan pompa power steering sekaligus beberapa sistem kendaraan lainnya. Menurut Firestone yang dikutip HowStuffWorks, serpentine belt umumnya memiliki masa pakai sekitar 95.000 hingga 160.000 kilometer.
Jika pemeriksaan cairan, kebocoran, dan sabuk tidak menemukan penyebabnya, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan oleh mekanik. Mekanik dapat mengangkat mobil menggunakan lift atau ramp untuk memeriksa komponen di bagian bawah kendaraan. Pemeriksaan juga dapat diarahkan pada steering column atau steering rack, yang tidak selalu dapat dicek dengan mudah dari luar.
Setir yang terasa berat sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah kecil, terutama jika perubahan terjadi secara tiba-tiba atau semakin parah. Sistem kemudi berkaitan langsung dengan kemampuan pengemudi mengarahkan kendaraan, sehingga sumber masalah perlu diketahui sebelum kendaraan kembali digunakan seperti biasa.
Pada akhirnya, setir berat dapat disebabkan oleh hal yang relatif sederhana seperti level cairan power steering yang rendah, tetapi juga bisa berkaitan dengan kebocoran, sabuk yang longgar, pompa, atau komponen sistem kemudi lainnya. Pemeriksaan awal dapat membantu menemukan petunjuk, tetapi jika penyebabnya tidak jelas, pemeriksaan mekanik tetap diperlukan.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya