Setir Mobil Bergetar Sendiri, Apa yang Salah Nih?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 11 November 2019 11:11
Setir Mobil Bergetar Sendiri, Apa yang Salah Nih?
Setir mobil tiba-tiba bergerak sendiri, padahal mobil diam saja.

Dream – Setelah menempuh jarak jauh dengan mobil, pernahkah kamu merasakan setir mobil sering bergetar? Jika, ya, itu mengindikasikan ada kerusakan komponen mobil.

Tentu saja kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan berkendara dan perjalananmu.

Dikutip dari Garda Oto, Senin 11 November 2019, sebelum membawa ke bengkel, sebaiknya kamu memeriksa bagian mesin yang rusak dan bisa membuat setir mobil bergetar. Kamu bisa memeriksanya saat mobil dalam keadaan idle atau sedang dikendarai.

Kalau merasakan getaran di setir saat mobil dibiarkan menyalan, itu menandakan ada masalah pada bagian engine mounting. Ini perlu pengecekan atau perbaikan di bengkel untuk menghentikan getaran.

1 dari 5 halaman

Kok Bisa?

Engine mounting yang bermasalah biasanya akan menimbulkan getaran pada mesin dan getaran mesin tersebut akan tersalur hingga keseluruh mobil termasuk setir. Hal ini bisa juga disebabkan karena masuknya gear, sehingga ketika mesin mobil dalam keadaan diam mobil akan terasa bergetar.

Bergetarnya setir mobil acapkali menimpa mobil dengan masa pakai yang lama. Mobil tua juga bisa terkena “ penyakit” yang sama.

Berbeda apabila getaran yang dirasakan terjadi pada saat berada di kecepatan tertentu, di mana hal ini terjadi bukan karena mounting melainkan penyebabnya dari kerusakan komponen lain.

2 dari 5 halaman

Perbaiki Bagian Ini

Apabila mobil anda bergetar setiap 100 meter dan mobil kamu tidak melaju lurus saat setir dilepaskan, maka yang perlu dilakukan adalah lakukan balancing pada kaki-kaki mobil di bengkel. Kerusakan pada kaki-kaki mobil cukup berbahaya. Jika tidak segera diperbaiki, laju mobil menjadi tidak stabil dan sedikit sulit untuk dikontrol.

Selain melakukan balancing, kamu juga dapat melakukan spooring untuk menyelaraskan posisi kaki-kaki ban, sehingga lurus dan tidak berat di satu sisi yang akan membuat mobil bergeser saat melepaskan setir.

Umumnya, proses balancing ini dimulai dari ban dan dilanjutkan ke proses spooring. Proses spooring ini bertujuan untuk menyelaraskan bagian roda, sehingga posisi roda dan tinggi bodi dengan tanah bisa sesuai dan stabil.

3 dari 5 halaman

Studi: Setir Mobil Empat Kali Lebih Kotor daripada Toilet

Dream – Apakah kamu termasuk tipe pengemudi yang doyan makan sambil menyetir kendaraan? Meski sudah berjuang hati-hati menyantap makanan atau cemilan, ada saja remah-remah yang tertinggal di kemudi mobil.

Kebiasaan makan sambil mengemudi sebaiknya mulai kamu tinggalkan. Selain membahayakan karena mengganggu konsentrasi, sebuah studi terbaru menermukan hasil yang mengejutkan. 

 

 © Dream

Mengutip laman Paultan, Senin 4 Februari 2019, studi CarRentals.com menunjukan jika setir mobil ternyata bisa lebih kotor dan berkuman daripada toilet umum.

Dari penelitian yang mereka lakukan, roda kemudi memiliki 629 unit pembentuk koloni bakteri (colony forming unit/CFU). Angkanya lebih banyak empat kali lipat dari toilet duduk yang punya 172 CFU.

4 dari 5 halaman

Hanya Sepertiga yang Bersihkan Mobil Setahun Sekali

Laporan itu menyebut, dari 1.000 responden, hanya sepertiga pengendara yang mengaku membersihkan mobil setahun sekali dan 12 persennya mengatakan tak pernah membersihkan bagian dalam mobil.

Dilaporkan hanya 20 persen responden yang benar-benar rutin membersihkan interior mobil seminggu sekali.

Tak hanya setir mobil, sabuk pengaman dan cupholder jadi sarang kuman. Studi ini juga menemukan ada 506 CFU di cupholder dan 403 di sabuk pengaman.

Mobil-mobil paling sarat kuman setelah perjalanan panjang, kata laporan itu

5 dari 5 halaman

Sumber Kumah yang Dibawa Pengemudi

CarRentals.com menyebut sumber terbesar kuman berasal dari tangan pengemudi. Ada kemungkinan kuman terbawa setelah pengemudi berasal dari SPBU. Bakteri berpindah dari nozzel pompa ke tangan pengemudi.

Laporan itu menyebut SPBU memiliki jutaan CFU. Angkanya memang sangat tinggi, tapi tak semua bakteri di sana berbahaya.

Namun, beberapa bakteri seperti Staphylococcus bertanggung jawab atas komplikasi seperti infeksi kulit dan keracunan makanan. (Sah)

Beri Komentar