Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© Pexels.com/Tohid Hashemkhani
DREAM.CO.ID - Ada makanan yang selama bertahun-tahun mendapat reputasi buruk hanya karena dianggap terlalu tinggi karbohidrat, mengandung kolesterol, melalui proses pengolahan, atau sering disajikan dengan tambahan garam, gula, dan lemak. Padahal, cara makanan tersebut diolah dan dikonsumsi dapat membuat perbedaan besar terhadap nilai gizinya.
Dilansir dari Verywell Health, sejumlah makanan yang kerap dicap tidak sehat justru menyediakan protein, serat, vitamin, mineral, antioksidan, hingga lemak sehat. Berikut tujuh di antaranya.
1. Sayuran Beku
Sayuran beku sering dianggap kalah sehat dibandingkan sayuran segar. Padahal, sayuran biasanya dipanen ketika berada pada tingkat kematangan yang optimal, kemudian dibekukan dengan cepat untuk mempertahankan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya.
Sejumlah penelitian menunjukkan kandungan nutrisi sayuran beku kurang lebih sama dengan sayuran segar, bahkan dalam beberapa kasus bisa lebih tinggi. Proses pembekuan juga membantu mempertahankan rasa dan warna sehingga sayuran tetap dapat menjadi pilihan praktis sepanjang tahun.
2. Ikan Kalengan
Label “ kalengan” sering membuat makanan dianggap terlalu banyak diproses. Namun, ikan kalengan seperti sarden, makerel, dan salmon tetap dapat menjadi sumber nutrisi.
Makanan ini menyediakan protein, asam lemak omega-3, vitamin D, vitamin B12, dan selenium. Konsumsi ikan berlemak secara teratur juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah. Ikan kalengan biasanya memiliki komposisi sederhana dan tetap mempertahankan sebagian besar nutrisinya.
3. Kopi
Kopi sering dikaitkan dengan kecemasan, gangguan tidur, atau jantung berdebar ketika dikonsumsi berlebihan. Namun, dalam jumlah sedang, kopi justru memiliki berbagai manfaat.
Konsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir per hari dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, dan penyakit neurodegeneratif yang lebih rendah. Kopi biasa maupun tanpa kafein juga mengandung antioksidan dan senyawa tumbuhan yang mendukung kesehatan hati, ginjal, dan otak. Meski demikian, sebagian orang lebih sensitif terhadap kafein sehingga konsumsi dalam jumlah besar dapat memicu kecemasan.
4. Kentang
Kentang sering dianggap tidak sehat karena tinggi karbohidrat dan kerap hadir dalam bentuk kentang goreng. Padahal, kentang yang direbus, dipanggang, atau dikukus memiliki profil nutrisi yang berbeda.
Kentang mengandung vitamin C, vitamin B6, kalium, serat, serta antioksidan. Makanan ini juga cukup mengenyangkan sehingga dapat membantu pengelolaan berat badan. Antioksidannya turut dikaitkan dengan pengurangan peradangan. Masalahnya sering kali bukan pada kentangnya, melainkan cara mengolah dan menyajikannya.
5. Produk Kedelai
Tahu, edamame, dan susu kedelai menyediakan protein nabati, lemak sehat, serta isoflavon. Konsumsi kedelai secara teratur dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker yang lebih rendah. Kedelai juga dapat mendukung kesehatan tulang dan kadar kolesterol yang sehat.
Kekhawatiran bahwa kedelai akan mengganggu hormon sebagian besar berasal dari kesalahpahaman mengenai isoflavon dan penelitian terhadap produk kedelai yang sangat diproses. Menurut sumber, makanan kedelai tradisional aman dan dapat memberikan manfaat kesehatan.
6. Telur
Telur pernah lama dianggap sebagai makanan yang harus dibatasi karena kandungan kolesterolnya. Namun, penelitian menunjukkan konsumsi telur dalam jumlah sedang aman bagi kebanyakan orang dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Telur menyediakan protein berkualitas tinggi, berbagai vitamin dan mineral, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin. Kandungan proteinnya juga membantu menjaga massa otot dan membuat kenyang lebih lama. Telur memang termasuk alergen yang umum, tetapi bagi kebanyakan orang, kandungan kolesterolnya tidak otomatis membuat makanan ini berbahaya bagi jantung.
7. Popcorn
Popcorn sering identik dengan mentega, garam, dan tambahan gula yang biasa ditemukan di bioskop. Padahal, popcorn polos yang dibuat dengan metode air-popped merupakan biji-bijian utuh dan kaya serat.
Popcorn juga menyediakan magnesium, kalium, fosfor, serta antioksidan. Karena itu, popcorn tanpa banyak tambahan mentega, gula, atau garam dapat menjadi camilan yang cukup bergizi.
Pada akhirnya, reputasi sebuah makanan tidak selalu menggambarkan nilai gizinya. Sayuran beku tidak otomatis kalah dari yang segar, kentang tidak selalu berarti kentang goreng, dan popcorn tidak harus selalu identik dengan mentega. Jenis makanan, cara pengolahan, serta bahan tambahan yang digunakan sering kali sama pentingnya dengan makanan itu sendiri.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya