Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya Berkendara Selama Bulan Ramadan? (Foto: Astra Honda Motor)
Dream – Berkendara saat bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri. Selain menahan lapar dan dahaga, kesabaran menjadi salah satu hal utama yang perlu dijaga saat bulan puasa.
Tim Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) berbagi tips untuk berkendara secara aman selama bulan Puasa.
Dikutip dari keterangan tertulis AHM yang diterima Dream, Rabu 15 Mei 2019, yang pertama adalah persiapan perjalanan atau smart riding.
Instruktur Safety Riding AHM, Johanes Lucky, mengatakan pengemudi bisa memilih asupan bernutrisi tinggi seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Lalu, para bikers juga bisa menggunakan jaket, helm, sarung tangan, dan membawa kelengkapan surat berkendara.
“ Selain itu para bikers juga disarankan perbanyak minum air putih saat sahur agar dapat mencegah terjadinya dehidrasi tubuh saat berkendara di terik panas matahari ,” kata Johannes di Jakarta.
Kedua, mengenali rute perjalanan.
Agar perjalanan lebih efisien, para bikers dapat menggunakan aplikasi peta digital (GPS) untuk melihat situasi perjalanan dan memilih jalur alternatif yang tepat dan aman.
“ Untuk daerah yang belum pernah didatangi, sebaiknya para pengendara pelajari,” kata dia.
Ketiga, beristirahat yang cukup.
Ketika berkendara selama Ramadan, pemotor harus tetap waspada dengan rasa kantuk. Para bikers yang melakukan perjalanan pendek, bisa menyempatkan waktu istirahat selama 10 menit.
“ Lakukan istirahat setelah 1 sampai 2 jam berkendara, namun apa bila ngantuk nyerang atau konsentrasi sudah menurun segera beristirahat,” kata dia.
Keempat adalah berpikir positif.
Menjaga perilaku berkendara saat di jalan raya mungkin mudah dalam kondisi lalu lintas normal.
Akan tetapi, dalam kondisi lalu lintas yang padat atau macet saat puasa bisa mempengaruhi emosi bikers, apalagi menjelang buka puasa.
“ Salah satu cara mencegah emosi adalah dengan selalu berfikir positif terhadap pengendara lainnya,” kata dia.
Kelima, menjaga toleransi.
Melihat prilaku bikers yang kurang tepat dalam berkendara juga dapat memancing emosi, seperti menyerobot jalanan, berkendara melawan arus maupun menggunakan trotoar.
Pada kondisi seperti ini, bikers harus mengedepankan toleransi dan rasa sabar agar kepentingan sesama pengguna jalan dapat terpenuhi serta tetap mampu mengendalikan emosi saat berpuasa.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya