Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Rem ABS. (Foto: Shutterstock)
Dream – Belakangan ini, produsen mobil terus berinovasi di beragam fitur keselamatan berkendara, termasuk rem mobil. Salah satunya adalah rem Antilock Breaking System (ABS).
Dikutip dari Suzuki, Selasa 14 Mei 2019, rem ABS akan membuat pengendara dan penumpang merasa lebih aman ketika sedang melaju di atas mobil. Khususnya, kalau terjadi pengereman mendadak. Dengan rem ini, mobil terasa lebih stabil ketika melakukan pengereman mendadak sekalipun.
Sistem ABS punya empat komponen utama yang saling berhubungan. Setiap komponen punya fungsi yang berbeda-beda. Keempat komponen itu adalah sensor kecepatan, katup pengereman, pompa, dan controller. Berikut ini adalah rinciannya.
Sensor Kecepatan
Sensor ini bertugas membaca kecepatan putaran roda, terdapat di tiap roda atapun di diferensial (tergantung dari pabrikan mobil).
Katup Pengereman
Pada tiap jalur minyak rem ada katup, dan katup ini dikontrol oleh komputer atau kontroler ABS. Secara umum, katup rem punya 3 posisi yang tidak sama.
Pompa
Fungsinya adalah mengembalikan tekanan pada jalur pengereman yang dilepaskan oleh katup ke rem.
Kontroler (Komputer)
Fungsinya sebagai otak yang mengontrol katup dan mengolah data dari sensor kecepatan.
Sensor kecepatan membaca kecepatan mobil setiap saat, dan akan menyampaikan data kecepatan tersebut kepada kontroler. Untuk mobil berhenti secara normal di kecepatan 100 kilometer perjam, biasanya akan diperlukan waktu selama 5 detik.
Ketika kamu mengerem secara normal, tidak akan terjadi penguncian roda . Lain halnya kalau kamu mengerem mendadak. Roda akan terkunci. Waktu yang diperlukan untuk roda terkunci ini biasanya kurang lebih 1 detik.
Karena controller sudah diprogram, untuk bisa menghentikan kendaraan secara maksimal, terkuncinya roda ketika pengereman tidak boleh terjadi. Sebelum roda terkunci, kontroler akan mendapat data dari sensor kecepatan dan akan menginstruksikan katup menghalangi tekanan, dengan cara mengambil katup posisi 2 atau katup posisi 3, sesuai perintah dari kontroler.
Setelah putaran roda terdeteksi oleh sensor kecepatan, kontroler akan menginstruksikan katup mengambil posisi 1, yang akan membuat tekanan minyak rem kembali dan diteruskan ke rem. Cara kerja rem ABS di atas terjadi dalam waktu yang sangat cepat, bahkan rata-rata sistem ABS pada mobil sekarang bisa melakukan 15 kali proses tersebut cuma dalam waktu 1 detik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya