Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi Sillicon Valley (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat ini Indonesia tengah menyiapkan proyek Bukit Algoritma yang digadang-gadang menjadi pusat riset dan teknlogi, seperti Sillicon Valley di Amerika Serikat.
Pada Rabu, 7 April 2021, PT Amarta Karya (Persero) atau AMKA meneken kontrak Pekerjaan Pengembangan Rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0. Rencananya, proyek ini akan dikerjakan bersama PT Kiniku Bintang Raya KSO.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 4 fakta rencana pembangunan Bukit Algoritma di Sukabumi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs resmi PT Amarta Karya (Persero), proyek kawasan khusus pengembangan teknologi dan industri 4.0 akan di bangun di atas lahan seluas 888 hektare. Rencana lokasi dari pembangunan tersebut adalah di kawasan Cikadang dan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.
Pembangunan KEK Sukabumi diklaim sangat strategis karena memiliki infrastruktur pendukung, seperti akses Tol Bocimi (Seksi 2 Cibadak), Pelabuhan Laut pengumpan Regional (PLPR) Wisata dan Perdagangan Pelabuhan Ratu, Bandara Sukabumi Cikembar yang akan dibangun, dan Double Track KA Sukabumi.
“ Karena itu kami akan melakukan best effort dan best practice, serta bergandengan tangan dengan pihak-pihak yang berkepentingan agar proyek yang dipercayakan pada AMKA ini bisa dilaksanakan dengan lancar,” pungkas Nikolas Agung, Direktur Utama AMKA, dikutip dari keterangan resminya.
Menurut informasi, proyek tersebut akan digarap oleh dua perusahaan yakni PT Kiniku Bintang Raya dan PT Amarta Karya (Persero) sebagai kontraktor.
Dua perusahaan tersebut nantinya akan menggarap pembangunan Bukit Algoritma di Sukabumi, dengan Budiman Sudjatmiko sebagai Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO.
Pada tahap awal yang diperkirakan selama tiga tahun, Nikolas memperkirakan proyek ini bakal menghabiskan 1 miliar euro atau setara dengan Rp18 triliun.
Dana sebesar ini rencananya bakal digunakan untuk membangun infrastruktur, termasuk akses jalan raya, fasilitas air bersih, pembangkit listrik, gedung konvensi, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sehingga nantinya bisa meningkatkan kualitas ekonomi 4.0 di Indonesia, pendidikan, serta penciptaan pusat riset dan development untuk menampung ide anak bangsa terbaik demi Indonesia bangkit serta meningkatkan sektor pariwisata di kawasan tersebut.
“ Pengembangan KEK Sukabumi juga diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur pertumbuhan tangguh berkelanjutan dan pembangunan SDM berbasis iptek, yang merupakan salah satu alat dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Nikolas.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan agar proyek itu tidak hanya menjadi gimik atau alat menarik perhatian semata. Menurutnya, kawasan Sillicon Valley yang berada di Santa Clara Valley, bagian selatan Bay Area, San Fransisco bisa berkembang baik karena memiliki tiga faktor pendukung utama.
Ketiganya yakni berkumpulnya universitas yang di dalamnya terdapat periset, lalu industri pendukung inovasi, serta ada institusi finansial.
" Kalau tiga poin tadi tidak hadir dalam satu titik, yang namanya istilah silicon valley itu hanya gimmick branding saja," kata Ridwan Kamil di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Senin 12 April 2021, dikutip Merdeka.com.
Sumber: Berbagai sumber dan merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang