Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Menu Makanan Buka Puasa Di Maskapai Emirates (Foto: Instagram Emirates)
Dream - Menu makanan di pesawat memang selalu bikin penasaran. Banyak penumpang yang menanti dan kemudian mendokumentasikannya. Apalagi jika penerbangan dilakukan selama belasan jam.
Penumpang, terutama mereka yang berada di kelas bisnis, pasti berharap layanan makanan yang maksimal.
Selama ini makanan di pesawat identik dengan rasa yang seadanya. Tapi tidak dengan lima maskapai ini.
Menu untuk penumpangnya, baik kelas ekonomi maupun bisnis dibuat sedemikian rupa dengan tim Chef khusus. Tentunya demi membuat pengalaman terbang yang menyenangkan dengan makanan yang spesial.
Maskapai yang berbasis di Dubai ini memiliki 1.200 koki yang terus mengembangkan menu baru tiap bulan. Saat ini, ada 984 resep yang digunakan untuk menyiapkan menu makanan bagi penumpang setianya.

Daftar menu biasanya dibuat per tema. Misalnya saat Ramadan, liburan akhir tahun atau hari besar lainnya. Bisa juga dibuat personal saat memesan tiket. Penumpang yang punya alergi, bisa meminta menu khusus secara online. Ini berlaku untuk semua penumpang, tak hanya di kelas bisnis.
Koki terkemuka Australia, Matt Moran membantu menyusun menu dalam penerbangan Singapore Airlines. Tak heran kalau menu makanan maskapai ini selalu masuk dalam jajaran layanan terbaik di dunia.

Bersama dengan koki terkenal lainnya di panel kuliner internasional maskapai, Moran dan timnya membuat menu dengan bahan lokal dan bisa memunculkan rasa yang segar, meski disajikan di pesawat.
Jika bepergian dengan penerbangan belasan jam dengan Etihad, pastikan memilih menu yang tepat sesuai selera. Pilihan menunya sangat beragam.

Ada makanan dengan pengaruh Arab, internasional, dan asia. Menu Etihad yang terkenal adalah mezze Arab, kofta ayam, pasta orzo dengan ratatouille dan parmesan dan ikan dory panggang.
Sean Connolly, seorang chef ternama, bergabung dengan American Airlines untuk mengembangkan in flight menu. Menurutnya, ia menghadirkan sajian yang sederhana tapi nikmat untuk penumpang American Airlines.

Bahan lokal jadi andalannya dalam membuat menu. Maskapai ini juga bermitra dengan koki terkenal, Maneet Chauhaun dan Jun Kurogi seorang Iron Chef dari Jepang.
Butuh 16 bulan, tim Chef dari LATAM Airlines untuk membuat menu spesial bagi penumpang kelas ekonomi. Ini pertanda kalau mereka menggarap secara serius in flight menu-nya.

Fokus utama dalam pengembangannya adalah pada pengalaman manis bersantap di atas pesawat. Tidak seperti kebanyakan sajian dalam penerbangan, di LATAM tidak ada baki. Mereka menggantinya dengan hidangan gourmet yang menampilkan masakan Amerika Latin dan internasional
(Sah, Sumber: Covermore)
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?