Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masa pandemik Covid-19 membuat setiap keluarga harus beraktivitas di dalam rumah. Hampir semua kegiatan bergantung pada akses internet baik melalui telepon seluler maupun fasilitas Wi-Fi yang terpasang di rumah.
Untuk mereka yang mampu, layanan akses ke dunia maya melalui Wi-Fi dinilai lebih bisa diandalkan daripada menggunakan internet dari telepon seluler. Selain itu, akses internet dari Wi-Fi juga bisa dipakai untuk perangkat komputer jinjing (Laptop).
Masalah muncul ketika Wi-Fi di rumah tidak bisa bekerja optimal. Bisa karena akses yang sedang terganggu atau karena masalah yang sebetulnya sepele.
Nah agar pekerjaan kamu atau sekolah online anak tetap lancar menggunakan Wi-Fi, berikut adalah beberapa panduan dari Kaspersky yang bisa kamu gunakan untuk menghadapi masalah dengan fasilitas penyambung internet itu.
Jangan dulu emosional dengan menuduh perangkat Wi-Fi kamu rusak. Bisa jadi akses internet kamu terganggu karena masalah yang sebetulnya sepela.
Pada tahap ini kamu harus terlebih dahuklu memastikan sumber penyebab akses internet Wi-Fi terganggu. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi yaitu sinyal Wi-Fi bermasalah atau kecepatan koneksi yang rendah dari ISP.
Mulailah dengan memeriksa kecepatan akses internet dengan melalui situs Speedtest.net atau nPerf.com . Jika kamu menemukan kecepatan transmisi data yang bagus di dekat router, tetapi buruk di dapur, maka persoalannya adalah jangkauan Wi-Fi yang dipakai memang terbatas.
Coba Atur Antena Wi-Fi
Cobalah untuk berekspresimen dengan posisi router dan sudut antena untuk meningkatkan kekuatan jangkauan Wi-Fi. Coba juga cek tempat kita menyimpan router.
Biasanya router yang terletak di tempat yang terbuat dari logam atau beton bertulang akan membatasi jangkauan Wi-Fi.
Pastikan juga router kamu tidak terhalang sesuatu. Untuk diketahui kulkas, microwave, ataupun alat pengawas bayi (baby mnitor) adalah musuh gelombang radio yang bisa mengganggu Wi-Fi kamu.
Konfigurasi Saluran
Wifi beroperasi dalam serangkaian pita sempit, yang disebut saluran, dari spektrum radio. Ada beberapa saluran tersedia meskipun jumlah perangkat yang ingin menggunakannya banyak. Saluran paling populer digunakan adalah 2,4 GHz yang biasa dapat tersumbat oleh jaringan dari perangkat lain.
Coba me-reboot router kamu agar bisa memilih saluran yang paling bebas dari gangguan. Beberapa router juga memungkinkan pengguna untuk mengubah kekuatan sinyal Wi-Fi. Periksa setelan router untuk melihat apakah sudah disetel ke nilai maksimum, dan jika tidak, maka itu dapat dilakukan.
Pindah ke 5 GHz
Saat spektrum 2,4 GHz di tempat kalian tinggal tersumbat oleh jaringan orang lain, dan 5 GHz tersedia, pembaruan perangkat Wi-Fi adalah solusinya. Kamu dapat mencoba meningkatkan ke versi yang lebih modern dengan dukungan untuk standar 802.11ac (alias Wi-Fi 5).
Namun cara ini juga bukan jaminan jika jaringan 2,4 GHz saja tidak dapat menjangkau seluruh bagian rumah karena jarak dan banyak dinding beton bertulang.
Gunakan Kabel
Kebiasaan dan kenyamanan menggunakan Wi-Fi membuat kita melupakan Ethernet berkabel yang sudah ada sejak lama dan memberi koneksi lebih bagus. Menggunakan koneksi kabel memberikan dua manfaat yaitu dapat menyelesaikan masalah di ruangan yang sulit menerima Wi-F dan kualitas koneksi nirkabel pada perangkat lainnya cenderung meningkat.
Tentu, kamu tidak dapat menghubungkan ponsel cerdas atau tablet dengan cara ini, tetapi tidak masalah untuk komputer desktop atau TV pintar.
Menghubungkan jaringan Mesh
Di tingkat yang lebih tinggi kamu bisa menggunakan jaringan Mesh yang membuat area cakupan jaringan Wi-Fi bisa lebih luas. Biasanya teknik ini dilakukan dengan menambah titik akses tambahan dari router utama.
Berbeda dengan repeater tradisional, sistem ini dikelola secara terpusat sehingga menghemat banyak waktu dan tenaga. Jika kamu dapat menghubungkan titik akses ke router melalui Ethernet, hal itu akan meningkatkan kecepatan dan area jangkauan.
Tentu saja untuk teknik terakhir ini kamu harus mengeluarkan biasa untuk pemasangan perangkatnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya