6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Memiliki ketakutan berlebih terhadap objek tertentu bisa membuat seseorang dapat mengidap fobia. Ada beragam jenis fobia yang sering kali menghantui penderitanya.
Seseorang yang mempunyai fobia akan mengalami serangan panik dengan gejala seperti detak jantung yang cepat, napas berlebihan, berkeringat, gemetar, hingga rasa mual.
Fobia sebenarnya termasuk ke dalam penyakit gangguan kecemasan. Dalam kondisi yang parah, rasa takut yang begitu kuat dapat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang. Fobia biasanya diakibatkan oleh pengalaman-pengalaman buruk yang pernah dialami penderitanya.
Nah, apa saja jenis yang paling umum terjadi? Yuk simak ulasan berikut ini.

Istilah hemophobia ditujukan pada orang-orang yang takut melihat darah. Ketakutan ini muncul ketika melihat darah baik darah sendiri, orang lain, hewan, bahkan darah dalam bentuk gambar. Bahkan, dalam kondisi parah, orang dengan hemophobia bisa mengalami pingsan saat melihat darah.
Penderita hemophobia kebanyakan tidak berdaya untuk mengendalikannya rasa takutnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu melakukan psikoterapi, terapi relaksasi, terapi pemaparan diri, atau bahkan dokter akan memberi obat jika merasakan ketakutan yang berlebih.

Ophidiophobia adalah ketakutan berlebih saat melihat ular. Orang yang mengalami fobia ini akan menghindari tempat-tempat yang kemungkinan dapat ditemukan ular. Mereka akan menghindari untuk berpartisipasi dalam kegiatan luar ruangan terutama seperti berkemah, mendaki gunung, jelajah alam dan semacamnya.
Fobia ini ia anggap sebagai ketakutan bawaan digigit ular berbisa. Hal itu juga dapat berasal dari pengalaman traumatis dengan ular, seperti terkejut oleh desisan ular atau bahkan pernah digigit ular.

Cynophobia merupakan istilah yang digunakan pada seseorang yang mengalami rasa takut berlebih pada anjing. Orang dengan kondisi ini akan merasa terancam atau sangat takut ketika harus berpapasan langsung dengan anjing.
Pengidapnya akan mengalami rasa takut dan cemas yang berlebihan, sehingga dapat mengganggu aktivitas yang dilakukannya. Umumnya, seseorang yang mengalami ketakutan pada anjing dikarenakan memiliki pengalaman negatif seperti pernah dikejar anjing atau memiliki pengalaman buruk bersama anjing.

Claustrophobia adalah ketakutan berlebih terhadap ruangan sempit dan tertutup. Biasanya, penderita claustophobia akan takut jika menaiki lift, ataupun terjebak pada suatu ruangan. Sebab, hal ini dapat menyebabkan kecemasan yang ekstrim atau serangan kepanikan.
Biasanya, fobia ini berasal dari peristiwa trauma seperti pernah terperangkap. Selain itu, pengidap ini cenderung merasa terganggu saat ruang pribadinya dikunjungi banyak orang.

Nyctophobia merupakan gangguan psikologis di mana seseorang memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap kegelapan. Orang yang memiliki gangguan ini bisa merasakan panik atau gangguan cemas ketika berada di tempat tak bercahaya, bahkan di kamar tidurnya sendiri.
Fobia takut kegelapan dikarenakan pernah mengalami kejadian traumatis di tempat gelap. Perasaan takut ini muncul karena menganggap dirinya tengah menghadapi situasi yang dapat membahayakan keselamatan dirinya.

Acrofobia merupakan rasa takut berlebih terhadap ketinggian. Umumnya, seseorang akan mengalami gejala sakit kepala sebagai salah satu respon terhadap situasi ketika berada di ketinggian.
Dalam kondisi yang parah, seseorang dengan fobia ketinggian akan takut ketika menaiki tangga hingga ketakutan saat berdiri di sebuah gedung tinggi. Fobia ini bisa muncul karena seseorang kehilangan kepercayaan pada kemampuan mereka untuk tetap seimbang atau takut bahwa mereka akan jatuh.

Pengidap astraphobia akan mengalami gejala kecemasan ekstrim dan semakin parah apabila dalam kondisi sendirian. Saat mendengar atau melihat petir, penderita fobia ini akan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi, di mana kebisingan suara petir akan berkurang.
(Diambil dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
