Berita Bohong (Twitter)
Dream - Polisi menangkap sembilan orang yang dituduh telah menyebarkan hoaks. Para tersangka ini diduga menyebarkan kabar bohong soal akan terjadinya bencana dahsyat.
" Sembilan orang sudah ditangkap," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di Jakarta, Jumat 5 Oktober 2018.
Setyo meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan berita hoaks terkait bencana. Sebab, penyebaran informasi bohong itu bisa membuat masyarakat semakin resah, apalagi sebagain rakyat Indonesia tengah prihatin karena tertimpa musibah.
" Kami menyayangkan kepada masyarakat yang tidak punya empati, ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, dia bahkan menyebarluaskan sesuatu yang membuat takut masyarakat," ucap Setyo.
Masyarakat, kata Setyo, harus berhati-hati ketika hendak menyebarkan berita di media sosial. Apabila terbukti tidak benar dan meresahkan bisa dijerat hukum.
Dream - Polisi menangkap empat penyebar hoaks terkait kabar gempa dahsyat yang akan terjadi di wilayah Indonesia. Keempat pelaku masing-masing berinisial EW, JA, UUF, dan BK.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Setyo Wasisto, mengatakan, keempat pelaku itu ditangkap di daerah yang berbeda. EW Ditangkap di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 28 September 2018.
Sementara JA ditangkap di Batam, Kepulauan Riau, pada 30 September 2018. UUF ditangkap di Sidoarjo, Jawa Timur, tanggal 2 Oktober 2018.
" Dan satu lagi, BK di Manado, juga tanggal 2 Oktober," kata Setyo di Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.
Setyo menjelaskan para pelaku memiliki lebih dari satu akun media sosial. Mereka menggunakan akun-akun tersebut untuk menyebar berita hoaks.
Dalam kasus ini, EW ditangkap karena menyebarkan berita bohong terkait gempa yang perlu diwaspadai di Pulau Sumbawa.
Hoaks yang disebarkan JA terkait jasad korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Sementara UUF dan BK ditangkap karena menyebarkan berita hoaks akan adanya gempa dan tsunami dahsyat di Jawa.
" Ini berita-berita yang sebenarnya sudah dibantah oleh BNPB, karena tidak ada satu ahli pun yang bisa memprediksi kapan akan terjadi gempa," ujar Setyo.
Hingga kini, polisi masih memperdalam kasus ini. Para pelaku pun masih menjalani pemeriksaan secara intensif.
" Yang jelas mereka menyebarluaskan berita bohong yang menyebabkan masyarakat takut, menyebabkan masyarakat gelisah, dan bahkan merugikan sampai membatalkan pesawat dan macam-macam secara ekonomi," ucap dia.
Dream - Beredarnya sebuah pesan terkait meletusnya Gunung Soputan di Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara, 3 Oktober 2018 membuat ramai jagad media sosial.
Pesan tersebut disertai dengan dua video dan dua foto yang memperlihatkan dahsyatnya letusan Gunung Soputan.
Dalam video pertama terlihat rekaman seseorang yang tengah menghindari kepungan asap putih dengan kendaraan bermotor.
Di video kedua terdapat lahar panas berwarna merah yang mengalir deras ke bawah gunung berapi.
Sementara dua foto memperlihatkan kepulan asap dari erupsi gunung berapi, serta anak-anak dan warga yang berlepotan lumpur.
" Gunung Soputan Sulawesi Utara hari ini meletus 8.47 Wita. Mari kita doakan saudara 2 kita selamat dari marabahaya," demikian bunyi pesan yang dengan cepat beredar di media sosial tersebut.
Tanggapan BNPBPeredaran video dan foto itu langsung mendapat tanggapan dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun Twitternya @Sutopo_PN menegaskan pesan itu adalah bohong alias hoaks.
Lewat postinganya ia kembali membagikan video yang tengah ramai diperbincangkan itu dengan menegaskan bahwa itu bukanlah video atau foto letusan Gunung Soputan
Video ini HOAX. Ini bukan lava Gunung Soputan. Gunung Soputan meletus pada 3/8/2018 pukul 08.47 WITA. Tapi tidak mengeluarkan lava keluar dari kawah. Abaikan dan delete jika menerima video ini di medsos. pic.twitter.com/EfHU8UH80t
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)October 3, 2018
" Video ini HOAX. Ini bukan lava Gunung Soputan. Gunung Soputan meletus pada 3/8/2018 pukul 08.47 WITA. Tapi tidak mengeluarkan lava keluar dari kawah. Abaikan dan delete jika menerima video ini di medsos." Tulis Sutpo dalam postingannya.
Selang beberaoa menit kemudian, sebuah foto dan video kembali ia posting.