#BeGood: Memeras Keringat Arya, si Bocah Jumbo

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 Maret 2020 19:30
#BeGood: Memeras Keringat Arya, si Bocah Jumbo
Arya Permana mendapat julukan 'Bocah Terbesar di Dunia' membuat batin Ade Rai bergejolak. Diajaknya bocah itu lebih cinta pada kesehatan. Inilah kisahnya.

Dream – Pria berambut gondrong dengan badan atletis itu mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat. Membawa dua barbel besi. Satu dan dua kilogram. Dia berniat meminjamkan alat olahraga itu kepada Arya Permana, anak asal Kuningan yang sempat dijuluki ‘Bocah Terbesar di Dunia’.

Tiba di Ruang Kemuning, Gedung Kenanga, RSHS, I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai atau akrab disapa Ade Rai disambut penuh antusias oleh dokter, perawat, terutama orangtua dan keluarga besar Arya. Banyak yang senang bisa menyaksikan eks atlet binaraga yang kini berprofesi sebagai personal trainer. Maklum, Ade memang public figure.

Tetapi, kesan yang didapatnya dari Arya justru berbeda. Ternyata, bocah itu tidak kenal sosok Ade.

“ Arya cuma bingung, bingung saja sedikit. ‘Ni orang siapa sih?’ Kalau bapak ibunya kok halo, Mas Ade Rai, semua keluarganya, pamannya, pada senang. Aryanya bingung, ini orang siapa ini,” ujar Ade saat berbincang dengan Dream di Bandung, Jawa Barat.

Pertemuan itu terjadi pada 11 Juli 2016. Beberapa hari setelah sosok Arya menghiasi laman sejumlah media baik nasional maupun internasional. Kala itu, Arya sedang menjalani perawatan intensif akibat obesitas ekstrem yang dideritanya. Bobotnya bahkan mencapai 196 Kg. Angka yang tidak wajar untuk anak usia 10 tahun.

Terlibat perbincangan, Ade lalu menyerahkan barbel yang dibawanya kepada Arya. Dia ajak bocah itu mengikuti gerakannya mengangkat barbel. Tanpa pikir panjang, Arya pun menurut. Bocah itu mengenggam barbel lalu menggerakkan tangannya. Persis seperti gerakan Ade.

 Arya Permana© Instagram Ade Rai

Ketidaktahuan Arya justru membuat Ade merasa bersyukur. Bagi Ade, ini menunjukkan betapa Arya tidak memiliki asumsi apapun. Ade pun melihat ada harapan bagi Arya untuk menurunkan berat badan dan hidup normal.

Pertemuan itu menjadi sarana pengikat pertemanan antara Ade dengan Arya. Hubungan tersebut berangsur semakin dekat. Bahkan mencetak sejarah mengagumkan.

Bocah itu kerap datang ke pusat kebugaran milik Ade Rai, Rai Fitness, yang berlokasi tak jauh dari RSHS. Di sana, Arya menjalani latihan kebugaran di bawah panduan Ade Rai dan tim instruktur.

Ade membolehkan Arya memanfaatkan seluruh fasilitas olah raga yang tersedia. Termasuk mendapatkan bimbingan latihan. Semua dia berikan secara gratis. Ditambah lagi, Arya bisa datang kapan saja.

Jadilah Arya sebagai bagian dari keluarga besar Rai Fitness. Setiap kali ke Bandung untuk cek kesehatan atau sekadar jalan-jalan, Arya selalu singgah dan berlatih di pusat kebugaran itu.

1 dari 3 halaman

Latihan tidak hanya dilakukan Arya di Ade. Di rumahnya, Arya juga menjalani latihan seperti yang diarahkan Ade dengan dipantau sang Ayah, Ade Somantri. Perkembangan Arya tak pernah luput dari perhatian Ade

“ Kami bersyukur hari ini punya teknologi yang memungkinkan untuk bisa Kang Ade (ayah Arya) setiap hari Arya lagi gini, kirim videonya, fotonya, berbagai foto-foto, ‘Nih udah tuh turun 106, 103, 102, 97, 93, terus turun,” ucap Ade.

Tiga tahun lebih berinteraksi dengan Ade Rai, Arya mengalami banyak sekali perubahan. Di bawah asuhan Ade, berat badan Arya menurun. Cukup drastis. Setelah keringat Arya diperas selama olahraga, bobotnya turun dari 196 ke 160, 150, hingga saat ini sekitar 90 Kg. Kini jauh lebih ceking.

Tak ada program khusus yang dibuat Ade untuk Arya. Semua gerakan Arya adalah treatment sama seperti Ade jalani sendiri maupun saat membina orang lain. Bedanya, kata Ade, Arya tidak punya asumsi apapun mengenai sehingga memudahkan anak itu menurunkan berat badan.

 Be Good Ade Rai By Deki fix© Foto: Deki Prayoga/Dream

“ Salah satu Kunci keberhasilan Arya itu adalah alasan kita tidak punya asumsi terutama yang melemahkan hati terhadap situasi dia,” terang Ade.

Hal itu pula yang menggerakkan Ade membantu Arya. Dia menangkap adanya keinginan kuat dalam diri Arya untuk berubah. Ditambah, kata Ade, tidak ada perasaan kecil hati atau pesimistis pada Arya akibat omongan banyak orang mengenai kondisinya.

“ Jadi itu sesuatu yang sangat baik sekali yang saya lihat pada saat pertama kali saya bertemu Arya,” ucap dia.

Ditambah, ada semangat lain yang memicu Arya akhirnya ingin kurus. Lazimnya anak-anak, Arya juga ingin bermain dengan teman-temannya. Tetapi, kondisi tubuh tidak memungkinkan Arya untuk memenuhi keinginannya.

“ Saya bisa melihat seorang anak kecil, bocah yang hobi senang lari, bermain dan ketika saya tanya waktu itu Arya mau jadi apa kalau udah gede, mau jadi pemain bola,” tutur Ade yang kebetulan memiliki klub sepakbola favorit sama dengan Arya.

2 dari 3 halaman

Bertemu dan membantu Arya, Ade merasa begitu terberkahi. Apa yang dia lakukan kepada Arya semata karena dorongan untuk membantu sesama. Tidak lebih. Pun soal niat, tak ada motivasi apapun yang terpikir dalam benaknya, terutama materi.

Cara dia melatih Arya pun tidak berbeda dengan langkah yang dia lakukan kepada orang lain. Dia juga peduli ada ucapan terima kasih dari Arya atau tidak. Yang dia harapkan, Arya hanya dapat menjaga kesehatan dan menebarkan inspirasi pada banyak orang.

“ Jadi sama sekali saya lakukan dengan senang hati, Arya melakukan juga dengan senang hati, keluarganya juga senang, saya juga senang banget bisa punya teman baru, punya keluarga baru,” kata Ade.

 Ade Rai dan Arya© Instagram

Ade pun mengakui pertemanannya dengan Arya menjadi pengalaman sangat berharga dan menyenangkan. “ Jadi satu hal yang saya syukuri selagi hidup pernah mengalami perjalanan ini menyenangkan,” ungkap dia melanjutkan.

Dia tak mau disebut sebagai pihak yang berperan besar terhadap perubahan Arya. Ade semata merasa hanya menjalankan tanggung jawab sebagai seseorang yang sudah lama berkecimpung dengan dunia kebugaran dan kesehatan. Bahkan bagi Ade, menganggap Arya bisa berubah karena andil dia merupakan kesalahpahaman.

“ Saya tidak akan jatuh di dalam kesalahpahaman itu karena buat saya, mau gara-gara saya atau gara-gara orang lain nggak penting, yang penting orangnya itu jadi lebih sehat, jadi berubah gitu aja,” ucap dia.

Ade mengatakan apa yang dilakukannya semata karena kewajiban untuk menolong sesama. Tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjadi orang penting.

“ Kalau Arya tidak bertemu dengan Ade Rai, masih banyak orang yang mau membantu Arya, jadi saya rasa itu, nggak perlu GR (gede rasa) atau  besar hati atau besar kepala,” ucap dia.

 

3 dari 3 halaman

Ade lalu berpesan, kisah Arya bukan cerita hiburan melainkan pembelajaran. Apa yang terjadi pada Arya bisa pula terjadi pada orang lain.

Tak hanya itu, kisah Arya juga memberikan pesan betapa masyarakat Indonesia saat ini sedang menghadapi ancaman kesehatan serius. Dalam kurun waktu relatif pendek, jumlah penderita obesitas di Indonesia mengalami kenaikan cukup drastis.

Padahal, kata Ade, di masa kecilnya sangat sulit menemukan orang dengan berat badan mencapai 90 Kg. Jika pun ada, orang bersangkutan tentu memiliki postur tubuh tinggi besar.

“ Orang yang gemuk itu tidak ada, obesitas mungkin bisa yang kecil sekali,” ucap Ade.

 Be Good Ade Rai By Deki fix© Foto: Deki Prayoga/Dream

Tetapi dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun terakhir, Ade menemukan fakta yang jauh berbeda. Terjadi perubahan gaya hidup cukup ekstrem, dari yang dulu rajin bergerak menjadi sedikit aktivitas fisik. Ditambah perkembangan teknologi yang membuat nyaman sehingga orang makin malah berpindah tempat.

“ Makin sedikit orang yang makan makanan alami seperti zaman dulu karena memang tidak ada industrinya,” terang dia.

Namun demikian, Ade menerangkan teknologi tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Bahkan, kehadiran teknologi dapat dimanfaatkan pula untuk hidup sehat.

“ Jadikan teknologi memberikan kemudahan dan memberikan kita pemahaman yang lebih baik sehingga mendekatkan kita pada pemahaman yang lebih baik sehingga mendekatkan kita pada sehat, bukan kebalikannya, teknologi akhirnya menjauhkan kita dari segalanya termasuk bahkan menjauhkan kita dari hubungan sesama,” ucap Ade berpesan.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak