7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Menggunakan Serum. (Source: Shutterstock)
Dream - Meski skinimalism atau memakai skincare seminimal mungkin tengah menjadi tren saat ini, namun masih banyak orang yang menggunakan terlalu banyak produk perawatan kulit.
Bahkan, seseorang bisa menggunakan lebih dari satu serum dalam sekali pemakaian. Amankah kebiasaan tersebut untuk kesehatan kulit? Dilansir dari Skincare.com, Dermatologis, Robert Finney mengatakan bahwa hal tersebut tidak selamanya buruk.
Namun jika kamu menggunakan serum yang kurang tepat untuk kebutuhan, kulitmu akan bermasalah. Pemakaian serum yang bisa melembapkan dan mengandung antioksidan dengan bahan aktif seperti asam hyaluronat atau vitamin C sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit.
Sayangnya, serum tersebut bisa menyebabkan iritasi, beruntusan, dan penyumbatan pori-pori jika digunakan bersamaan dengan serum yang memiliki kandungan seperti asam salisilat, asam glikolat, atau asam laktat, serta bersifat comedogenic.
Akibatnya, kulitmu bisa mengering atau terlalu berminyak, serta mengalami iritasi. Jika ingin menggunakan serum yang mampu mengeksfoliasi dan mengandung asam glikolat atau retinol, jangan gunakan dalam waktu bersamaan.

Rasa terbakar pada wajah saat mengaplikasikan serum atau produk kecantikan lainnya bisa menjadi pertanda jika kamu menggunakan terlalu banyak skincare.
Jika tidak segera diatasi, kulitmu bisa bersisik dan kemerahan. Terutama, jika wajahmu berjerawat. Cukup gunakan produk yang sedang benar-benar dibutuhkan agar perawatannya lebih efektif.
Hindari campuran serum yang mampu melembapkan dan mengeksfoliasi. Jika ingin mencampur serum, gunakanlah yang mampu melembapkan dan kaya antioksidan.
Kamu bisa menggunakan serum yang mengandung asam hyaluronat dan vitamin C atau peptides. Terutama, jika ingin menjaga lapisan pelindung kulit ketika beraktivitas di bawah sinar matahari langsung.
Dream - Memakai sunscreen atau sunblock setiap hari hukumnya adalah wajib. Terutama bagi kamu yang selalu ingin menjaga kulit selalu sehat dan awet muda. Banyak sekali produk sunscreen dan sunblock yang beredar di pasaran dan banyak yang bingung saat memilihnya.
Sebenarnya baik sunscreen dan sunblock memiliki fungsi yang sama, yaitu melindungi kulit kita dari sinar UVA dan UVB berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan. Terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Make Over Penampilan Penjual Sayur, MUA Malah Dikira Penipu
Lalu apa perbedaan sunscreen dan sunblock? Dikutip dari PopSugar, perbedaan utamanya adalah sunscreen menyerap ke dalam kulit dan sunblock menetap di atas kulit.
" Sunscreen akan menyerap dan menyebar sebelum sinar matahari menembus kulit. Sementara sunblock, menetap di atas kulit kita dan memblokir sinar matahari dengan memantulkannya. Kedua produk tersebut bekerja dengan berbeda, walaupun memiliki perlindungan yang sama," ujar Ashley Magovern, MD, seorang dokter kulit, dikutip dari Real Simple
Bila kamu membaca label belakang sunscreen dan sunblock, anda akan melihat perbedaan yang mengejutkan. Blair Murphy-Rose, MD, FAAD, dokter bedah kosmetik bersertifikat di New York, mengatakan banyak sunblock yang memiliki zinc oxide atau titanium dioxide. Zat-zat tersebut yang menjadi pelindung utama kulit dan sinar matahari yang berbahaya.
" Sunblock lebih efektif daripada 'saudaranya', sunscreen. Bahan aktif dari sunblock juga dianggap lebih aman bagi lingkungan," ujarnya.
Pengantin Alami Sakit Mata, Hasil Riasan MUA Bikin Melongo
Sementara sunscreen berisi bahan kimia seperti; avobenzone, octocrylene, homosalate, octisalate, octinoxate, oxybenzone, dan banyak lainnya. Formula tersebut memang menyediakan perlindungan matahari yang kita butuhkan, tapi masih terdapat potensi yang dapat merusak kulit. Sunscreen juga perlu lebih sering digunakan berulang dan lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk meresap ke dalam kulit.
" Karena sunscreen tidak menciptakan perisai pelindung fisik, itu cenderung tidak memberikan perlindungan terhadap banyak kondisi yang disebabkan oleh sinar matahari seperti perubahan pigmentasi dan rosacea dibandingkan dengan sunblock," kata Murphy Rose.
© © Shutterstock
Perubahan Wajah Amanda Manopo Usai Perawatan Rp45 Juta
Untuk mengetahui mana produk sunscreen atau sunblock, baca label di belakang kemasan. Bila ada formula zinc oxide dan titanium dioxide makan produk tersebut adalah sunblock. Untuk memilih sunscreen yang tepat cara yang memiliki broad-spectrum (yang berarti melindungi kulit terhadap UVA dan UVB).
Laporan: Anzila Riskia Putri
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?