Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sushi/ Foto: Shutterstock
Dream - Selama dua tahun terakhir, Jepang membatasi kunjungan dari negara lain karena pandemi Covid-19. Kini, pihak Kementerian Jepang kembali membuka perbatasan dan memungkinkan para turis untuk kembali datang.
Wisatawan dari negara lain akan diberikan identikan digital atau " C.O." . Identitas ini akan dipegang ketika tiba di Jepang dan melewati bea cukai. Fungsinya adalah untuk melacak jika kembali terjadi outbreak atau penularan Covid-19.
Hal yang unik adalah dari kartu tersebut juga dibuat aturan, wisatawan asing yang datang wajib mengonsumsi sushi. Sushi setidaknya disantap sekali setiap hari saat berada di negara itu.
Tujuan dari kebijakan baru tersebut menurut pemerintah Jepang, adalah untuk membantu menghidupkan kembali bisnis restoran dan pariwisata yang sangat terpukul karena pandemi.
“ Meskipun kami berharap orang asing akan menghabiskan waktu mereka menikmati budaya tradisional Jepang, pola hiburan mereka bisa sangat tidak terduga, dan sayangnya kami tidak bisa mengambil risiko," kata Udesho Chiga, perwakilan dari komite yang membuat “ C.O.”
Sushi dipilih karena sebagai industri kuliner dan juga entitas Jepang, terkena dampak yang sangat besar karena pandemi. Sebelumnya, sushi yang tidak terjual senilai miliaran yen membanjiri pasar dan memaksa banyak pembuat sushi tradisional gulung tikar.
Tak hanya aturan wajib makan sushi, tapi wisatawan juga diminta menaati aturan lain. Seperti, membeli sandal geta tradisional dan memakainya saat berada di luar setiap saat, termasuk membeli barang khas Jepang lainnya.
Toko yang berpartisipasi dalam program ini akan mudah dikenal wisatawan. Akan ada tulisan besar " COME ON US!!!" stiker di etalase toko serta maskot COME ON Japan.
Laporan: Amanda Putri Ivana/ Sumber: SoraNews
Buat kamu yang berjualan makanan atau suka memesan makanan secara online, bisa tengok ManisdanSedap.com. Selain membantu penggemar kuliner menemukan dan memesan beragam menu favorit, platform ini juga membantu para pemilik UMKM untuk menampilkan jualan mereka sebagai 'etalase'.
Lengkap dengan tombol pembelian langsung menuju ke nomor whatsapp Seller, pembeli dapat berinteraksi dengan Seller dan melakukan transaksi terpisah dari platform. Yuk, bikin usaha kuliner rumahanmu makin dikenal dengan ikutan gabung ke ManisdanSedap.com!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya