Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bekal Makanan (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat melakukan perjalanan jauh atau traveling, kita seringkali abai terhadap kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi. Sampai akhirnya masalah muncul seperti muntah, diare, bahkan sampai keracunan akut.
Perjalanan tentu akan sangat terganggu. Apalagi jika sampai membutuhkan perawatan medis. Untuk itu, perhatikan asupan yang dikonsumsi selama perjalanan.
Berikut ini cara memastikan keamanan makanan seperti dikutip dari Foodnetwork:
1. Bekal sesuai waktu perjalanan
Saat melakukan traveling dan membawa bekal, kita harus memikirkan durasi perjalanan. Beberapa makanan akan sangat mudah basi dalam suhu yang lembap dan panas. Idealnya, bekal yang dalam kondisi basah dan berkuah bisa bertahan 4 hingga 6 jam. Pilihan lauk kering memang lebih aman untuk menu bekal.
2. Bersihkan meja makan pesawat
Dalam sebuah studi tahun 2015 oleh TravelMath, seorang ahli mikrobiologi mengumpulkan 26 sampel dari 5 bandara dan 4 penerbangan, menemukan meja baki pesawat menjadi tempat paling kotor di pesawat. Untuk itu, seka meja nampan dengan tisu basah antibakteri dan jangan pernah menyentuh makanan secara langsung. Selalu gunakan serbet atau alat untuk mengambilnya.
3. Pilih makanan kemasan
Makanan dalam kemasan harus mematuhi praktik keamanan pangan yang ketat. Dalam situasi lapar dan darurat, boleh dibilang makanan kemasan adalah pilihan terbaik. Beberapa makanan ringan kemasan yang mengenyangkan, seperti biskuit, kacang-kacangan merupakan pilihan yang pas.

4. Cuci botol minum
Mungkin ingin menghemat uang dengan menggunakan botol air yang dapat digunakan kembali, tetapi ada batasan berapa lama dapat digunakan kembali. Dengan bibir (dan bakteri) menempel di bagian mulut, pastikan untuk mencucinya dengan sabun dan air hangat setiap hari.
Laporan Ava Haprin
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya