Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya Menjadikan Mobil Agar Bisa Ramah Anak? (Foto: Shuttestock)
Dream – Memilih mobil keluarga bukan perkara yang bisa dilakukan dengan mudah. Ada sejumlah faktor dan fitur penting perlu dipertimbangkan, terutama untuk keluarga muda.
Dikutip dari Wuling, Minggu 3 Februari 2019, pembeli biasanya memilih kendaraan yang bisa mengangkut banyak orang dan mengangkut banyak barang. Pilihan itu jatuh pada mobil tipe multi-purpose vehicle (MPV).
Mobil MPV memang cukup lapang karena memiliki tiga baris kursi. Di beberapa kendaraan, dua baris kursi penumpang biasanya bisa dilipat dan difungsikan menjadi bagasi mobil yang besar kalau tak semua kursi penumpang terpakai.
Sayangnya, di Indonesia banyak dijumpai orang tua yang memangku bayi atau anak kecil di dalam mobil. Padahal, kebiasaan seperti ini di beberapa negara sudah dilarang karena bisa membahayakan anak.
Lalu, bagaimana caranya agar mobil keluarga bisa terlihat lebih ramah anak?
Berikut ini adalah tipsnya.
Pastikan Mobil Punya Fitur Isofix
Postur tubuh bayi atau anak kecil, terutama Balita, belum sesuai untuk memakai sabuk pengaman pada jok mobil. Kalau dipaksakan, ada kemungkinan cedera saat terjadi kecelakaan atau saat terjadi rem mendadak.
Itulah mengapa keluarga yang baru memiliki anak berusia balita atau bayi, perlu mempertimbangkan safety driving untuk anak. Seperti mobil perlu memiliki Isofix (International Standards Organization FIX). Fitur ini fungsinya adalah untuk mengaitkan kursi bayi di jok.
Umumnya, Isofix letaknya ada di bagian bawah sandaran jok baris kedua.
Ada Hiburan di Perjalanan
Menyediakan hiburan seperti film anak-anak, mainan khusus untuk balita atau musik anak-anak bisa menjadi langkah yang baik agar bisa berkendara lebih ramah anak.
Selain mencegah anak dari kebosanan, kamu pun bisa terus fokus berkendara tanpa khawatir diganggu oleh Si Kecil.
Punya Ruang Kabin yang Lebih Luas
Apa pun jenis mobil keluarga yang dipilih, ketika berkendara dengan bayi atau balita, pastikan kamu memasang kursi duduk anak. Kursi duduk anak didesain khusus untuk Si Kecil yang belum memiliki tinggi yang cukup untuk memakai sabuk pengaman.
Pilihlah mobil dengan ruang kabin yang luas. Ruangan itu akan mempermudah kamu memasang kursi duduk bayi dan kamu bisa meletakkan barang-barang bayi di dalam kabin yang luas.
Pasang Kaca Spion Tambahan
Sebuah kaca spion tambahan akan membantu kamu melihat ke belakang dengan mudah. Aksesoris kecil ini penting supaya tetap dapat melihat kondisi anak tanpa harus menoleh ke belakang.
Atau, kamu bisa menyesuaikan kaca spion di atas mobilmu. Kamu bisa mendapatkan aksesori tambahan ini toko-toko perlengkapan mobil.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya