Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Sakit
Dream - Bayi yang terserang flu dengan beberapa gejala seperti batuk, pilek hingga disertai demam, memang kerap memicu rasa khawatir. Sebisa mungkin sebagai orangtua tentu kita ingin si kecil segera sembuh.
Tak mau langsung memberikan obat, banyak orangtua mengandalkan bahan tradisional. Salah satu yang banyak digunakan untuk meredakan gejala flu pada bayi adalah bawang merah.
Biasanya, bawang merah diparut, lalu dibalur pada tubuh bayi, ada juga yang mengerok punggung dan perut bayi dengan bawang. Harapannya, gejala flu segera mereda dan bayi tak lagi rewel.
Menurut dr. Reza Fahlevi, spesialis anak, meski bawang merah memiliki berbagai khasiat, tetapi belum ada penelitian yang spesifik mengatakan berapa dosis penggunaan bawang merah untuk hidung tersumbat pada bayi.
“ Kalau digunakan secara umum seperti penggunaan bumbu masak, itu tidak masalah karena bawang mengandung antioksidan dan zat lainnya. Namun, bukan untuk digunakan sebagai pengobatan yang spesifik seperti pilek,” ujarnya dikutip dari KlikDokter.com
Pada beberapa kondisi, paparan bawang merah pada kulit bayi, malah bisa menimbulkan iritasi, kemerahan hingga mengelupas. Untuk itu tidak dianjurkan untuk membalur langsung di kulit bayi.

Bila memang si kecil batuk, pilek dan demam, pastikan mendapat cairan dengan maksimal, jangan sampai dehidrasi. Bisa berikan ASI sebanyak mungkin atau susu. Perhatikan juga kondisi anak, bila demam lebih dari tiga hari, kehilangan nafsu makan, dan tampak sangat lemas, segera periksakan ke dokter.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Dream - Memiliki bayi kecil, di bawah usia tahun, dengan tubuh yang sangat mungil terkadang membuat khawatir saat ia tertidur. Ayah atau bunda mungkin merasa takut hidung mungil si kecil tertutup dan kesulitan bernapas.
Untuk membuatnya tidur dengan nyaman dan aman, ternyata tak butuh bantal. Mungkin sudah disiapkan bantal mungil untuknya agar lebih nyaman, tapi sebenarnya justru akan lebih baik jika bayi tidur tanpa bantal.
Studi menemukan bahwa penggunaan bantal pada bayi bisa memberikan serangkaian risiko kesehatan. Apa saja?
1. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
Sudden infant death syndrome (SIDS) dikutip dari KlikDokter, merupakan kematian mendadak pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Hingga saat ini, penyebabnya masih belum diketahui secara pasti.
Meski demikian, kalangan medis berpendapat bahwa penggunaan bantal, terutama jika bayi tidur di ranjang tanpa pengawasan, merupakan hal yang berperan pada terjadinya SIDS. Atas dasar itu, bayi di bawah usia 1 tahun tidak disarankan untuk menggunakan bantal.
Sebab, ketika usia bayi masih terlalu kecil, bayi belum punya kemampuan untuk menyingkirkannya ketika bantal tanpa sengaja menutupi wajahnya. Kondisi ini akan menutup jalan pernapasan bayi yang masih kecil dan bisa mengancam nyawa.
Alasan lainnya mengapa bayi disarankan untuk tidur tanpa bantal berkaitan dengan posisi tubuh. Orang dewasa memang terbantu dengan bantal agar poros kepala sejajar dengan tulang belakang. Sementara, penggunaan bantal pada bayi berisiko membuat lengkung poros kepala-leher-tulang punggung alaminya terganggu.

3. Berisiko Alergi
Penggunaan sarung bantal yang dicuci menggunakan detergen, pewangi, atau pelembut dapat memicu reaksi alergi pada kulit bayi yang rentan. Apalagi jika tidak dicuci dengan benar. Selain itu, bantal yang kotor dan tidak rutin dicuci juga dapat menjadi sumber penumpukan debu, bakteri, dan tungau debu. Hal ini tentu akan menyebabkan masalah pada kulit bayi.
Jika bayi menggunakan bantal, posisi kepalanya akan tidak natural sehingga berisiko menyebabkan tersedak. Hal ini dikarenakan kemampuan bayi yang belum sepenuhnya mumpuni untuk memproteksi dirinya dari tersedak. Jika bayi menyusu dengan posisi yang salah, hal itu juga dapat mengakibatkan tersedak.

Tersedak ini bisa menyebabkan masalah lanjutan, seperti infeksi saluran pernapasan, sesak, bahkan kehilangan nyawa. Oleh karena itu, akan lebih baik bila bayi tidur tanpa bantal.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya