Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Songket Koleksi Dian Pelangi
Dream - Indonesia dikenal dengan beragam budayanya, kecantikan hasil kainnya begitu memicut hati pecinta fesyen. Songket salah satunya. Namun dalam segi perawatan kain, masih belum banyak yang memahami dan mengerti merawat songket. Tak jarang, kain nan indah itu menjadi rusak.
Muhamad Fahmi, seorang Ahli Tekstil yang juga dosen Insitut Kesenian Jakarta (IKJ) mengatakan bahwa untuk merawat dan menjaga kain tradisional hampir sama untuk berbagai jenis. Mulai dari batik, tenun hingga songket.
Penanganannya tidak perlu dicuci terlalu sering. Namun bila sudah terlihat kotor, dianjurkan menggunakan sampo, bukan deterjen.
" Kotor itu ada dua macam, yakni kotor debu dan kotor noda. Kalau debu saja, bisa menggunakan sampo yang dicampur dengan air hangat kuku dan dikocok hingga berbusa," ujar Fahmi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Desember 2014.
Sementara untuk kain kotor dari noda, Fahmi menyarankan untuk membasahi bagian kain yang terkena noda tersebut, lalu dikucek perlahan dengan sabun mandi hingga hilang.
Setelah itu, lanjut Fahmi, kain tersebut direndam maksimal 30 menit. Lalu diangkat dibilas dan angin-anginkan tanpa terpapar sinar matahari langsung.
" Kain tradisional apapun tidak boleh dijemur di bawah sinar matahari langsung, karena akan merusak warna. Warna dari kain tradisional itu biasanya warna alami. Jadi harus dijaga dengan baik. Maka, ketika dijemur, sebaiknya di tempat yang teduh dan angin-anginkan saja," tambahnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya