Belajar Jadi Tangguh, Anak Juga Perlu Gagal

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 24 November 2016 16:47
Belajar Jadi Tangguh, Anak Juga Perlu Gagal
Pahami 3 cara ini agar bisa merespon kegagalan anak dengan bijak.

Dream - Setiap orangtua pasti menginginkan anak selalu sukses dalam hal apapun, baik akademik maupun non akademik. Melihat anak gagal, seperti nilai jelek di sekolah atau kalah dalam pertandingan, membuat kita sebagai orangtua ikut " patah hati" .

Hati orang tua semakin gundah jika anak bereaksi sangat emosional, seperti menangis tersedu-sedu hingga mengunci diri di kamar.

Kegagalan memang membuat anak jadi terpukul. Tapi coba pikirkan lebih jauh. Kegagalan juga memiliki aspek positif. Dengan gagal, anak bisa belajar kalau semua hal yang diusahakannya tak selalu berakhir baik, malah bisa sebaliknya.

" Tak semua orang mampu menghadapi kegagalan dengan bijak. Justru dengan anak mengalami kegagalan, saatnya orangtua melatih mereka bagaimana jadi pribadi yang tangguh dan bisa menghadapi kenyataan serta mampu melanjutkan langkah berikutnya," ujar Jamie M. Howard, PhD, seorang psikolog klinis.

Menurut Howard, kemampuan untuk tegar dan mampu bangkit dari kegagalan bukan muncul begitu saja. Kemampuan ini harus dilatih dan dikembangkan dengan bimbingan yang tepat. Siapa yang bisa melakukannya? Jawabannya adalah orangtua.

Saat anak mengalami kegagalan, hindari melontarkan kalimat negatif. Hal itu hanya akan membuat anak makin terpuruk dan melukai harga dirinya. Ia pun jadi tidak mendapat pelajar dari kegagalannya. Howard mengungkap tiga hal yang bisa Anda lakukan pada anak saat ia mengalami kegagalan.

1. Empati
Misalnya, saat anak gagal masuk seleksi lomba tingkat daerah. Jangan katakan " kamu kurang latihan sih" atau " pasti kebanyakan main deh" . Lebih baik Anda menyampaikan empati. Katakan saja " kakak sedih yah, kecewa juga" atau " kok diem saja, bunda tahu kamu lagi sedih kan" . Menyampaikan empati membuat anak tahu kalau ia tidak sendirian menghadapi kekecewaan.

2. Semua orang pasti gagal
Ceritakan juga Anda atau orang-orang dikenalnya juga pernah mengalami kegagalan. Beritahu anak kalau semua orang pernah gagal dan akan sangat baik jika kegagalan dijadikan pengalaman. Bukan tenggelam pada kesedihan.

3. Analisis
Minta juga anak mencari tahu penyebab kegagalannya. Hal ini untuk melatihkan kemampuannya mengatasi masalah yang sama dan mungkin muncul di kemudian hari. Anak juga jadi bisa mempertimbangkan banyak hal sebelum melakukan sesuatu untuk meminimalisir kegagalan.

(Sah)

Beri Komentar