Celana Super Panjang Foto: Shutterstock
Dream - Kejadian tak terduga memang sering terjadi saat berbelanja barang lewat online shop. Entah sudah berapa kali netizen diingatkan untuk memastikan barang yang dibeli sudah sesuai kriteria. Cara paling gampang adalah dengan bertanya langsung kepada si penjual.
Namun sepertinya masih banyak pembeli yang malas untuk menjalani proses itu. Mereka ingin segera mendapatkan barang yang diincar tanpa melalui proses ribet tersebut. Hasilnya sudah bisa ditebak.
Banyak pembeli kecewa karena barang yang datang tidak sesuai dengan ekspetasi. Entah salah ukuran atau memiliki warna yang berbeda.
Seorang pengguna aplikasi Tiktok bernama Levi membagikan pengalaman lucunya saat berbelanja online. Dalam video Tiktok yang diunggah olehnya, ia memamerkan celana olahraga yang dipesan di online shop AlliExpres.

Awalnya tampak normal, Levi mengatakan jika celana tersebut terlihat bagus. Namun hal mengejutkan terjadi ketika Levi memegang celana berwarna abu-abu tersebut.
Celana berwarna abu itu ternyata memiliki ukuran yang sangat panjang. Bahkan hampir menyamai tinggi badan perempuan itu. Saat dikenakan, Celana ini menyisakan bagian bawah yang cukup banyak.
Levi mengatakan celana olahraga ini memiliki panjang 5’7” atau setara 170cm. Celana ini berukuran sangat panjang, setara dengan tinggi badan manusia pada umumnya.

Video Tiktok mengenai celana super panjang itu pun dibanjiri banyak komentar menggelitik. Banyak yang tertawa melihat celana super panjanng dan ramping layaknya slenderman ini.
Ada juga yang menyarankan untuk menambahkan bahan karet dan menjahitnya ke dalam bagian bawah celana agar menjadi lebih mengkerut dan terlihat pendek.
(Sumber: thesun.co.uk)
Dream - Berbelanja di toko online merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Tinggal duduk, pilih barang sesuai kebutuhan, bayar melalui transfer bank atau dompet online dan tunggu hingga barang sampai di depan rumah.
Tapi kenyataannya tidak selalu seindah itu. Terkadang, beberapa barang yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan gambar etalase toko online.
Hal ini dialami oleh warga Twitter yang membeli lemari seharga Rp400 ribu di toko online. Saat sampai, ternyata barang yang dibeli adalah lemari boneka.

" Mau pamer lemari 400 ribu-ku. akibat sotau dan gak teliti baca deskripsi di lazada krn agak seneng dapet potongan 50ribu. tengkyu lazada ini aku gatau harus seneng apa sedi. yaallah akhirnya barbie aku punya lemari:( /df/," tulisnya.
Unggahan yang disertai foto lemari kecil berwarna merah muda itu sontak diramaikan oleh komentar warganet.
" Berarti harga lemari itu 400ribu dong? Ya walaupun lu goblok ga baca deskripsi tapi tetep penipuan ini mah," komentar @Youwiska.
" Darurat literasi ya, biasa permasalahan orang indo wkwk. Yang sabar ya, ga papa buat nyenengin Barbie nya sekali-kali," kata @Myoombie_.
" Mama aku pun kemarin gak teliti baca angka. Dia pikir barang 50 ribu, ternyata 500 ribu. Mana itu barang datangnya pas aku sendirian di rumah lagi," ujar @cloudygrayy.
Dream – Saat membeli barang di e-commerce atau toko online lainnya, kita memerlukan ketelitian yang ekstra. Ketidaktelitian bisa membuat rugi bandar, seperti dialami pelanggan toko online ini.
Dikutip dari World of Buzz, Rabu 25 November 2020, orang-orang biasanya antusias menyambut pesta diskon e-commerce, misalnya 11.11. Produk-produk yang dijual bisa dikorting hingga 50 persen.
Bayangkan, iPhone dijual seharga 23 ringgit (Rp79.334). Murah sekali, bukan? Apakah produk ini palsu?
Ternyata, tidak. Jika dilihat dengan jelas, ternyata produk itu adalah model untuk iPhone 11, 11 Pro, 11 ProMax. Ada juga keterangan bahwa model ini hanya untuk display toko (dan bukan gadget sebenarnya).
Namun, sayangnya, ada saja yang tidak teliti. Seorang warganet Twitter berakun @jib mengunggah kecerobohan orang-orang dalam membeli dummy tersebut.
“ Saya selalu berpikir bahwa saya orang bodoh. Tapi, ada beberapa orang di luar sana yang ternyata lebih bodoh daripada saya,” cuit dia.
© © World of Buzz
Ternyata, ada orang-orang yang membeli model tersebut tanpa melihat keterangan. Mereka mengira barang yang dijual itu adalah gadget beneran.
Bahkan, ada yang marah-marah saat mengetahui bahwa yang dibelinya adalah ponsel dummy.
“ Ini ponsel palsu dan tidak nyata. Itu hanyalah model ponsel,” tulis seorang pembeli di review.
“ Pengiriman paketnya aman, tapi saya tidak mendapatkan charger dan lainnya seperti yang ada di review. Bahkan, ponsel ini tidak bisa digunakan,” tulis pembeli lainnya.
“ Waktu pengirimannya lama. iPhone tak bisa dinyalakan meskipun berusaha dinyalakan berkali-kali. Penyimpanannya juga sangat buruk,” tulis lainnya.
“ Saya sudah menerima ponsel ini, tapi tidak bisa dinyalakan. Saya membeli dua, tapi tidak bisa dinyalakan semua,” tulis yang lainnya lagi.
Penjual merespons beberapa pembeli yang ceroboh dan bersimpati terhadap pengalaman berbelanja yang membuatnya frustrasi. Penjual menjelaskan bahwa yang dibelinya adalah ponsel palsu. Sudah tentu tidak bisa digunakan.
“ Itu adalah ponsel palsu. Tentu saja tak bisa dinyalakan,” tulis sang penjual.