Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Apakah Benar Cas Smartphone Di Mobil Bisa Membuat Aki Rusak? (Foto: Pixabay)
Dream – Kamu mungkin pernah mendengar pernyataan bahwa sering mengisi baterai gawai di mobil bisa merusak aki. Pengisian daya baterai smartphone di mobil bisa memperpendek usia aki.
Benarkah demikian? Dikutip dari Auto2000, Kamis 14 Februari 2019, pada dasarnya, kamu tidak perlu takut kalau aki mobil menjadi cepat habis, karena sering isi ulang baterai atau mengecas ponsel di mobil.
Pengisian baterai HP di mobil tak berdampak buruk terhadap aki mobil. Asalkan, pengisian dari alternator ke aki berjalan dengan normal.
“ Jadi, untuk mengecas ponsel di mobil sebenarnya tidak akan membuat aki menjadi cepat habis. Kalau pengisian aki berjalan normal dari alternator, maka dayanya akan terisi terus,” kata Kepala Bengkel Auto2000 di Bekasi Barat, Sapta Agung Nugraha.
Sapta mengatakan ada tiga fungsi aki, yaitu starter (electric starter), supply kelistrikan (lampu, klakson, signal, ECU, dan lain-lain), dan penstabilan tegangan untuk melindungi alat-alat kelistrikan.
Sapta mengatakan aki merupakan salah satu bagian vital pada kendaraan bermotor. Makanya, barang yang satu ini perlu diperhatikan. Terkadang, pemilik mobil sering lupa merawat aki.
Perawatan aki ini sebenarnya gampang-gampang susah. Meskipun demikian, aki harus tetap diperhatikan dan dirawat agar fungsinya bisa berjalan normal.
Yang paling utama adalah menjaga tegangan (voltage accu) di 12 Volt dengan cara tidak menambah beban standar pada aki standar atau bawaan mobil. Contohnya, penambahan sistem audio yang berlebihan.
Selain itu, ketika berhenti dan parkir, pastikan lampu-lampu kendaraan semuanya dalam keadaan mati.
Selanjutnya, apabila kendaraan lama tidak digunakan, pastikan setiap tiga hari mobil dinyalakan kira-kira 5 menit agar aki mendapatkan pengisian (charge) dari alternator.
Perhatikan juga untuk selalu membersihkan terminal accu dari kotoran. Bisa menggunakan air panas, kemudian dilap sampai kering. Terakhir, melepas kabel aki saat mobil tidak digunakan dalam jangka waktu lama.
“ Jadi bukan karena sering mengecas ponsel aki itu cepat habis, tetapi lebih karena tidak dirawat oleh sang pemilik,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya