Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Ketika kita berusaha untuk merawat kulit dengan berbagai produk, namun apa yang kita dapatkan justru sebaliknya. Itu bisa jadi kulit kita termasuk dalam jenis kulit sensitif yang memerlukan perawatan khusus.
Kulit sensitif biasanya akan menunjukkan gejala seperti rasa gatal, terbakar, dan rasa risih lainnya apabila terangsang oleh sesuatu yang menyebabkan kulit iritasi.
Ada banyak faktor yang bisa membuat kulit kita menjadi kulit yang sensitif. Pengaruh lingkungan, polusi, paparan sinar matahari, dan banyak lagi faktor dapat mempengaruhi kulit sensitif.
Apabila faktor-faktor ini tidak diatasi dengan baik, maka akan menyebabkan kulit sensitif menjadi lebih parah.
Untuk mengatasi dan merawat kulit sensitif, Sahabat Dream bisa mempraktekkan 6 cara merawat kulit sensitif berikut ini:

Suhu air yang digunakan untuk mandi dan mencuci muka menjadi penting untuk diperhatikan oleh para pemilik kulit sensitif.
Air dengan suhu yang panas sangat tidak dianjurkan untuk kulit sensitif karena dapat menyebabkan kulit bereaksi iritasi atau alergi.
Walaupun mandi dengan air panas sangat baik untuk merilekskan tubuh, air panas tetap akan mempengaruhi kulit yang sensitif.
Air panas yang mengenai kulit juga akan membuat kulit kering dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada kulit.
Cara merawat kulit sensitif yang paling aman ialah menggunakan air dingin, namun apabila ingin merasakan sensasi panas, kita bisa menggunakan air hangat.

Kulit kering menjadi salah satu penyebab kulit sensitif yang paling utama. Sehingga menjaga kelembaban kulit bagi pemilik kulit sensitif sangatlah penting untuk dilakukan.
Cara merawat kulit sensitif bisa dengan menggunakan produk pelembab kulit.
Dalam memilih produk pelembab kulit, kita juga tidak boleh sembarangan. Pastikan bahan yang digunakan dalam pelembab tidak akan mengiritasi kulit.
Atau cara merawat kulit sensitif yang lebih aman ialah dengan menggunakan produk berbahan alami seperti aloe vera, jojoba, dan minyak kelapa.
Jangan hanya mengoleskan pelembab ke bagian kulit wajah saja, tapi juga oleskan ke kulit tangan dan bagian kulit lain yang terbuka.
Selain masalah kulit kering, paparan sinar matahari yang berlebih juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif.
Selain itu, paparan sinar matahari juga dapat melukai kulit karena kandungan sinar UV yang berbahaya.

Cara merawat kulit sensitif dari paparan sinar matahari ialah rutin menggunakan tabir surya atau sunscreen.
Pilih produk tabir surya yang aman untuk kulit sensitif dan pilih produk tabir surya yang memiliki SPF lebih dari 15.
Aplikasikan tabir surya ke bagian kulit yang terbuka dan sering terpapar sinar matahari. Dan, gunakan tabir surya setiap saat, entah saat siang hari maupun saat hujan.
Selain penggunaan tabir surya, cara merawat kulit sensitif dari paparan sinar matahari ialah jangan terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung.

Kulit sensitif sangat peka terhadap rangsangan dari beberapa bahan yang kerap digunakan dalam membuat produk perawatan kulit.
Produk yang mengandung asam yang tinggi dan mengandung wewangian atau berparfum sebaiknya dihindari oleh para pemilik kulit sensitif.
Kandungan asam seperti alpha-hydroxy, beta-hydroxy, ascorbic, dan asam kojik sering kita jumpai di beberapa produk perawatan kulit.
Apabila bahan asam tersebut mengalami kontak langsung dengan kulit sensitif, maka akan menyebabkan kulit sensitif menjadi teriritasi.
Kandungan wewangian dalam produk sabun, deterjen, dan produk perawatan lainnya juga dapat mengiritasi kulit sensitif, dan membuat kulit terasa gatal.
Jangan lupa cek kembali bahan yang digunakan dalam produk perawatan kulit yang kita beli ya, Sahabat Dream.

Untuk menghindari iritasi pada kulit yang sensitif akibat penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok, sangat dianjurkan untuk mengganti produk perawatan kulit yang dipakai dengan produk perawatan kulit yang menggunakan bahan alami.
Cara merawat kulit sensitif ini tidak hanya baik untuk mencegah iritasi, namun juga baik untuk menjaga kesehatan kulit.
Karena produk dengan bahan alami dipercaya lebih aman dibandingkan dengan produk perawatan berbahan kimia.
Produk perawatan kulit berbahan alami saat ini sangat mudah untuk dijumpai. Kita bisa membelinya langsung ke pembuat produk atau bisa membelinya secara online.
Dan yang terakhir ialah yang terpenting dalam cara merawat kulit sensitif. Caranya ialah dengan mencatat atau setidaknya mengingat bahan apa saja yang membuat kulit sensitif yang kita miliki mengalami iritasi.
Akan lebih baik, apabila kita mencatat secara rinci apa yang penyebab kulit sensitif kita teriritasi untuk menghindari masalah kulit yang lebih parah.
Dengan melakukan pencatatan ini, akan memudahkan kita dalam memilih produk perawatan kulit yang sesuai.
(ism, Sumber: Bold Sky)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya