Shutterstock
Dream - Merawat wajah untuk pemilik kulit sensitif menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tidak bisa menggunakan sembarang skincare. Bisa jadi kandungan di dalam produk perawatan yang dipakai sesuai dengan kulit.
Bagi pemilik kulit sensitif, mencoba produk baru sangatlah menakutkan. Anda tidak pernah tahu penyebab, bintik-bintik merah, ruam, rasa panas, atau reaksi aneh lainnya, setelah memakai produk baru.
Meski demikian, kulit sensitif bukan akhir segalanya. Anda masih bisa melakukan perawatan kulit, namun hanya perlu tahu bahan mana yang harus dihindari. Berikut empat di antaranya:
Pewangi
Pewangi sinetis yang ada pada kandungan produk perawatan wajah bisa memicu munculnya iritasi di wajah. Untuk kulit sensitif, cobalah untuk menghindari produk perawatan wajah yang memiliki kandungan pewangi buatan agar tidak terkena iritasi.
Sunscreen Kimi
Sunscreen terbagi menjadi dua, fisik dan kimia. Untuk pemilik kulit sensitif, ada baiknya kamu menggunakan sunscreen fisik, yang memiliki kandungan titanium dioxide atau zinc oxide, agar tidak mengiritasi kulit.
Paraben
Paraben merupakan kandungan dalam perawatan wajah yang harus dihindari karena dapat menyebabkan hormon tidak seimbang. Produk yang mengandung paraben biasanya harus dihindari oleh pemilik kulit sensitif.
Minyak Atsiri
Ada sebagaian minyak atsiri yang saat terkena sinar matahari dapat menyebabkan terjadinya foto-alergi. Salah menggunakan minyak atsiri juga dapat menyebabkan kulit kamu iritasi dan kemerahan.
Sumber: Femina.in
Advertisement

Mengapa Kekaisaran Romawi Pernah Memindahkan Pusatnya ke Konstantinopel dan Pecah Menjadi Dua

Tips Belajar Bahasa Baru dengan Aksara yang Berbeda Secara Cepat, Pahami Teknik yang Tepat

Hari yang Dihilangkan dalam Sejarah Manusia saat Pergantian Kalender

Penelitian Temukan Bahwa Cukup Tidur Benar-benar Bisa Bantu Mendongkrak Nilai

Pandangan Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram untuk Ketenangan Jiwa di Masa Modern

Bukan IQ, Ini Jenis Kepintaran yang Lebih Penting dan Menentukan Kesuksesan

Ini yang Terjadi pada Otak Setelah Berhenti Konsumsi Gula Tambahan Selama Sebulan