Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Bilik Kuliner Transparan Di Banyuwangi (Foto: Instagram Pemkab Banyuwangi)
Dream - Menyantap hidangan spesial sambil menikmati pemandangan indah saat ini memang sulit untuk dilakukan. Pandemi membuat kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan memesan makanan.
Bagi kamu pemburu kuliner istimewa ada spot baru yang bisa didatangi di Banyuwangi, yaitu Ikan Bakar Pondok Terawang, Kampung Mandar, Kecamatan Kota Banyuwangi. Tempat makan ini membangun bilik khusus yang transparan sehingga para pengunjung bisa sambil menikmati pemandangan muara sungai Pantai Boom yang menjadi tempat perahu perahu nelayan bersandar.

Konsep tempat makan dengan bilik transparan ini terinspirasi dari restoran ikonik di Belanda, Mediamatic Eten. Bilik ini diterapkan dengan physical distancing protokol kesehatan pencegahan Corona (Covid-19)
Mereka yang datang ke pondok Ikan Bakar bisa duduk di bilik transparan dengan kapasitas tempat duduk untuk satu keluarga, 2 sampai 4 orang. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, konsep rumah rumah kaca transparan tersebut merupakan langkah baru di era new normal yang meniru model restoran di Belanda.

" Tren orang ke Banyuwangi tinggi meski di tengah Covid-19, tapi risikonya tinggi kalau risikonya tidak dijaga. Ini adalah contoh restoran di pinggir sungai di Belanda, sekarang di-copy di Kampung Mandar. New normal orang bisa makan ikan bakar, sekaligus bisa mendapatkan tempat untuk pengalaman ya, new normal tapi keren," kata Anas, dikutip dari Merdeka.com.
Sementara itu, Camat Kota Banyuwangi, Muhammad Lutfi mengatakan, berdirinya rumah makan Pondok Terawang merupakan hasil kerjasama antara Kecamatan Kota, Bank Jatim dan masyarakat Kampung Mandar.

Langkah tersebut kata Lutfi bakal menjadi model untuk warung-warung makan yang ada di Kampung Mandar agar turut menerapkan disiplin physical distancing. Saat ini di Kampung Mandar masih terdapat 10 bilik transparan steril untuk menikmati ikan bakar dengan aman dan nyaman.
" Insyaallah dari pagu indikatif (perkiraan pagu anggaran) kecamatan, warung-warung ini sudah sama semua. Alhamdulillah semakin hari semakin ramai di tempat ini, tentunya kita jaga dengan protokol Covid-19 agar tidak ada penularan," jelasnya.
Laporan Muhammad Ulil/ Sumber: Merdeka.com
Dream - Pandemi covid-19 sangat berdampak pada bisnis, termasuk kuliner dan restoran. Banyak tempat makan yang akhirnya tutup karena kondisi ekonomi masyarakat sedang turun karena pandemi.
Rupanya Ayu Dewi mengambil langkah nekat. Bersama sang suami, Regi Datau, ia malah membuka restoran oriental. Hal ini diketahui dari unggahan Ayu di akun Instagram pribadinya @mrsayudewi.

" Welcoming all of you to our NEW RESTAURANT. Walaupun buka-nya di era new normal, smoga tetep bisa memberikan kebahagiaan buat orang banyak daan jadi sarana lapangan kerja utk yang membutuhkan. Yuuuk , mampir ke restoran kita-kita @twelvejkt," tulisnya.
Restoran bernama Twelve Jakarta yang berlokasi di Menteng Jakarta Pusat berdesain mewah dan kental dengan nuansa oriental. Didominasi warna merah dan emas, tampaknya berkonsep restoran keluarga.

(Foto: Twelve Jakarta)
Menu-menunya juga berupa hidangan oriental, seperti dimsum dan bebek peking. Terlihat sangat menggoda, Sahabat Dream. Mungkin kamu penasaran mencicipinya.
Semoga sukses bisnis kulinernya, bu Ayu Dewi!
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?