Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bangunan Tua Di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah (Liputan6.com)
Dream - Menyebut Lombok, mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah pantai indah dengan air jernih dan pasir putih. Atau persawahan menghijau di lereng gunung.
Jikapun menggelar traveling budaya dan sejarah, kita kerap disuguhkan suasana di kampung adat dengan Baruga sebagai ikon. Beruga adalah bangunan yang berfungsi sebagai lumbung padi di atas sekaligus tempat bersantai di bawahnya.
Padahal, Lombok juga menyimpan jejak kolonialisme. Pulau ini pernah menjadi salah satu daerah kekuasaan Hindia Belanda.
Jejak tersebut dapat ditemukan di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ada beberapa bangunan dengan desain art deco peninggalan Belanda.

Desa Bonjeruk sendiri pernah menjadi pusat administrasi kolonial. Tidak mengherankan jika terdapat beberapa bangunan bergaya Eropa di desa tersebut.
Salah satu bangunan tersebut yaitu gapura berwarna krem. Terdapat tulisan 'Bondjeroek den 10 mei' dengan angka tahun 1933. Bangunan ini didirikan pada 1933, sebagai gerbang masuk menuju komplek perumahan era Belanda.
Tidak jauh dari bangunan itu, berdiri Masjid Raden Nunu Unas. Masjid ini juga menggunakan gaya arsitektur art deco lantaran dibangun sejak zaman Belanda.

Keberadaan bangunan peninggalan Belanda tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Bonjeruk. Sebagai tujuan wisata, desa ini menghadirkan perpaduan sejarah dengan budaya yang kental sekaligus pemandangan alam yang asri.
Ini karena posisi Bonjeruk yang merupakan kawasan permukiman dikelilingi area persawahan. Kamu dapat merasakan suasana yang tenang dan hangat jika berkunjung ke desa ini.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya