Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Model MUA Mirip Putri Candrawathi. (Source: TikTok @yudhistirabima99)
Dream - Sejak akhir bulan lalu, sosok Putri Candrawathi ramai dibicarakan publik akibat terlibat kasus penembakan Brigadir Yosua bersama sang suami, Ferdy Sambo. Selain keterlibatannya dalam kasus tersebut, banyak orang juga mempertanyakan penampilannya yang sempat dinilai sangat berbeda saat diwawancara media di Mako Brimob.
Bahkan, sebagian orang mengira sosok yang muncul saat diwawancara merupakan pengacaranya. Alhasil, penampilannya saat diwawancara sangat identik dengan rambut pendek hitam, mata yang kehitaman, serta memakai masker. Penampilan itu juga membuat warganet mengira wanita yang dirias oleh Makeup Artist (MUA) @yudhistirabima99 merupakan istri Ferdy Sambo.

Foto: TikTok @yudhistirabima99
Padahal, MUA yang memiliki lebih dari 67 ribu pengikut itu hanya mengunggah konten biasa. Namun, modelnya memang tampil bak wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi itu dengan memakai masker, lingkaran mata gelap, serta rambut hitam sebahu.
Setelah masker model dibuka, tampak wajah polos tanpa makeup dengan bekas luka di sudut bibir kiri serta area mata yang sangat gelap.

Foto: TikTok @yudhistirabima99
MUA pun melanjutkan proses riasannya dengan mengaplikasikan setting spray, primer, foundation, concealer, kontur, blush, bedak, eyeshadow cokelat tua, eyeliner hitam, bulu mata palsu, maskara, produk alis, serta lip gloss.

Foto: TikTok @yudhistirabima99
Meski penampilan model sangat berbeda setelah membuka masker dan dirias, namun warganet ramai berkomentar seputar kemiripan modelnya di awal video.
" Kirain ibu putri," kata @mutunsabrina.
" Kirain tutorial make up bu PC ke mako brimob," ujar @icedamericanogirl.
" Kirain Bu Sambo," komentar @kurniayuwono98.
" Kirain mo cosplay jdi ibu putri," tulis @suaayang.
@yudhistirabima99 Test Fondation tipis buat nutupin bekas luka / jerawat✨ #tutorial #tutorialmakeup ♬ suara asli - Mr.Terong
Dream - Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada Ferdy Sambo, tersangka kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat.
Keputusan tersebut berdasarkan sidang kode etik yang diselenggarakan di KKEP di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta, Kamis 25 Agustus 2022.
Ada banyak hal yang menjadi sorotan dalam sidang kode etik Ferdy Sambo tersebut. Mulai dari kegiatan yang disiarkan langsung, namun tidak disertakan suaranya. Hal itu membuat publik bertanya-tanya tentang apa yang dibicarakan oleh Ferdy Sambo dan pimpinan sidang.
Selain itu, kehadiran seorang Polwan yang ada di ruang sidang tersebut turut menjadi sorotan. Polwan tersebut tertangkap kamera menangis usai Ferdy Sambo dipecat.
Dalam video sidang yang tayang di channel YouTube Polri TV, Polwan yang merupakan anggota Divisi Porpam tengah duduk tertunduk sambil menyeka air matanya sesaat Ferdy Sambo meninggalkan ruangan siding etik.
© © youtube polri tv
Polwan berkali-kali menyeka air matanya dengan lengannya. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui sosok Polwan yang menangis tersebut.
Sebelumnya, Ferdy Sambo terbukti melanggar kode etik Polri karena menjadi dalang pembunuhan berencana Brigadir J. Ferdy Sambo diberikan sanksi etik dan administrasi, berupa pemecatan secara tidak hormat dari Polri.
Meski begitu, Ferdy Sambo mengajukan banding atas keputusan sidang. Komisi sidang kode etik yagn dipimpin Kabaintelkam Komjen Pol. Ahmad Dofiri memberikan tenggang waktu selama tiga hari.
Dream - Rekonstruksi pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, akan digelar pada Selasa 30 Agustus 2022.
Polri akan menghadirkan lima tersangka pada gelar rekonstruksi tersebut. Jika benar, maka ini momen pertama kalinya Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Bharada E alias Bharada Richard Eliezer Pudihang, bertemu di waktu bersamaan.
Selain itu dua tersangka lainnya yang dihadirkan, yakni Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo, Kuwat Maruf.
" Dengan menghadirkan seluruh tersangka lima orang, yang sudah ditetapkan tersangka terkait kasus 340 subsider, 338 KUHP, jo 55 dan 56 KUHP," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Merdeka.com, Minggu 28 Juli 2022.
Dedy menjelaskan rekonstruksi ini dibutuhkan untuk memperjelas konstruksi peristiwa tragedi berdarah saat itu. " Dari Dirtipidum menyampaikan untuk memperjelas konstruksi hukum dan peristiwa yang terjadi," jelas Dedi.
Selain tersangka, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga direncanakan turut diundang untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi secara langsung. Agar proses pemberkasan perkara bisa segera selesai dan dinyatakan lengkap (P21) untuk ke persidangan.
" Agar JPU mendapat gambaran yang lebih jelas dan sama dengan fakta-fakta dan keterangan para tersangka dan saksi di BAP agar berkas bisa segera P21," tuturnya.
Kemudian untuk memastikan proses rekonstruksi berjalan transparan. Dua lembaga eksternal juga akan diundang yakni Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan perlindungan kepada Bharada E yang saat ini masih menjadi justice collaborator.
" Jika memang akan dilakukan rekon dan dihadirkan, maka yang bersangkutan tentu akan mendapatkan pengamanan dan pengawalan dari kami," kata Juru Bicara LPSK, Rully Novian.
Oleh karena itu pihak LPSK sendiri segera menjalin komunikasi dengan penyidik tim khusus (timsus) Polri untuk mengantisipasi potensi ancaman yang membahayakan keselamatan Bharada E.
" Tentu ada teknis-teknis yang bisa di koordinasikan dengan penyidik," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya